Pasien Positif Covid-19 di SBD Bulan Desember Makin Meningkat

SHARE

Tambolaka, Infopublik - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada bulan Desember mengalami peningkatan.

Sebanyak 27 orang yang bertambah setelah memperoleh hasil pemeriksaan swab dari laboratorium Biomolekur Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (21/12/2020).

Adapun ke-27 orang yang terpapar Covid-19 adalah Satu orang tenaga kesehatan Puskesmas Tena Teke berinisial NTIK, 9 orang tenaga kesehatan Puskesmas Waimangura berinisial SA, SPB, LB, YFA, DIWW, DAR, NDB, YYB, JFB. Selain dari Puskesmas Waimangura ada 10 orang dari peserta Pesparawi GKS Waimangura berinisial AHB, GIT, ND, DS, SUM, FZD, AN, AASDM, MDD, AMK.

Dua orang pasien akibat kontak erat dengan kasus positif MD, berinisial PB dan MSZI, 1 orang kontak erat kasus positif EK yaitu berinisial MR, 1 orang kontak erat kasus positif H dengan inisial APS, 1 orang kontak erat positif DB yaitu berinisial TW dan 2 orang kontak erat positif MMN yaitu berinisial HNT dan YRD.

Melihat meningkatnya pasien positif Covid-19 di SBD, salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh tim Satgas Covid-19/SBD.

Masih ditemui di lapangan adanya beberapa masyarakat yang seharusnya memahami pentingnya protokol kesehatan dalam hal ini penggunaan masker dan menjaga jarak tidak mengindahkan anjuran tersebut.

Masyarakat kerap melawan petugas dengan alasan tidak bisa bernafas apabila terus menggunakan masker. Ironisnya kejadian yang terjadi di simpang SPBU Radamata pada Jumat 18 Desember 2020 yang lalu ada masyarakat yang melawan dengan keras pada petugas yang melakukan razia masker bahkan memukul petugas dari Dinas Kesehatan dan petugas Polres SBD.

Di beberapa tempat atau lokasi perumahan, sekelompok masyarakat berkumpul untuk berkaraoke ria meriah hingga pada malam hari.

Tidak disadari melalui gelas minuman dan piring atau sendok makanan serta mic yang dipakai untuk bernyanyi juga merupakan alat transmisi penyebaran Covid-19 tersebut. Selain mengganggu tetangga yang akan beristirahat untuk tetap menjaga imunitas tubuh, kelompok-kelompok penyanyi dadakan ini terus meningkat di seputaran Kota Tambolaka bahkan Kkcamatan lain pun juga ada.

Bupati SBD sekaligus Ketua Umum Satgas Covid-19 SBD dr. Kornelius Kodi Mete saat rapat evaluasi Tim Satgas Covid-19 di lopo Rujab 1/SBD Selasa 15 Desember 2020 yang lalu sudah menngimbau agar masyarakat tidak boleh lengah dalam mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker apabila keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan aktivitas fisik, tetap menjaga jarak dengan menghindari kumpul-kumpul, menjaga imunitas tubuh dengan makan teratur dan isitirahat yang cukup.

“Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 1 Januari 2021, kita harus tetap waspadah, karena kecenderungan yang terjadi saat ini pasien Covid-19 di SBD secara khusus maupun NTT secara umum terus meningkat” ujarnya.

Bupati Kornelius  juga mengimbau  agar masyarakat menghindari kumpul-kumpul dalam jumlah banyak,  dan pada saat mengikuti ibadah atau misa di gereja agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Selain beribadah di gereja, sebaiknya hindari kumpul-kumpul 5-10 orang jika tidak ada hal penting, lebih baik pergunakan waktu kita dengan baik, apalagi saat ini sudah musim hujan, mari kita kerja, kerja dan kerja daripada berkumpul untuk hal-hal yang tidak penting,” tuturnya.

Bupati Kornelius juga berpesan  tim Satgas terus melakukan tugasnya menjalankan Perbup Nomor 36 Tahun 2020 dan berkreasi di lapangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam upaya menekan angka penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten SBD. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)