Bupati SBD Buka Kegiatan Forum Perangkat Daerah Tahun 2021

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dr.Kornelius Kodi Mete membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah Tahun 2021 di Aula Kantor Bappelitbangda Desa Kadipada, Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/4/2021)

Kagiatan ini diikuti oleh Pjs. Sekda, Bernardus Bulu ; Kepala Bapelitbangda, Samuel Biro  dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan kecamatan dalam rangka penyusunan perangkat daerah tahun anggaran 2022. Kegiatan berlangsung dari tanggal 7 – 21 April 2021.

Kornelius meminta, agar usulan-usulan Musrenbang Kecamatan yang telah dilaksanakan diharapakan dapat menghasilkan program dan kegiatan sebagai rancangan awal rencana kerja pembangunan daerah tahun 2022.

“Rancangan awal rencana kerja perangkat daerah (RKPD) disusun berdasarkan yang memuat rencana kerja program prioritas, indikator kinerja program, target program dan pagu indikatif program yang sesuai dengan RPJMD 2019-2024” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana kerja prioritas, indikator kinerja kegiatan dan target kegiatan, lokasi/kelompok sasaran dan pagu indikatif kegiatan sesuai dengan program/kegiatan di Renstra perangkat daerah.

Dirinya mengingatkan, agar rencana kerja beberapa hal mendasar yang perlu menjadi perhatian, yaitu rencana kerja harus mengacu pada RPJMD 2019-2022. Rencana kerja yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama masyarakat miskin, kaum perempuan dan anak dengan tetap memperhatikan permasalahan dan potensi daerah.

“Memetakan dan merasionalisasikan porgam kegiatan yang bisa dibiayai dengan ADD, APBD Provinsi dan APBN. Adanya keselarasan dan keterpaduan program kabupaten dengan provinsi dan pusat maupun dengan LSM, untuk menghindari tumpang tindih pada alokasi yang sama tetapi dibiayai dari dua atau lebih sumbernya” tuturnya.

Kepala Bappeltitbangda SBD, Samuel Boro yang ditemui media disela-sela kegiatan mengatakan prioritas pembangunan 2022 tetap merujuk pada RPJMD dengan program unggulan tujuh Jembatan Emas.

“Kita juga akan tetap menyelaraskan dengan usulan-usulan dari tingkat kecamatan maupun pokok pikiran Dewan. Semua usulan-usulan ini mengarah kepada pencapaian program tujuh Jembatan Emas” imbuhnya.

Sam Boro juga menjelaskan, dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini akan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat dan kesehatan masyarakat. Kebijakan anggaran di tahun ini masih mengalami refocusing cukup besar, sehingga mempengaruhi perencanaan tahun 2022.

“Kita berharap, di tahun 2022, pandemi COVID-19 sudah mengalami penurunan. Sehingga penganggaran pembangunan sudah bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia mengimbau,dalam situasi pandemi ini agar semua pihak tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan. Dengan keterbatasan dana disituasi pandemi ini agar masyarakat juga memahami bahwa semua usulan yang diusulkan belum tentu bisa terakomodir semua.

“Kami berharap, masyarakat memahami ini, dengan segala keterbatasan, kita akan melihat mana yang masuk skala prioritas. Demikian juga dengan DPRD berkaitan dengan Pokir agar memahami situasi yang sedang kita hadapi bersama saat ini,” tuturnya. (MC. Kabupaten SBD/Octa/Isto/Eyv)