Tim Satgas Covid-19 SBD Turun Tangan Atasi Antrian Panjang di SPBU

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Ratusan kendaraan roda 2 (dua) dan 4 (empat) di SPBU Radamata belum mengindahkan imbauan pemerintah pusat dan daerah agar tidak melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dijual secara eceran.

Karena hal tersebut akan berdampak merugikan masyarakat yang benar-benar membutukan BBM untuk keperluan yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, para pengendara roda dua yang antri BBM jenis premium berdempetan dan tidak menjaga jarak. Seperti terlihat pada SPBU Radamata Kecamatan Kogata Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/8/2020).

Antrian panjang untuk mendapatkan BBM Jenis Premiun tersebut dimulai sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.30 Wita akhir bisa diatasi dan sangat kondusif setelah dengan sigap Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memasang pembatas jarak setiap kendaraan roda dua SPBU Radamata tersebut.

Seperti diketahui BBM jenis Premium jauh lebih murah dibanding dengan BBM jenis Petalite dan Pertamax dengan harga yang mahal. Untuk BBM jenis Premium dengan harga Rp 6.400/liter, Pertalite dengan harga Rp 7.500/liter sedangkan Pertamax dengan harga Rp 9.000 /liter.

Pada kesempatan tersebut Pasi Log Kapten Inf. M. Zainul Eksan sebagai koordinator Tim bersama anggota Tim Satgas Covid-19 SBD menghimbau masyarakat yang datang untuk mengisi BBM agar wajib menggunakan masker dan masuk sesuai jalur yang sudah diarahkan dan pembatas yang dipasang oleh tim Covid-19.

Kalau ada yang masuk tidak mengikuti aturan yang ada, maka tidak akan dilayani pengisian BBM. Karena kendaraan sudah diatur dengan dua barisan motor dan menempati posisi sesuai jarak yang sudah dibuatkan pembatas oleh tim Covid-19 SBD.

“Untuk itu, kami minta keada setiap operator yang melayani pengisian BBM agar tidak melayani masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak mengikuti jalur sesuai pembatas yang sudah dipasang tim Covid-19 serta aturan yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI sampai ke daerah termasuk Kabupaten SBD” ujarnya.

Zainul meminta kepada pengawas SPBU Radamata Noviana Deta Karere dan operator yang melayani pengisian BBM di SPBU Radamata, agar betul-betul mengingatkan setiap pengendara roda dua dan empat maupun angkutan umum yang datang mengisi BBM.

Kalau ada yang tidak menggunakan masker dan tidak aturan yang sudah kami buat sebagai tim Covid-19/SBDta sesuai posisi dan pembatas jarak tidak usah dilayani untuk pengisian BBM.

"Apabila tidak mengikuti aturan yang sudah kami buat dan aturan yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI, terpakasa SPBU ini kami akan tutup. Kami punya hak menutup SPBU ini sesuai perintah dari Prseiden RI, lihat apa yang kami gantungkan masing-masing di leher. Ini merupakan tanda pengenal kami, ini adalah perintah yang kami jalankan. Kalau tidak ada perintah dari pusat, tidak akan mungkin kami berada di SPBU ini” tegas Zainul.

Pada kesempatan tersebut pengawas SPBU Radamata Noviana Deta Kerere juga menghimbau kepada operator yang melayani pengisian SPBU agar lebih tegas mengahapi masyarakat yang tidak menggunakan masker dan yang tidak mengenal aturan. "Kalau ada yang tidak menggunakan masker dan tidak mengikuti aturan yang ada jangan dilayani pengisian BBM."tandasnya.

Noviana mengharapkan semua operator lebih tegas, kalau ada yang tidak taat aturan disuruh pulang dan tidak boleh dilayani pengisian BBM.

“Jika kalian semua operator tidak tegas, kita yang kena kritik dan ditegur oleh Tim Covid-19 SBD. Kita semua akan merasa rugi, apabila SPBU ini benar-benar ditutup oleh Tim Satgas Covid-19” tuturnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Isto)