Sejumlah Pemuda dan Masyarakat SBD Lakukan Aksi Germas

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) melakukan aksi Gerakan Masyarakat Anti Kekerasan (Germas), terkait kasus Mario Nariti agar segera dituntaskan dan transparan, yang telah menjadi perhatian masyarakat secara umum dan khususnya masyarakat di Kabupaten SBD.

Aksi Germas dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Titus Kura dan puluhan orang lainnya, didepan Polres SBD dan Gedung DPRD SBD, Selasa (3/11/2020).

Aksi Germas yang dimulai dari Stadion Galatama yang dilanjutkan ke kantor Polres SBD dan berakhir di gedung DPRD SBD.

Dalam aksi Germas tersebut menegaskan pada poin pertama, menolak berbagai bentuk kekerasan pada setiap warga masyarakat SBD.

Poin ke-dua, mendesak Polres SBD untuk secepatnya menyidik dan menangkap pelaku. Poin ke-tiga, mendorong agar proses penyidikan tersebut transparan dan tidak ditutup-tutupi.

Poin ke-empat, mendesak pimpinan DPRD untuk memerintahkan Badan Kehormatan Dewan agar segera memeriksa dan meminta keterangan 2 oknum anggota DPRD yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan kekerasan tersebut.

Poin ke-lima, meminta Badan Kehormatan Dewan untuk transparan dalam menangani laporan masyarakat.

Dan apabila ke-dua oknum terbukti terlibat dalam aksi kekerasan untuk segera mengeluarkan surat rekomendasi pemecatan dan pemberhentian dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten SBD.

Poin ke-enam, meminta lembaga DPRD untuk mengawasi jalannya proses hukum para pelaku kekerasan terhadap saudara Mario Nariti.

Mewakili Kapolres SBD, Kasat Reskrim Polres SBD Iptu Bambang Irawan menjelaskan bahwa kasus penganiayaan terhadap saudara Mario Nariti yang sempat viral di media sosial beberapa hari yang lalu, sudah dinaikkan ke status penyidikan setelah sebelumnya melewati tahap penyelidikan.

Dirinya meminta masyarakat untuk tetap mendukung kerja Polres SBD agar kasus ini bisa diselesaikan secara baik.

Iptu Bambang juga menegaskan bahwa dengan naiknya kasus ke tingkat penyidikan semacam ini tentu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun cemas dengan penanganan kasus penganiyaan terhadap saudara Mario Nariti.

“Serahkan semuanya kepada penegak hukum, dan kami tetap mengacu pada aturan apabila salah maka kita tetapkan itu salah. Kita tidak main-main dan tidak perlu juga kita tutup-tutupi” ujarnya pada media di Polres SBD.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua DPRD SBD Rudolf Radu Holo saat menerima aksi Germas di depan gedung DPRD SBD. Lembaga DPRD mendukung aksi Germas yang dilakukan oleh sejumlah pemuda dan masyarakat SBD yang anti pada kekerasan. 

"Setelah mendapat surat kemarin, hari ini kami pimpinan dewan dalam hal ini sebagai Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II hadir semua untuk menerima aksi Germas oleh masyarakat SBD,” ujarnya.

Dirinya juga minta pada penegak hukum untuk memproses masalah ini secepatnya sesuai aturan yang berlaku.

“Kami minta pada Polres SBD untuk mengusut tuntas masalah ini, kalau memang bersalah dihukum sesuai dengan perbuatannya. Kalau dia tidak bersalah maka kami mohon juga pada Polres SBD untuk tidak melakukan hal-hal diluar aturan hukum” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto/toeb)