Ketua DPD RI Hadiri Panen Perdana Padi di Waikelo Sawah

SHARE

Waikelo Sawah, Kominfo – Ketua DPD RI, Ir. H. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menghadiri acara Panen Perdana Padi Varietas Nutri Zinc, yang diselenggarakan oleh Yayasan Kalakioma Peduli di Waikelo Sawah Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/3/2021).

Panen Perdana Padi Varietas Nutri Zinc ini juga dihadiri oleh anggota DPD RI asal Sumba Dapil NTT dr. Asyera Respati Wundalero, Bustami Zainuddin, Anggota DPD RI Dapil Lampung, Kepala Badan Penelitian Pangan Kementan RI, Priatna Sasmita, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP, Asisten Pemerintahan dan Kesra SBD, Christofel Horo, SH; beberapa pimpinan OPD yang sempat hadir, Camat Wewewa Timur, Aryanto D. Loma, Kades Tema Tana, Yohanis Bulu.

Hadir pula Ketua Dekranasda SBD sekaligus mewakili Ketua Dekranasda NTT, Margareta Tatik W. Mete, Kasdim 1629/SBD, Mayor Czi Sunoko, Waka Polres SBD, Kompol Yosep Taus Tilis, Kepala Dinas Pertanian SBD Rofinus Kaleka, SP, Ketua Yayasan Kalakioma Peduli, Yulius Bobo, SE; tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Ketua DPD RI dengan sapaan akrab La Nyalla dalam sambutannya mengatakan bahwa Panen Raya adalah harapan dan simbol kesejahteraan bagi petani dan keluarga khususnya para petani di Waikelo Sawah Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten SBD.

“Karena dulu, setiap Panen Raya adalah masa-masa bahagia bagi petani dan keluarganya. Bahkan setelah panen, desa akan semarak dengan suara lesung yang bertalu-talu,” ujarnya.

Lebih lanjut La Nyalla menjelaskan panen raya juga bisa membawa kegalauan dan ketidakpastian sekaligus pertanyaan. Apakah harga gabah akan anjlok karena tidak terserap oleh pasar.

Disampaikan, para Senator di DPD RI mendukung apa yang dipaparkan Kepala Bulog kepada Presiden Joko Widodo, agar pemerintah mengurangi niat melakukan impor beras, mengingat cadangan beras di gudang-gudang Bulog masih mencukupi.

“Bukan kita kekurangan beras, tetapi karena kita belum sukses mengatur dan memfasilitasi proses distribusi beras dengan suplay chain manajemen yang baik. Sehingga harga gabah di sejumlah sentra padi anjlok,” ujarnya menambahkan.

La Nyalla juga menjelaskan bahwa persoalan anjloknya harga gabah di tingkat petani harus dilihat dari kebijakan pemerintah terkait tata kelola atau perniagaan hasil komoditas pangan pertanian yang sangat luas. Mulai dari filosofi dasar dan cara pandang pemerintah terhadap petani, karena ini sangat menentukan nasib para petani Indonesia.

Lantas bagaimana dengan dukungan data yang konkret dari ketersediaan dan kebutuhan komoditas itu. Suplay dan demand-nya, termasuk bagaimana rantai distribusi komoditas tersebut.

Berbicara suplay chain manajemen, menurutnya, bagaimana memindahkan atau mendistribusikan hasil komoditas ke daerah atau wilayah yang membutuhkan. Sehingga untuk mengatasi kelangkaan komoditas di wilayah non-penghasil, bukan dijawab dengan kebijakan impor, tetapi pemerataan distribusi pangan tersebut.

“Selain itu, sangat diperlukan kebijakan yang tepat sasaran untuk menurunkan biaya pokok produksi di tingkat petani yang harus terus diupayakan melalui inovasi, teknologi dan otomasi. Termasuk program food estate dengan hasil akhir yang ingin dituju adalah ketercukupan cadangan pangan, atau ketahanan pangan,” katanya.

Dirinya menuturkan, ketahanan pangan menjadi isu strategis dunia. Apalagi Badan Pangan Dunia dan FAO sudah memberikan warning adanya potensi krisis pangan global sebagai dampak pandemi COVID-19. Sementara penduduk dunia harus tetap makan, rata-rata 3 kali dalam sehari termasuk 270 juta jiwa penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah di tahun 2021 menaikkan anggaran ketahanan pangan sebesar 30% dari tahun sebelumnya.

“Tahun 2020 anggaran ketahanan pangan sebesar Rp80 trilyun. Sedangkan di tahun ini, anggaran ketahanan pangan menjadi Rp104 triliun. Ini tentu harus disambut oleh daerah, terutama daerah-daerah lumbung pangan dan penghasil produk pertanian dan perikanan serta komoditas holtikultura lainnya,” tuturnya. MC. Kabupaten SBD/Isto