Bupati Kornelius Minta SKPD hingga Kades Tekan Stunting di SBD

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) dr. Kornelius Kodi Mete minta seluruh pimpinan SKPD, Kades, Camat dan stake holder lainnya menekan dan menghilangkan angka stunting di SBD.

"Frekuensi stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya paling tinggi di Provinsi NTT sebesar 38,8%."kata dr. Kornelius, saat memimpin Sosialisasi dan Rembuk Stunting, di lapangan upacara Kantor Bupati  Puspem Kadula Tambolaka, Rabu (19/8/2020).

Menurut Kornelius, kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya tak berarti. Ini menunjukan bahwa kesehatan memegang peranan penting dalam proses pembangunan.

Ia mengatakan stunting telah menjadi sinyal kuat ada masalah dalam manajemen penyelenggaraan pelayanan dasar."Pelayanan yang butuhkan untuk mencegah frekuensi stunting belum tersedia dalam skala dan kualitas yang memadai” ungkap Bupati SBD.

Bupati Kornelius menyebutkan Kabupaten SBD tertinggi stunting di NTT dengan ngka 38.2%, oleh karena 11 camat, 173 kepala desa/lurah dan 16 Puskesmas menjadi ujung tombak terdepan penanganan stunting di SBD.

“Oleh karena itu ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Waktu panitia menyampaikan pada saya kita mau rebuk stunting, saya sangat mendukungnya."katanya.

Menurutnya, belajar dari pengalaman menangani covid, Pemkab bersinergi dalam menangani stunting dan akan bisa. "Peran kepala desa yang dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan disini” tuturnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasubid Pengembangan SDM Bappelitbangda NTT, Bonavantura Taco, angka stunting di SBD pada tahun 2019 36% naik menjadi 38,8% pada tahun 2020.

Upaya konvergensi adalah merupakan upaya bersama yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi dan bersama-sama untuk mencegah stinting pada sasaran prioritas.

Dia menjelaskan, stunting disebabkan oleh factor multidimensi, sehingga penanganannya perlu dilakukan oleh multi sektor. Stunting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 Hari Pertama Kehidupan” tuturnya.

Menurutnya, perlu dilakukan untuk mencegah stunting yaitu dengan delapan aksi konvergensi/integrasi penurunan stunting yaitu analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perbup/Perwali tentang peran desa, kader pembangunan manusia (KPM), manajemen data, pengkuruan dan publikasi, serta reviu kinerja tahunan. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa)