Kasus Positif Covid-19 di SBD Bertambah, Tugas Tim Satgas Semakin Berat

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Meningkatnya pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menjadi perhatian serius Satgas Covid-19.

Berdasarkan hasil pemeriksaan swab dari Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang, SBD kembali memperoleh tambahan 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Wilayah Kecamatan Kota Tambolaka 6 orang dan dari Wilayah Kecamatan Wewewa Barat sebanyak 2 orang.

Guna meningkatkan upaya-upaya preventif dan menyamakan persepsi Satgas Covid-19/SBD dengan pihak RS Karitas dan RSUD Pratama Reda Bolo, Ketua Posko Covid-19 yang juga adalah Wakil Ketua III Sekretariat Covid-19 SBD, Mathias Jenga, menyelenggarakan Rapat Darurat di posko Galatama Rabu (25/11/2020).

Hadir dalam Rapat Darurat tersebut Direktur RS Karitas bersama dokter ahli penyakit dalam, Direktur RSUD Pratama Reda Bolo bersama dokter yang menangani pasien Covid-19, TNI/Polri, Pol PP, Dinas Kominfo, BPBD, Dinas Kesehatan SBD dan Pers.

Dalam kesempatan tersebut dr. Elfrida Marpaung bersama Mathias Jenga yang memimpin jalannya pertemuan menegaskan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di SBD menjadi perhatian bersama.

Oleh karena itu dalam Rapat Darurat dilakukan sharing dan diskusi untuk menentukan langkah-langkah yang efektif guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di SBD.

Berdasarkan masukan dari tim lapangan Satgas Covid-19, kesadaran masyarakat dalam memakai masker masih sangat rendah apabila bepergian dan kesadaran dalam menjaga jarak di tempat-tempat umum masih sangat rendah.

Masyarakat cenderung beranggapan bahwa virus corona tidak ada di SBD, virus corona adalah buatan manusia, dokter-dokter di RS cenderung mengcovidkan orang yang sedang dirawat, padahal tidak terpapar Covid-19.

Melihat situasi yang dihadapi saat ini, dalam Rapat Darurat tersebut disepakati agar menginformasikan pada Bupati SBD, Kapolres SBD dan Dandim 1629/SBD untuk mencari solusi yang tepat.

Guna menghindari adanya kumpulan warga masyarakat dalam jumlah banyak seperti pesta adat, kedukaan, pernikahan dan pesta-pesta lainnya karena hal ini menyebabkan bertambanya peningkatan jumlah positif Covid-19 adalah transmisi lokal.

Mewakili Kapolres SBD Bripka Hengky Bili mengatakan sesuai dengan Maklumat Kapolri sebenarnya sudah ada perintah untuk membatasi ijin keramaian.

Sehingga tidak adanya kelompok masyarakat yang berkumpul dalam jumlah banyak untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Ijin keramaian saat ini sudah harus lewat Polres SBD sesuai petunjuk dari Mabes Polri. Jika ada informasi dari Tim Satgas mengenai akan adanya kerumunan massa dalam jumlah besar, kami akan sampaikan ke pimpinan (Kapolres)” ungkap Hengky.

Lebih jauh Hengky j"uga menuturkan acara-acara syukuran, ibadah selama ini masyarakat SBD selalu mengajukan permohonan ijin keramaian di Polres SBD. Dan Kapolres SBD memerintahkan untuk memonitoring atau memantau sekaligus menjaga keamanannya.

Tapi dengan situasi saat ini, di mana meningkatnya positif Covid-19 di SBD, mungkin akan ada ketegasan lebih lanjut dari pimpinan untuk menghindari keramaian tersebut.

"Kami juga selalu bekerja sama dengan Brimob dan Kodim 1629/SBD untuk memantau dan manjaga keamanan tersebut,” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto/toeb)