Pers Kominfo SBD Sosialisasi Perbub Tentang Protkes Covid-19

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Pers Kominfo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyosialisasikan Peraturan Bupati (Perbub) SBD nomor 36 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Prokes).

Pada acara adat kawin mawin atau pindah adat antara keluarga besar Tanariwu Kabupaten Sumba Barat dengan keluarga besar Wewewa Barat dan Loura, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/9/2020).

Sosialisasi ini dilakukan oleh Pers sesuai permintaan Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dalam rapat interen bersama Tim Satgas Covid-19 pada tanggal 17 September 2020 dua hari lalu.

Bupati meminta Pers untuk membantu menyosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Perbub Nomor 36 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum (Prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19” di Kabupaten SBD.

Octavianus Dappa Talu Pers Kominfo Kabupaten SBD, selain menyosialisasikan Perbub nomor 36 tahun 2020, dirinya juga menjelaskan bahwa Kabupaten SBD saat ini kembali berada dalam zona merah.

Pasien 04 Kabupaten SBD yang terpapar Covid-19 dari unsur TNI AD yang merupakan pelaku perjalanan dinas ke luar daerah. Dan sampai saat ini yang bersangkutan masih dirawat di RS Karitas Waitabula.

“Untuk itu, kita wajib mematuhi Prokes dengan memggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, menjaga jarak, menghindari tempat kerumunan massa, dan membawa hand sanitizer saat keluar rumah atau bepergian yang jauh,” ujarnya.

Lebih lanjut Octa mengatakan, orang-orang atau teman anggota TNI yang sudah berkontak langsung atau yang bertemu dengan pasien 04 Covid-19 sudah di-swab oleh pihak RS Karitas Waitabula dan swab-nya sebanyak 247 yang dibawa dan diangkut helikopter 2 hari lalu untuk diperiksa di Laboratorium RSUD Prof. D.R. W.Z. Johanes Kupang.

Mudah-mudahan hasilnya semua negatif, sehingga pasien yang terpapar Covid-19 tidak ada yang bertambah. Kita harus tetap waspada untuk mencegah penularan Covid-19.

"Walaupun kita dalam status new normal atau dengan kata lain adaptasi kebiasaan baru. Karena Covid-19 tidak mengenal orang kaya atau miskin dan tidak mengenal pejabat, entah itu Polri, TNI, Brimob, Bupati, Pengusaha, ASN, atau pejabat tinggi lainnya,” ungkapnya.

Octa juga menjelaskan mengenai sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi atau tidak mengindahkan anjuran prokes sesuai Perbub nomor 36 tahun 2020.

Sanksi yang pertama adalah sanksi denda adiministrasi bagi orang yang tidak memakai masker sebesar Rp200.000 per orang. Dan sanksi yang kedua adalah kerja kebun bagi masyarakat yang tidak sanggup bayar denda administrasi.

Sedangkan bagi pengusaha, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat atau fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana cuci tangan dan tidak mematuhi prokes lainnya akan dikenakan denda administrasi sebesar Rp500.000.

Pantauan media Kominfo dan Jarmas SBD, acara pindah adat antara kedua rumpun keluarga berjalan dengan baik.

Dan semua keluarga dan tamu undangan yang ikut bahkan dari keluarga besar Tanariwu Kabupaten Sumba Barat semuanya mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Apresiasi dari Pers Kominfo buat keluarga besar Wee Leo, Wewewa Barat dan Loura menyediakan masker untuk dibagikan kepada keluarga atau tamu undangan yang tidak menggunakan masker. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto/toeb)