Pj. Sekda SBD Buka Kegiatan Musrenbangcam di Kecamatan Wewewa Barat

SHARE

Waimangura, Kominfo – Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Fransiskus M. Adilalo, S.Sos membuka kegiatan Musrenbangcam di Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/3/2022).

Kegiatan Musrenbangcam yang dibuka oleh Pj. Sekda dihadiri oleh Anggota DPRD SBD Dapil 3 Wewewa Barat dari Fraksi Partai PAN, Alfonsus Y. Kodi, Camat Wewewa Barat, Antonius Kette, S.Tp, Perwakilan dari Koramil 1629-01 Laratama, Kapolsek Wewewa Barat, Ipda Bang Ali Baesapa, Kepala Puskesmas Waimangura, Ketua TP-PKK Wewewa Barat, para Pimpinan OPD, para Kepala Desa se-kecamatan Wewewa Barat, Tokoh Pendidikan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Dalam sambutan Bupati SBD yang dibacakan oleh Pj. Sekda, Adilalo mengatakan bahwa Musrenbangcam merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang didasarkan masukan dari Desa serta menyepakati rencana kegiatan lintas Desa.

“Masukan ini menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan kecamatan yang akan dibahas lebih lanjut dalam forum OPD dan forum Musrenbang tingkat Kabupaten sebagai dasar rencana satuan kerja perangkat daerah tahun anggaran 2023. Sehingga menghasilkan suatu program atau kegiatan yang konkrit serta berdampak bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Melalui kesempatan yang berbahagia ini, Pj. Sekda menyampaikan bahwa harapan kita bersama kedepan adalah “Terwujudnya masyarakat SBD yang maju, berkualitas, berdaya saing, demokratis dan sejahtera”. Dengan fokus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terarah pada kebijakan daerah pemerintah Kabupaten SBD yang dikemas melalui program 7 jembatan emas yakni: “Desa Bercahaya, Desa Berair, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Aman, dan Desa Wisata”.

Adapun fokus atau prioritas program pembangunan Kabupaten SBD pada tahun 2023 diarahkan pada peningkatkan kualitas infrastruktur penunjang usaha perekonomian masyarakat dan peningkatkan produksi pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan untuk menopang ketersediaan bahan pangan.

Pj. Sekda juga menjelaskan mengenai masalah stunting di Kabupaten SBD yang berada pada urutan ke-4 dengan angka stunting yang  meningkat signifikan pada bulan Februari 2022 yaitu 45,32% jika dibandingkan pada bulan Agustus 2021 hanya 31,25%.

“Oleh karena itu Desa wajib mengalokasikan anggaran untuk PMT Penyuluhan dan PMT Pemulihan bagi balita gizi kurang dan gizi buruk,” tuturnya. (MC. Kabupaten SBD/Isto)