Sumber Daya

Keadaan Pedologi

Potensi sumber daya alam di darat dan di laut cukup tersedia, dalam kaitan ini kawasan hutan pada tahun 2008 tersisa 14 % dari luas wilayah. Hal ini berarti berada dibawah luasan hutan standar sebesar sekitar 30 % dari luas wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kondisi ini memperlihatkan proses penciutan luas hutan sangat tajam. Kemerosotan luas hutan terutama disebabkan oleh pembakaran hutan yang tak terkendali, perkembangan tidak seragam yang disebabkan oleh faktor perbedaan faktor iklim (curah hujan), topografi dan penggunaan lahan (berladang) yang berpindah – pindah dan penebangan hutan secara besar-besaran atas berbagai jenis kayu yang bernilai ekonomi tinggi dan yang mengakibatkan terjadinya erosi. Erosi yang disebabkan oleh pengolahan lahan tanpa memperhatikan aspek lingkungan sebagai penyebab lambatnya perkembangan tanah disebagian wilayah.

Reaksi Tanah

Reaksi tanah (geologi) sebagian besar tanah di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya berasal dari batuan gamping koral yang relatif masih muda sehingga jenis tanah permukaannya mempunyai kecendrungan bervariasi yakni campuran antara batu gamping , batu gamping lempungan, sisipan nepal pasiran dan mepal tufan  sehingga kecendrungan bersifat agak asam, netral sampai basa.

Sementara itu pada bagian pantai didominasi oleh farmasi kaliangga yang terbentuk struktur lapisan batu gamping trumbu. Kondisi hidrologi di Kabupaten Sumba Barat Daya sangat dipengaruhi oleh 3 (tiga) jenis, yaitu air tanah bebas, air tanah tertekan dan air permukaan. Air tanah bebas umumnya diangkat dan mengikuti kondisi morfologinya, sedangkan air tanah tertekan terletak jauh  didalam tanah dengan lapisan yang kedap air. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Sumba barat Daya menggunakan air permukaan dengan membuat sumur gali dan lainnya menggunakan air tanah dalam.

Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki 6 buah sungai dengan panjang yang bervariasi, yang terletak di empat Kecamatan yaitu Sungai Pola Pare dan Sungai WaiHa dengan panjang 18 Km dan 9 Km  di kecamatan Kodi Bangedo, Sungai Wee Wagha dan Sungai Wee Lomboro dengan panjang masing- masing 10 Km terletak di Kecamatan Wewewa Selatan , Sungai Wee Kalowo dengan panjang 7 Km di Kecamatan Wewewa Timur dan Sungai Loko Kalada sepanjang 16 Km yang terletak di Kecamatan Loura.

Sumba Barat Daya

Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat dan yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2007, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4692) sehingga menjadi salah satu Kabupaten dari 21 Kabupaten / Kota Madya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.