Kepala SMA St. Thomas Apresiasi Kinerja Tim Covid-19 Kabupaten SBD

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Kepala SMA St. Thomas Waitabula Stefanus T. Bokol mengapresiasi Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah datang untuk memastikan penerapan adaptasi kebiasaan baru di sekolah dalam masa pandemi Covid-19.

Upaya ini untuk memastikan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang berkaitan dengan penyediaan sarana cuci tangan, air bersih, sabun, penggunaan masker dan menjaga jarak antara siswa yang satu dengan siswa yang lain diterapkan dengan baik.

Tim terdiri dari personel TNI 3 orang, Satpol PP 1 orang, anggota Brimob 1 orang dan 7 orang ASN melakukan monitoring di SMA St. Thomas Waitabula Kelurahan Langga Lero, Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD, Senin (27/7/2020).

Dalam kegiatan tersebut, tim 2 Covid-19 SBD memastikan ada jarak 1-2 meter antara murid saat kegiatan belajar mengajar, memastikan guru dan murid menggunakan masker, dan memastikan ada tempat cuci tangan yang disediakan oleh pihak sekolah.

Selain itu, memastikan ada handsanitizer, pembagian jam belajar antarkelas, memastikan tidak ada penjual jajanan di sekitar sekolah dan memastikan tersedia surat edaran Bupati SBD tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Dalam arahan di depan guru dan murid, Babinsa Sertu Yonatan Yarif Malo berharap ada dukungan dari pihak sekolah untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran bupati untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi sebagai siswa/siswi SMA harus menjadi teladan bagi siswa SMP dan SD serta menjadi teladan bagi semua masyarakat di Kabupaten SBD. Saat berada di dalam ruang belajar, masker harus tetap dipakai dan jangan taruh di dagu. Karena gunanya masker untuk menutupi rongga hidung dan mulut agar terhindar dari penyebaran Covid-19," tutur dia.

Kepala SMA St. Thomas, Stefanus Tari Bokol menyatakan gembira dengan kedatangan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten SBD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru.

"Saya mengapresiasi semangat kerja dari Tim Covid-19 Kabupaten SBD yang turun sosialisasi di setiap sekolah untuk melihat seperti apa persiapan yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru, (red) yang berkaitan dengan pembagian jam mengajar, sarana cuci tangan, sabun, handsanitizer, penggunaan masker dan jarak antara siswa," ungkap dia.

Kepala SMA St. Thomas juga menjelaskan, setiap siswa yang datang harus diperiksa suhu badannya dengan alat thermo gun oleh guru yang piket pagi dan di depan ruang kelas masing-masing sudah ada tempat cuci tangan, agar siswa/siswi sebelum masuk kelas harus mencuci tangan menggunakan sabun yang sudah disiapkan. Selain itu, ada juga masker yang siapkan sekolah.

Dia juga mengimbau kepada seluruh peserta didik agar menjaga kesehatan. “Hendaklah kita patuhi protokol kesehatan dan mari budayakan hidup bersih, dan terus menggunakan masker sampai Covid-19 berakhir," tutup dia. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)