Tim Satgas SBD Gelar Rakor Penerapan New Normal

SHARE

Tambolaka, Diskominfo – Tim pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Rapat Koordinasi penerapan New Normal bersama para kepala desa, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan stakeholder di Kecamatan Wewewa Barat, Selasa (2/6/2020).

Dalam arahannya, Wakil Ketua Pelaksana Tim Covid-19 Yohanes Tende mengatakan, tim tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Hari ini kita sosialisasikan penerapan New Normal di SBD. Covid-19 sudah diatur dalam UU No. 12 tahun 2020 dan masuk dalam bencana nasional non alam," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, SBD sebagai kabupaten yang masuk zona hijau dengan ditandai belum ada satu pun masyarakat SBD yang terpapar Covid-19. Kabupaten SBD masuk dalam 104 kabupaten di Indonesia dan 14 kabupaten di NTT yang boleh melaksanakan New Normal.

“Kita boleh melaksanakan segala aktivitas dengan pengawasan yang ketat dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Kabupaten SBD adalan kabupaten pertama yang melaksanakan New Normal dengan dikeluarkan surat edaran Bupati SBD pada 31 Mei 2020 dan disosialisasikan di seluruh wilayah dan masyarakat SBD,” ungkap Jhon Tende sapaan akrab dia.

Dia menjelaskan, New Normal ini adalah salah tatanan kehidupan baru atau era hidup baru, yang akan membiasakan cuci tangan, pakai masker saat berpergian, dan selalu menjaga jarak.

"Pola kehidupan ini yang akan dilaksanakan dalam era New Normal, dengan diterapkan New Normal masyarakat boleh beraktivitas tapi tetap dalam pengawasan protokol kesehatan," jelas dia.

Dia juga menegaskan bahwa, New Normal adalah kewaspadaan, jika dalam perjalanan New Normal ini ada salah satu warga SBD yang terpapar Covid-19 maka statusnya akan dicabut dan ditetapkan status tanggap darurat.

Maka dia minta kepada seluruh peserta yang hadir agar menjadi corong informasi, estafetkan apa yang sudah didengar dan didapatkan hari ini untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar benar-benar menerapkan New Normal.

Dia mengatakan, Pelayanan Publik terbaik adalah ketika negara hadir dan para pejabatnya hadir untuk menyelamatkan jiwa manusia. "Kita semua harus menjadi pahlawan kemanusiaan dan menyelamatkan Masyarakat," ujar Jhon Tende.

Hal senada disampaikan oleh dr. Margaretha Selan bahwa, seluruh pelayanan publik sudah dibuka kembali dengan diterapkan New Normal. Seluruh masyarakat boleh beraktivitas, tetap patuh pada protokol kesehatan.

Dalam era tatanan hidup baru, lanjut dia, banyak perilaku hidup yang perlu diubah seperti selalu cuci tangan, pergi kemana saja selalu pakai masker, dan selalu jaga jarak.

Jika ada bapak/ibu atau anak yang hendak pergi ke luar Sumba maupun balik ke Sumba, harus mengurus Surat Keterangan Sehat dengan ditandai hasil rapid test. "Tanpa rapid tes anda tidak bisa melakukan bepergian maupun masuk di Sumba, dan untuk masyarakat SBD bisa melakukan rapid test di RS Karitas Weetebula," ujar dia.

Camat Wewewa Barat Simon Lende mengatakan, semua tidak boleh menakuti masyarakat, tapi memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan virus ini.

“Saya minta seluruh yang hadir untuk memberi informasi kepada masyarakat, berikan mereka pemahaman, agar benar-benar mengerti apa itu New Normal," ungkap dia. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Isto)