Apel Gelar Pasukan Operasi Semana Santa Ranakah di Polsek Loura

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Polres Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Semana Santa Ranakah di Polsek Loura Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/3/2021).

Kapolres SBD, AKBP Yoseph F.H Mandagi, S.I.K bertindak sebagai Pemimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Semana Santa Ranakah yang dihadiri Wakil Bupati SBD Marthen Crhistian Taka, S.IP; Dandim 1629/SBD Letkol Inf. Laode M. Sabarudin, Waka Polres SBD, Kompol Yosep T. Tilis, Kasat Pol PP Kabupaten SBD, Personel Lantas Dishub SBD, dan seluruh Jajaran Polres SBD.

Kapolres SBD AKBP Yoseph F.H Mandagi dalam sambutannya mengatakan istilah Semana Santa berasal dari bahasa Portugis yang berarti pekan suci umat kristiani.

Pekan suci merupakan rangkaian acara perayaan liturgi mengenang sengsara dan wafat serta kebangkitan Yesus Kristus pada hari raya Paskah.

“Ini merupakan perayaan Gerejawi yang dilaksanakan setiap tahun. Dan kegiatan ini menyebabkan meningkatnya dinamika masyarakat khususnya di wilayah NTT, terlebih lagi di Larantuka Flores Timur dimana perayaan Paskah diikuti oleh umat dari wilayah lain dan bahkan mancanegara,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa rangkaian kegiatan umat kristiani ini merupakan icon dari wilayah NTT, karena di tempat lain tidak semeriah di NTT.

Oleh karena itu, kita sebagai anggota Polri aparatur negara yang bertanggung jawab terhadap keamanan dalam negeri serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus mampu memberikan pelayanan yang baik.

Dan jangan sampai ada gangguan sekecil apapun bentuknya sehingga umat yang melaksanakan ibadah merasa aman dan nyaman di tengah pandemi COVID-19.

Saat ini kita ketahui bersama bahwa dunia mengalami ancaman isu Sarah serta ancaman polemik tentang penistaan agama yang harus kita waspadai bersama.

Oleh karena itu marilah kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok yang ingin mengganggu ketentraman umat yang sedang melaksanakan ibadah.

Di samping itu peningkatan mobilitas masyarakat berdampak pada situasi Kamseltibcar Lantas dan terganggunya Sitkamtibmas.

Berdasarkan perkiraan intelijen, bahwa gangguan Kamtibmas yang mungkin terjadi selama perayaan Paskah 2021 antara lain terjadinya Laka laut, terbaliknya perahu atau kapal saat prosesi laut akibat kelebihan muatan

Kemacetan lalulintas akibat banyaknya gereja dan tempat ziarah yang berdekatan jalan utama, kejadian kriminalitas secara konvensional seperti pencurian, curat, curas, curanmor, perkelahian antara kelompok masyarakat dan gangguan kriminalitas lainnya, terjadinya penistaan agama atau hostia oleh individu atau sekelompok orang.

Ia juga menjelaskan, guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dan menjamin masyarakat untuk dapat merayakan hari raya Paskah dengan aman dan meminimalisir ancaman dan gangguan yang mungkin timbul sebelum, pada saat dan pasca perayaan Paskah 2021 di wilayah hukum Polres SBD.

Maka Polres SBD menggelar operasi kepolisian dengan bentuk pengamanan kegiatan yang bersifat terbuka dengan sandi Semana Santa Ranakah 2021 yang dilaksanakan selama 15 hari mulai tanggal 25 Maret sampai dengan tanggal 8 April 2021 di seluruh wilayah Polres SBD.

"Dengan sasaran segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata sebelum pada saat dan pasca hari Paskah yang dapat menghambat dan mengganggu kegiatan perayaan Paskah 2021 di wilayah hukum Polres SBD,” tuturnya.

Dan juga dirinya menjelaskan, guna mengoptimalkan kinerja Satuan fungsi kepolisian yang terlibat dalam pelaksanaan operasi Semana Santa Ranakah 2021 ini agar tujuan operasi yaitu terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat yang merayakan Paskah di tengah pandemi COVID-19.

Untuk tercapai dengan baik, maka dibentuk Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) yang terdiri dari lima Satgas yakni: Satgas I/Preemtif terdiri dari Subsatgas Intelkam dan Subsatgas Binmas, Satgas II/Preventif yang diutamakan Satlantas.

Satgas III/Tindak yakni Sabhara, Satgas IV/Gakkum terdiri dari Subsatgas Reskrim dan Subsatgas Resnarkoba serta Satgas V bantuan operasi terdiri dari Subsatgas Sarpras, Subsatgas Humas, Subsatgas Propam, Subsatgas TI dan Subsatgas Dokkes.

Kapolres juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan tugas di lapangan, masing-masing Satgas Ops telah disusun cara bertindak Satgas Ops dengan penjabaran antara lain Satgas Preemtif melakukan kegiatan deteksi dini.

Meliputi penyelidikan, pembinaan, pengamanan dan penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh baket yang dapat mempengaruhi gangguan keamanan menjelang pada saat dan setelah perayaan Paskah.

Satgas Preventif melakukan kegiatan Pencegahan meliputi pengaturan penjagaan, pengawalan dan patroli di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat selama perayaan Paskah.

Satgas Penindakan melakukan sterilisasi pada setiap Gereja sesuai permintaan, penjinakan bom pada setiap Gereja yang diduga adanya sesuatu bom dan penanganan teror di lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat selama perayaan Paskah” katanya.

Satgas yang telah dibentuk ini, kiranya dapat bersinergi dengan aparat keamanan lainnya termasuk tokoh agama, masyarakat, pemuda dan para pemangku kebijakan lainnya yang terlibat maupun yang berada di sekitar lokasi pengamanan agar kegiatan pengamanan dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Sehingga umat yang melaksanakan ibadah kebaktian atau misa perayaan Paskah nyaman dan dapat dengan khusuk mengikuti giat keagamaan tersebut.

Selanjutnya pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Pimpinan Polres SBD menghaturkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan panitia yang telah menyelenggarakan apel Gelar Pasukan ini dalam keadaan tertib. (MC. Kabupaten SBD/Isto/toeb)