Tim Rajawali Covid-19 SBD Sosialisasi di SDN dan Masjid Said Sulaiman Weekelo

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Tim Rajawali Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang dipimpin oleh Serka Hendrikus Umbu Warada (personil Kodim1629/SBD) lakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru di SDN Weekelo dan lapangan masjid Said Sulaiman Desa Rada Mata Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis (30/7/2020).

Tim yang terdiri atas personil Kodim 1629/SBD, Polres SBD, Kompi 4 Yon Bimob SBD, Pol PP SBD, Satpol PP dan Dinas Kominfo SBD tidak menemukan adanya aktifitas di SDN Weekelo sehingga dilanjutkan dengan pemberian sosialisasi dan simulasi new normal di lapangan Said Sulaiman.

Serka Hendrikus Umbu Warada menjelaskan penerapan new normal kepada warga yang berkumpul di lapangan agar tetap menggunakan masker dalam aktivitas serta jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan di lingkungan dengan tema New Hope, New Spirit, New Normal.

Dalam arahannya Umbu menekankan masyarakat harus mengetahui tentang pemahaman New Hope, New Spirit dan New Normal.

Walaupun SBD saat ini sudah kembali zona hijau tetapi tidak menutup kemungkinan kembali ke zona merah jika masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan.

Sehingga dalam kehidupan sehari-hari harus membiasakan protokoler kesehatan sesuai ketentuan yang sudah disampaikan oleh pemerintah.

Hal senada juga disampaikan Kabid TIK Dinas Kominfo SBD Aurelius R.E. Nganggo yang menjelaskan pentingnya menggunakan masker dan menjaga jarak khusus di Weekelo.

“Weekelo adalah daerah pelabuhan laut, sehingga akan banyak orang masuk dan keluar, maka warga masyarakat disini harus hati-hati dan waspada, caranya dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tuturnya.

Dirinya juga minta agar masyarakat yang hadir saat ini untuk memberikan edukasi pada anak-anak sekolah yang ada di Weekelo.

Dengan adanya kepatuhan kita pada anjuran protokol kesehatan, maka diharapkan SBD tetap dalam zona merah kedepannya.

Personil Brimob Aipda M.bKaka juga menekankan agar masyarakat tidak perlu merasa takut adanya tim gugus tugas yang terus melakukan patroli dan pemantauan penerapan new normal.

Bahwa di SBD sudah dibentuk tim gugus tugas untuk melaksanakan tugas edukasi ke instansi pemerintahan, tempat ibadah, perkantoran, pasar dan sekolah serta melaksanakan razia masker di jalan raya protokol kota Tambolaka.

Dengan tujuan untuk penerapan new normal yaitu selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak dalam kehidupan sehari hari.

“Bagi masyarakat yang melawan tim gugus tugas ini sama dengan melawan aturan dari Pemerintah. Kami bertugas berdasarkan perintah Presiden dan anjuran Bupati SBD. Semuanya ini bertujuan agar kita sama-sama sehat dan terhindar dari virus corona,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya minta masyarakat Weekelo tetap waspada virus corona masuk ke SBD karena dibawa oleh oranng dari luar SBD. Weekelo adalah daerah pelabuhan di mana kapal barang, kapal feri dan kapal penumpang sering keluar masuk.

Kita harus hati-hati dalam berhubungan dengan orang dari daerah beresiko Covid-19, caranya dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan.

"Besok adalah hari raya Kurban 31 Juli 2020, kami harapkan masyarakat selalu menggunakan masker saat merayakannya,” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/)