Brimob Sosialisasikan Pencegahan Penyebaran Corona pada Masyarakat Sumba Barat Daya

SHARE

Tambolaka, Sj - SatBrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kompi 4 Batalyon A Pelopor Sumba Barat Daya melakukan sosialisasi maklumat Kapolri di RSUD Pratama Reda Bolo Desa Watu Kawula, Pasar Omba Komi, dan Pasar Rakyat Desa Waimangura di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kegiatan dimulai dengan apel bersama di Mako Brimob Desa Pogo Tena Kecamatan Kota Tambolaka pada pukul 08.00 Wita, Sabtu (11/4/2020).

Danki Brimob Kompi Bqtalyon A Pelopor SBD, Iptu Jony Marthin memberikan penyuluhan sekaligus mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama mengantipasi dan mencegah covid-19 yang sedang melanda Indonesia bahkan dunia pada saat ini.

Berdasarkan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020, Jony Marthin minta masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan yaitu menjaga kebersihan, menjaga jarak serta menghindari kumpul bersama-sama di tempat umum.

“Kami berharap setelah kami memberikan edukasi ini masyarakat yang sudah menjadi orang dalam pemantauan (ODP) mempunyai kesadaran sendiri untuk melakukan isolasi mandiri, demikian juga masyarakat yang belum masuk dalam ODP, kami juga berharap mereka mempunyai kesadaran untuk stay at home,” ujarnya.

Lebih lanjut Jony Marthin mengatakan upaya-upaya ini jangan hanya karena upaya kepolisian saja tetapi partipasi dan kesadaran masyarakat dalam memutus mata rantai covid-19.

Salah seorang pengunjung Pasar Waimangura, Lodowyk Deke yang diwawancarai oleh InfoPublik, mengatakan dirinya memberi apresiasii atas upaya Polri memberikan edukasi bagi masyarakat dalam upaya mencegah covid-19.

“Kami sangat senang dengan adanya sosialisasi dan imbuan ini, sebagai masyarakat kami jadi memahami cara pencegahan virus corona itu. Kami dengar di NTT sudah ada satu orang yang positif terkena corona, menurut informasi yang kami dengar bahwa orang itu sudah berhubungan dengan 60 orang, bayangkan jika 60 orang ini menyebar lagi, kita tidak bisa bayangkan betapa cepatnya corona ini menyebar di masyarakat,” tuturnya.

Lodowyk menambahkan dengan adanya imbauan dari Brimob untuk menghindari masyarakat berkumpul rame-rame maka cara itu sangat tepat agar virus corona tidak menyebar semakin banyak lagi. Dan masyarakat harus mendukung dan mengikuti arahan Kapolri yang disampaikan oleh Brimob.

“Sosialisasi yang dilakukan sangat tepat apalagi menggunakan bahasa daerah Waijewa, kami jadi semakin paham apa itu virus corona dan bagaimana pencegahannya,” katanya.

Adapun isi dari Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 diantaranya adalah tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah; apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Tidak melakukan pembelian dan atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan; Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat; dan apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto/Vira)