Pemda SBD Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Pemkab Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam tingkat Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur di Lapangan Galatama Tambolaka, Sabtu (14/11/2020).

Hadir dalam apel tersebut Kapolres Kabupaten SBD AKBP Joseph F.H. Mandagi, DanPos AU Tambolaka, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten SBD Drs Agustinus Pandak, Kepala Dinas Kominfo SBD drh Rihimeha A. Praing.

Serta, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Daud Lende Taka, Kasat Pol PP Kabupaten SBD, para tamu undangan dan seluruh peserta apel.

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutannya sebagai pembina apel mengatakan bencana merupakan peristiwa atau suatu rangkaian yang mengancam kehidupan masyarakat.

Dan, mengancam atau mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor non alam maupun faktor manusia.

Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

“Dari aspek geografis Kabupaten SBD merupakan salah satu kawasan yang rawan terhadap bencana. Dan dari data kajian bencana bahwa daerah ini berpotensi mengalami bencana alam berupa gempa bumi tektonik, tsunami, banjir, tanah longsor, angin, kekeringan dan kebakaran,” ujarnya.

Di samping itu, SBD merupakan salah satu zona gempa bumi di pulau Sumba karena adanya sesar Pondo Watu yang terletak sekitar wilayah Kodi sehingga memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami terutama wilayah pesisir pantai.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan untuk menyikapi kondisi tersebut, Pemda Kabupaten SBD telah memiliki alat Wrs/Sensor sebagai pendeteksi gempa bumi dan tsunami yang bertempat di kantor BPBD, serta telah dipasang rambu-rambu evakuasi saat terjadi tsunami.

Rambu waspada gelombang pasang tanah longsor dan kebakaran padang yang terletak pada beberapa titik di wilayah Kecamatan.

Melihat kondisi SBD yang memiliki potensi ancaman bencana yang cukup tinggi, maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam penanggulangan bencana alam yang dilakukan secara komprehensif.

Multi sektor dan melibatkan masyarakat secara luas serta diperlukan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi sehingga kita dapat mengurangi tingkat risiko bencana.

Apel Kesiapsiagaan bencana alam yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah antisipasi dini meminimalisir risiko bencana serta bertujuan mengecek kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana dan dukungan logistik.

"Sehingga saat terjadi bencana seluruh petugas, baik BPBD, Polri/TNI, dan masyarakat sudah siap siaga dan tanggap bencana,” katanya.

Dalam waktu dekat kita akan memasuki musim hujan yang tentunya sangat rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Untuk itu perlu sinergitas semua pihak, baik pemerintah, TNI, Polri dan semua instansi pemerintah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di musim hujan.

Serta hal penting lainnya yang perlu diwaspadai adalah kesadaran masyarakat SBD untuk tanggap dan selalu siaga saat hujan deras disertai angin kencang.

Sebelum mengakhiri sambutan atas nama pemerintah dan masyarakat SBD, Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan kerja sama yang terjalin antara pemerintah Kabupaten SBD melalui BPBD.

Dan perangkat daerah lainnya bersama TNI, Polri, para relawan, serta semua unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten SBD. Sehingga setiap bencana yang terjadi dapat diatasi dengan baik.

Dan ini merupakan berkat kerja sama dan dukungan semua pihak dan lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

“Segala kekurangan dan kendala yang dihadapi selama ini mari kita perbaiki secara bersama-sama untuk menciptakan tim yang solid, kuat dan profesional dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di Kabupaten SBD,” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto/toeb)