Kominfo SBD Sosialisasi Perbub 36 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

SHARE

Palla, Kominfo – Dalam rangka menyosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 36 Tahun 2020 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten SBD, Dinas Kominfo SBD melakukan sosialisasi pada masyarakat di desa-desa bahkan sekolah-sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menyampaikan informasi tentang hal-hal yang menjadi pedoman bersama bagi warga masyarakat  SBD dengan wajib melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan antara lain menggunakan alat pelindung diri berupa masker jika keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain.

Kabid Layanan Komunikasi Publik (LKP) Yublina Lena Dapasapu dan Kabid TIK Aurelius R.E. Nganggo beserta tim dari Dinas Kominfo SBD melakukan sosialisasi di TK St. Ursula Palla Desa Weepaboba, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/10/2020).

Tampak hadir mengikuti sosialisasi suster, guru-guru, siswa dan orang tua siswa TK St. Ursula Palla yang antusias mendengar penyampaian tentang wabah virus corona dan upaya-upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah SBD.

Kabid LKP Yublina mengatakan, wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk SBD saat ini belum ditemukan obat penawarnya. Oleh karena itu, upaya-upaya pencegahan oleh semua pihak bersama Pemerintah merupakan langkah penting yang ditempuh saat ini.

“Covid-19 ini sangat mudah penyebarannya, oleh karena itu bapak ibu sekalian harus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, memakai masker, dan menjaga gizi yang baik agar daya tahan tubuh kita menjadi kuat,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, saat ini transmisi lokal dan terpapar virus sudah ada di SBD, bukan saja dari orang-orang yang masuk ke SBD. "Walaupun ke-12 pasien terpapar  sudah dinyatakan sembuh, tetapi kita tidak tahu mereka sudah berhubungan dengan siapa saja, maka kita harus selalu menjaga diri kita sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Kabid TIK Edy Nganggo menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten adalah dengan mengeluarkan Perbup nomor 36 tahun 2020 yang mewajibkan penerapan protokol kesehatan. Menurutnya, kebijakan ini dibuat oleh Pemerintah agar tidak ada lagi pasien baru yang terpapar Covid-19 tersebut.

“Di kabupaten, ada tim satgas yang bertugas untuk memastikan kita mematuhi protokol kesehatan tersebut, jika tidak maka akan ada sanksi yang sudah ditetapkan di dalam Perbup nomor 36 tersebut. Kami datang ke sini untuk menyampaikan langsung pada bapak ibu, anak-anak sekolah agar kita mematuhi anjuran tersebut,” tuturnya.

Dirinya juga meminta agar informasi ini diteruskan ke keluarga di rumah, tetangga bahkan siapa saja agar demi untuk menjaga kesehatan bersama.

“Yang kena virus corona ada juga orang tanpa gejala (OTG) yang perlu kita waspadai, karena kita tidak tahu kesehatan orang lain, maka kita wajib menggunakan masker jika bepergian,” jelasnya.

Edy Nganggo juga menjelaskan sanksi-sanksi yang ada dalam Perbup nomor 36 tersebut yaitu denda berupa uang Rp200.000, jika melanggar atau dikenakan sanksi push up, menyanyi, membersihkan kebun. Sanksi ini berlaku buat semua masyarakat di Kabupaten SBD. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto)