Kabid Bersama Staf Tanam Anakan Pohon di Sekitar Jalan Wee Takula

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Beatrix F. Wadja Wadja bersama staf melakukan kegiatan penanaman pohon di sekitar jalan Wee Takula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/12/2020).

Kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan dan pelestarian alam di Kabupaten SBD. Mengingatkan pohon-pohon besar yang berusia ratusan tahun yang ada di kawasan hutan lindung hampir sudah tidak ada lagi, akibat ditebang oleh masyarakat atau tumbang karena angin kencang.

Beatrix F. Wadja Wadja Kabid Tata Lingkungan yang ditemui media mengatakan, kegiatan penghijauan kali ini dengan menanam dua jenis anakan di antaranya ada anakan pohon Sakura Sumba dan anakan pohon Ekorbia untuk meningkatkan penghijauan alam di Kabupaten SBD.

Jumlah anakan pohon Sakura Sumba ada 180 pohon yang ditanam di sekitar jalan Wee Takula dengan jarak masing-masing 4 meter. Sedangkan untuk anakan pohon Ekorbia berjumlah 200 pohon yang akan ditanam di sekitar jalan Bandar Udara Tambolaka.

Beatrix juga menjelaskan bahwa tahun lalu sudah pernah melakukan penanaman di sekitar jalan ini, mungkin pohonnya terbakar, dimakan oleh hewan, atau mungkin ada masyarakat yang merusaknya.

Sehingga kami melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar agar dapat melestarikan lingkungan dengan menjaga dan merawat anakan pohon yang ditanam oleh pihaknya.

Karena pohon ini bukan hanya kewenangan dari DLH untuk menjaga, tetapi ini merupakan milik kita bersama dan mari kita menjaga dan merawat secara bersama-sama.

“Dengan adanya pohon kita menikmati keindahan salah satunya adalah estetikanya, kerindangannya, dan kesejukan. Selain itu juga bisa bermanfaat untuk melancarkan curah hujan dan melindungi sumber mata air yang ada di dalam tanah tidak cepat kering” ujarnya.

Beatrix juga mengimbau agar masyarakat sekitar tidak membiarkan ternaknya untuk merusak tanaman yang ada. Dan juga anak-anak mereka agar selalu diawasi supaya tidak merusak pohon yang ada.

“Dan siapapun yang melintasi jalan ini bisa turut menjaga pohon ini, karena kelestarian dan keindahan alam bukan hanya kita yang menikmatinya, tetapi anak dan cucu kita kedepannya pasti lebih menikmatinya lagi akan keindahan alam di Kabupaten SBD,” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto/toeb)