Tim I Rajawali Lakukan Sosialisasi dan Edukasi di Sekolah

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, melakukan sosialisasi dan edukasi bagi sekolah-sekolah dalam penerapan New Normal.

Dipantau oleh media Tim 1 Rajawali berjumlah 14 orang yang dipimpin oleh Serka Hendrikus Umbu Warata dari unsur Kodim 1629/SBD.

Tim terdiri dari unsur TNI 3 orang dan 11 orang ASN melakukan monitoring pada beberapa sekolah di wilayah desa Karuni, desa Bondo Boghila dan desa Lete Konda, Kamis (23/7/2020).

Dalam kegiatan tersebut tim 1 Rajawali memastikan ada jarak 1-2 meter antara murid di dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, memastikan guru dan murid menggunakan masker, memastikan ada tempat cuci tangan yang disediakan oleh sekolah.

Serta, memastikan ada handsanitiser, memastikan ada pembagian jam belajar antar kelas, memastikan tidak ada penjual jajanan di sektitar sekolah dan memastikan tersedia surat edaran Bupati SBD tentang penerapan New Normal.

Dalam arahannya didepan guru dan murid, Serka Hendrikus Umbu Warata mengatakan kegiatan ini untuk memastikan dilakukan protokol kesehatan dalam penerapan new normal saat ini.

Dirinya juga berharap adanya dukungan sekolah (guru-guru) untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Bupati untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

"Di SBD kita sudah ada 3 orang yang terpapar covid-19, sehingga ketaatan dan kepatuhan kita bersama untuk mencegah sangat penting sekali dalam penerapan new normal saat ini,” ungkapnya di depan guru-guru.

Kepada murid-murid, Serka Umbu juga menjelaskan apa itu virus corona dan dampak bagi kesehatan manusia dan penyebarannya yang begitu cepat sekali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aurelius R.E. Nganggo Kabid TIK pada Dinas Kominfo SBD yang menjelaskan arti dan maksud dari penerapan New Normal.

“New Normal artinya kita kembali menjalankan kehidupan kita baik dari sisi ekonomi, pendidikan, sosial dan lain sebagainya tetapi dengan rambu-rambu protokol kesehatan. Kami berkeliling untuk memastikan protokol kesehatan kita jalankan bersama,” ujarnya.

Dirinya juga mengaperesiasi beberapa sekolah yang murid-muridnya sudah mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan selalu mencuci tangan.

Ada beberapa siswa dan guru yang ditemui tidak menggunakan masker dengan alasan lupa membawa.

Dalam kesempatan itu tim 1 Rajawali juga membagikan masker bagi yang belum menggunakan dan mengganti masker yang sudah lama.

Diberi imbauan juga agar masker yang digunakan harus selalu dicuci bersih setelah kembali kerumah. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto)