Tim II Covid-19 SBD Berikan Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah

SHARE

Tambolaka, Kominfo– Tim II Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan edukasi di sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru dalam masa pandemi Covid-19.

Upaya ini untuk memastikan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang berkaitan dengan penyediaan sarana cuci tangan, air bersih, sabun, penggunaan masker dan menjaga jarak antara siswa yang satu dengan siswa yang lain diterapkan dengan baik.

Tim terdiri dari personel TNI 3 orang, Satpol PP 2 orang, dan 6 orang ASN melakukan monitoring pada beberapa sekolah di wilayah Desa Wee Pangali, dan Desa Kalena Wanno, Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD, Jumat (24/7/2020).

Dalam kegiatan tersebut, tim 2 Covid-19 SBD memastikan ada jarak 1-2 meter antara murid saat kegiatan belajar mengajar, memastikan guru dan murid menggunakan masker, dan memastikan ada tempat cuci tangan yang disediakan oleh pihak sekolah.

Selain itu, memastikan ada handsanitizer, pembagian jam belajar antarkelas, memastikan tidak ada penjual jajanan di sekitar sekolah dan memastikan tersedia surat edaran Bupati SBD tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Dalam arahan di depan kepala sekolah, guru dan murid, Babinsa Sertu Yonatan Yarif Malo berharap ada dukungan dari pihak sekolah untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran bupati untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan oleh Timoteus Nono sebagai anggota tim 2 Covid-19 yang menjelaskan arti dan maksud dari penerapan adaptasi kebiasaan baru.

“Artinya kita kembali menjalankan kehidupan kita dengan hal baru, kalau beberapa bulan yang lalu siswa diliburkan tapi sekarang ada edaran Presiden, Gubernur dan Bupati SBD berkaitan dengan perilaku hidup bersih dalam memerangi Covid-19," ujar dia.

Seluruh aktivitas dijalankan termasuk pada lembaga pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya tetapi dengan rambu-rambu protokol kesehatan. "Kami berkeliling untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan bersama,” tutur dia.

Dia juga mengapresiasi siswa/siswi SMK N 2 Kota Tambolaka yang patuh pada protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat berada dalam ruang belajar, maupun saat keluar sekolah dan selalu mencuci tangan. 

Selain itu, dia mengimbau kepada guru dan para siswa/siswi agar masker yang digunakan selalu dicuci bersih setelah kembali ke rumah.

Kepala SMK N 2 Kota Tambolaka Frans Ngongo Kabora mengatakan, pihaknya berupaya menjalankan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, antara lain dengan selalu mengimbau dan mengingatkan siswa/siswi agar selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak baik di dalam ruang belajar maupun saat berada di rumah bersama keluarga.

"Siswa yang didapati tidak menggunakan masker saat datang di sekolah langsung disuruh pulang, untuk ambil masker baru bisa masuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar” ujar dia. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)