Loura

Merupakan Kecamatan yang berada pada pusat pemerintahan. Luas wilayah ± 209,48 Km˛. Batas Wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Sumba;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec.Wewewa Barat dan Wewewa Timur;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Wewewa Barat;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kec. Wewewa Utara.

Kecamatan Loura terdiri dari 2 kelurahan dan 10 desa, 43 dusun/lingkungan, 86 Rukun Warga (RW) dan 175 Rukun Tetangga (RT). Dengan jumlah penduduk sebesar 27.443 jiwa dengan rata-rata kepadatan penduduk 131 jiwa/Km˛. Kepadatan tersebut masih berada dibawah  rata-rata kepadatan Kabupaten sebesar  177 jiwa/Km˛.

Obyek Wisata
Kecamatan Loura kaya akan obyek pariwisata seperti perkampungan adat Bukaregha, kampong adat Totok Besar dll. Kampung-kampung adat ini mempunyai sejarah panjang khususnya peran suku/kabisu dalam tatanan social kemasyarakatan. Selain perkampungan adat ada pula beberapa obyek wisata bahari yang secara terus menerus dikembangkan infrastruktur aksebilitasnya seperti pantai  Waikelo, Newa, Katewel, Mananga Aba dst. Juga ada beberapa telaga garam seperti Waitengnge, Waipaneru dll. Danau-danau ini dapat dikembangkan sebagai salah satu alternative olah raga dayung, berenang atau sekedar rekreasi menikmati panorama alam yang indah.

Selain sebagai tujuan/obyek wisata Kecamatan Loura  memiliki home industri, hotel dan penginapan  yang cukup terkenal yang memiliki daya tarik tersendiri yang spesifik yaitu yang berada didaerah pesisir pantai.

Sumba Barat Daya

Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat dan yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4692) sehingga menjadi salah satu Kabupaten dari 21 Kabupaten / Kota Madya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.