Dialog antara Komunitas Pengusaha Peternak Babi SBD dengan Bupati SBD
Tambolaka, Kominfo SBD – Komunitas Pengusaha Peternak Babi SBD berdialog langsung dengan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla, ST, bertempat di Lopo Rumah Jabatan Bupati SBD, Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut menyoroti kesulitan peternak akibat kebijakan penutupan akses pengiriman babi dari luar wilayah untuk mencegah penyakit African Swine Fever (ASF).
Koordinator pengusaha ternak babi SBD, Alexsander Ngongo Wunda mengatakan permintaan babi meningkat, namun ketersediaan babi lokal di Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya (SBD), semakin menipis menyebabkan harga babi lokal di SBD menjadi sangat mahal dan sulit dijangkau oleh warga.
Alexander Ngongo Wunda meminta dari Pemkab SBD untuk memberikan izin mendatangkan babi dari luar daerah, mengingat adanya kelonggaran pengiriman di kabupaten lain.
Para pengusaha mengeluhkan kerugian ekonomi dan kesulitan membayar pinjaman bank akibat penutupan akses pengiriman tersebut.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST memberikan tanggapan terkait kebutuhan ternak. Beliau menyatakan dukungan terhadap para pengusaha yang berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Bupati Ratu Wulla berencana mengeluarkan surat izin untuk mendatangkan ternak babi dari luar Sumba pada minggu depan.
Bupati memberikan syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh para pengusaha. la meminta agar seluruh proses distribusi dilakukan secara tertib, teratur, dan melalui verifikasi kesehatan yang sangat ketat.
Sebagai langkah antisipasi Pemerintah Kabupaten SBD memberlakukan masa percobaan selama satu bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut ditemukan adanya indikasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika yang meresahkan masyarakat, maka izin tersebut akan langsung dicabut.
Diakhir dialog Bupati Ratu Wulla memberi saran kepada para pengusaha ternak babi agar mengembangkan usaha di sektor lain seperti pertanian dan harus bisa mengatur keuangan dengan baik.