Tutup Buku Tahun 2020, Kopdit Daya Husada Gelar RAT

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Tutup buku tahun 2020, Koperasi Kredit (Kopdit) Daya Husada gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara zoom meeting di stadion Galatama Desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/3/2021).

RAT yang digelar secara zoom meeting ini dipimpin langsung oleh ketua badan pengurus Mathias Jenga di Aula Posko Covid-19 SBD Galatama dan diikuti oleh puluhan anggota secara langsung, sedangkan yang lainnya melalui zoom meeting.

Ketua Kopdit Daya Husada, Mathias Jenga yang ditemui media usai zoom meeting mengatakan RAT tutup buku tahun buku 2020 dilakukan secara zoom meeting mengingat wabah Covid-19 yang sedang melanda saat ini.

Sehingga badan pengurus memutuskan RAT koperasi dilaksanakan secara zoom meeting karena tidak boleh melibatkan banyak orang.

Mathias menjelaskan Koperasi Daya Husada yang berdiri sejak tahun 2009 ini merupakan koperasi keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten SBD yang tersebar di 16 Puskemas, Rumah Sakit Karitas, RSUD Reda Bolo dan kantor Dinas Kesehatan SBD sendiri.

Awal mulanya pada tahun 2009 yang lalu, teman-teman seirng mengeluhkan untuk mengatasai urusan anak sekolah dan urusan ekonomi rumah tangga lainnya.

"Jika meminjam uang apabila kapepet  harus membayar bunga yang tinggi 15-25% dari pihak lain. Sehingga kami berpikir lebih baik kami membentuk koperasi dengan bunga pinjaman 1%,” ujarnya.

Lebih lanjut Mathias menjelaskan hingga saat ini anggota koperasi Daya Husada sudah mencakup 1 kabupaten dengan jumlah anggota aktif 646 orang yang tersebar di 11 kecamatan.

“Ada filisofinya Daya Husada, Duit Anggota Yakin Aman (DAYA), Hasil Usaha Semua Anggota Dapat Adil (HUSADA). Saat ini di tahun buku 2020, SHU yang dibagikan ada Rp 369.880.000 setelah dipotong semua biaya-biaya,” tuturnya.

Ketua pelaksana Posko Covid-19 SBD secara sadar memaklumi adanya gangguan secara ekonomi bagi anggota koperasi di masa pandemi ini.

Dirinya mengimbau kepada seluruh anggota agar diusahakan agar kewajiban dipenuhi dan usahakan jangan sampai pinjam di luar lagi yang bunganya besar dan memberatkan keluarga.

Dirinya juga menghimbau agar dimasa pandemic ini tetap mematuhi anjuran-anjuran protokol kesehatan 5M dan 3T guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di SBD.

Sebagai orang kesehatan kita ini adalah pelaku, maka kita harus menjadi contoh dalam penerapan 5M dan 3T kita jalankan.

"Sehingga apa yang menjadi program pemerintah kita sebagai orang yang terdepan untuk melaksanakan protokol kesehatan,” katanya. (MC. Kabupaten SBD/Isto/toeb)