Desa Buru Kaghu Peduli Upaya Pencegahan Wabah Covid-19

SHARE

Rara, Kominfo – Sosialiasasi di Desa Buru Kaghu, Kecamatan Wewewa Selatan mempunyai cerita tersendiri bagi Tim Dinas Kominfo Sumba Barat Daya (SBD) yang melakukan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) nomor 36 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Hal itu diperlukan sebagai upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/11/2020).

Perhatian pemerintah desa dan masyarakat sangat antusias sekali menunggu Tim Kominfo SBD yang akan menyosialisasikan Perbup nomor 36 tahun 2020.

Tampak hadir kepala desa, sekretrais desa, ketua BPD dan anggota, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan pemuda.

Kepada Desa Buru Kaghu, Adolf Parengu menyatakan, mengenai Covid-19,pihaknya juga sudah mulai melakukan penanganan dan pencegahan di desa sejak bulan Februari 2020 yang lalu.

“Kalau pemerintah kabupaten sampai pusat saja sudah sangat prihatin, apalagi kami di desa. dirinya siapkan masker sebanyak 5000 lembar dan sudah dibagikan bagi semua warga Buru Kaghu,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Desa Buru Kaghu memasang baliho di tempat strategis yang berisi imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, hal ini dilakukan mengingat Desa Buru Kaghu mempunyai satu pasar tradisionil yaitu Pasar Weetombo yang padat dikunjungi masyarakat baik dari wilayah Rara maupun wilayah Kodi.

Ia juga mengkui kesadaran masyarakat masih sangat rendah dalam mematuhi anjuran protokol kesehatan, hal ini disebabkan minimnya informasi yang tiba di Desa Buru Kaghu.

“Desa kami belum ada listriknya, sinyal juga tidak ada disini, sehingga praktis informasi-informasi melalui media sosial susah kami dapatkan di sini. Perkembangan Covid-19 baik di negara Indonesia, secara umum SBD secara khusus susah kami update, kalau tidak ketempat yang ada jaringan,”lanjutnya.

Adolf juga memberi penghargaan luar biasa kepada Dinas Kominfo SBD yang melakukan kegiatan sosialisasi saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih pada Kominfo SBD yang sudah turun di desa kami untuk sosialisasi, agar informasi ini bisa sampai ke semua stake holder yang ada di desa, hari ini kami undang semua aparat pemerintah, BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan pemuda untuk mendengar langsung dan menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya” tuturnya.

Kabid LKP Dinas Kominfo SBD, Yubilina Lena Dapasapu menjelaskan, dampak wabah Covid-19 yang melanda dunia saat ini sangat besar.

“Pertumbuhan ekonomi di mana-mana terputus, Pemerintah Pusat memotong anggaran pembangunan untuk menanggulangi wabah Covid-19 ini. Dampaknya sangat terasa bagi kita semua,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Yublina menekankan, upaya-upaya Pemerintah mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di antaranya dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari kerumunan di tempat-tempat umum.

“Kebiasaan kita orang Sumba bacium kalau baru bertemu keluarga jauh, hentikan dulu itu, karena kita tidak tahu apakah dia sudah terpapar Covid-19 atau tidak.Hal itu lantaran saat ini sering ditemukan pasien positif Covid-19 yang OTG (orang tanpa gejala),"urainya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto/Eyv)