Kesadaran ASN SBD Taati Protokol Kesehatan Masih Rendah

SHARE

Tambolaka, Kominfo - Kesadaran ASN dan Tenaga di lingkup Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengikuti anjuran Pemerintah dan Protokol Kesehatan dalam penerapan New Normal dinilai masih rendah.

Selain itu terkesan menganggap sepeleh upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kasat Pol PP Kabupaten SBD Daud Lende Taka dan Pasi Intel Kodim 1629/SBD Lettu Inf. Abdul Mukib saat diwawancarai media di Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/7/2020).

Berdasarkan pantauan, ASN dan tenaga kontrak belum menyadari pentingnya social distancing dan physical distancing serta selalu menggunakan masker apabila bepergian.

Padahal tim gugus tugas penanganan Covid-19 SBD tak henti-hentinya melakukan sosialisasi dan penyuluhan bahkan sudah mengunjungi semua Dinas atau Instansi maupun Lembaga Pendidikan yang ada SBD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penerapan New Normal.

Daud Lende Taka dengan sapaan akrab Kasad Pol PP mengatakan, berkaitan dengan penerapan New Normal di tingkat Kabupaten SBD, kesadaran ASN dan tenaga kontrak untuk mematuhi protokol kesehatan juga masih sangat rendah.

"Saat kami melakukan razia masker di Pusat Pemerintahan, itu rata-rata sekitar 5 sampai 15% ASN dan tenaga kontrak yang tidak menggunakan masker. Sehingga sering kali waktu rapat evaluasi tim Satgas Penanganan Covid-19 di Posko saya sampaikan bahwa tingkat kesadaran ASN dan tenaga kontrak masih rendah."katanya.

Demikian juga saat dilakukan razia masker di beberapa tempat baik di Persimpangan RS Karitas Waitabula, Persimpangan Cendana Wangi maupun di Pasar lama Radamata juga ditemukan ASN dan tenaga kontrak yang tidak menggunakan masker.

“Bukan hanya masyarakat umum yang tidak menggunakan masker, tetapi termasuk ASN dan tenaga kontrak. Padahal, sudah juga diberi sanksi, dan pemberian sanksi itu merata tanpa pengecualian."katanya.

Tetapi Daud berharap dengan penerapan New Normal dan sanksi-sanksi yang diberikan itu untuk mengingatkan terus kepada masyarakat termasuk ASN maupun tenaga kontrak. "Sanksi yang diberikan tidak yang berat semuanya ringan” katanya.

Kasad Pol PP juga berharap di bulan Agustus mendatang, masyarakat maupun ASN dan tenaga kontrak tanpa ditegur dan diingatkan sudah dengan sendirinya orang-orang tahu betapa pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.(MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)