Wakil Bupati SBD Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera

SHARE

Tambolaka, Kominfo – Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka menjadi inspektur upacara penurunan sang saka merah putih peringatan HUT ke-75 RI di Stadion Lapangan Galatama Tambolaka Kabupaten SBD Propinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2020) sore hari.

Turut hadir dalam pelaksanaan upacara tersebut Wakil Ketua I DPRD SBD, H. Syamsi Pua Golo, Kapolres SBD AKBP Joseph F.H Mandagi, Kasdim 1629/SBD Mayor CZI Sunoko, Plt. Sekda SBD Bernardus Bulu dan beberapa pimpinan OPD lainnya.

Adapun yang menjadi Komandan upacara Pasi Pers Kapten Inf. Tito Baptista Lato, sedangkan Perwira Upacara Kapten Inf. M. Zainul Eksan dan Pasukan pengibar dan penurunan sang saka Merah Putih 3 orang dari personel TNI Kodim 1629/SBD.

Usai pelaksanaan upacara penurunan bendera Merah Putih Chris Taka sapaan akrab wakil Bupati SBD bersama rombongan langsung mengikuti upacara virtual di Rumah Jabatan Bupati SBD.

Chris Taka yang ditemui media usai upacara penurunan bendera mengatakan HUT ke - 75 Republik Indonesia ini menjadi satu momen atau semangat bagi Indonesia untuk membangun agar menjadi maju seperti negara lain didunia. Dirinya mengambil contoh negara Amerika Serikat (AS) pada usia ke 75 tahunnya mulai bangkit menjadi negara maju dan pada usia ke 150 tahun sudah menjadi negara super power.

“Dari sisi usia 75 tahun sudah cukup matang, tentunya kita juga harus jadikan 75 tahun kita harus jadikan usia ini sebagai masa untuk merefleksikan sejumlah hal yang perlu untuk membangun bangsa ini. Kalau kita berkaca pada negara-negara yang sudah maju seperti AS, diusia ke 75 tahun mereka sudah menunjukan keberadaannya sebagai negara yang cukup menguasai dunia, diusia ke 150 tahun sudah menjadi negara adi daya. Indonesia saya yakin sudah berada dalam pola pikir yang sama seperti ini,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Chris menekankan, pentingnya meningkatkan kualitas SDM masyarakat SBD sesuai dengan program tujuh Jembatan Emas yaitu desa pintar. Dirinya juga menjelaskan, upaya-upaya nyata yang sudah dibuat oleh Pemda SBD untuk meningkatkan kualitas SDM dari tingkat desa, dengan mengangkat tenaga kontrak guru sebanyak mungkin dan adanya tenaga sarjana pendamping desa.

Dirinya meminta agar masyarakat SBD secara khusus dan Sumba secara umum untuk tidak terprovokasi dengan viralnya pernyataan Gubernur oleh media bahwa Sumba dan Timor adalah penyumbangan masyarakat bodoh dan miskin terbesar di NTT.

“Masyarakat jangan menganggap itu sebagai ancaman atau mendiskreditkan masyarakat Sumba dan Timor, sejatinya dalam hal membangun akan ada banyak tantangan, hambatan, cobaan, gangguan dan rintangan. Oleh karena itu, kita ambil positifnya, pernyataan itu menjadi motivasi bagi kita untuk terus bangkit dan membangun, khususnya untuk program kita desa pintar,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kata pintar itu relatif, pintar yang dimaksud adalah mengelolah sesuatu yang sifatnya merubah pola hidup dari yang kurang bagus menjadi bagus atau tidak bagus menjadi bagus, itu yang diharapkan.“Saya kira adanya pernyataan itu tidak perlu kita tanggapi, tetapi mari, kita terus berbenah dan membangun khususnya SDM kita. Mari, kita jadikan motivasi untuk terus bangkit dan membangun,”tambahnya. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa/Eyv)