Satgas Covid-19 SBD Lakukan Pengawasan dan Penertiban

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengepung persimpangan jalan SPBU Radamata, Sabtu (21/11/2020) saat melakukan pengawasan dan penertiban masker baik di jalan umum maupun tempat-tempat keramaian dan sekolah-sekolah.

Namun kesadaran masyarakat SBD secara khusus dan secara umum masyarakat Pulau Sumba masih rendah dalam menaati anjuran protokol kesehatan. Masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan dalam hal ini menggunakan masker apabila bepergian ketempat-tempat umum, seperti pejabat, pengusaha, pelajar dan mahasiswa.

Saat ini kasus pasien positif Covid-19 untuk Kabupaten SBD berjumlah 19 orang, di mana 12 orang sembuh dan 7 orang masih dirawat di RSUD Pratama Reda Bolo. Kontak erat dengan pasien positif Covid-19 sebanyak 555 orang, yang sudah selesai dipantau 511 orang, masih dipantau sebanyak 44 orang.

Disampaikan bahwa, dengan dasar Peraturan Bupati (Perbup) nomor 36 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten SBD. Tim Satgas melakukan upaya-upaya penanganan untuk mencegah dan upaya memutus mata rantai penyeberan wabah Covid-19.

Dipantau oleh media, petugas Satgas tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan Perbup nomor 36 Tahun 2020 dengan memberikan sanksi-sanksi agar masyarakat sadar dan terbiasa menggunakan masker, walaupun banyaknya tantangan yang dihadapi.

Mathias Jenga, Wakil Ketua III Sekretariat Covid-19 menyayangkan ulah dari sekelompok orang yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan tersebut. Dirinya merasa miris melihat ulah tersebut mengingat meningkatnya pasien terpapar positif Covid-19 saat ini.

“Bagaimana mungkin masyarakat umum bisa meniru untuk selalu menggunakan masker, kalau kita yang mengerti saja sudah banyak alasan yang diajukan,"2 ujar dia.

Dia menjelaskan, dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker apabila keluar rumah, itu berarti menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat lainnya.

“Kita tidak pernah tahu dengan orang berhubungan dengan kita apakah dia terpapar atau tidak, karena kasus orang tanpa gejala (OTG) juga cukup meningkat. Menggunakan masker adalah langkah pertama untuk terhindar dari Covid-19,” tutur dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aipda Yakub Dapa Langga, kesadaran masyarakat masih cukup rendah dalam memakai masker apabila bepergian di tempat-tempat umum. Dia mengatakan banyaknya pejabat, mahasiswa dan pelajar yang masih menggunakan masker sebatas didagu saja.

“Kita bertugas ini untuk sama-sama menjaga agar penularan virus corona ini tidak semakin besar, sayang sekali belum dipahami bersama. Khususnya buat pejabat yang sudah paham akan wabah ini dan adanya Perbup No. 36 ini seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat umum tetapi kenyataannya masih banyak yang melanggar," tutur dia. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)