Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Bupati Ratu Wula Menghadiri Peresmikan Rumah Belajar Serta Bantuan PLTS Dari MNC Peduli

Kodi, Kominfo SBD – 4 Juli 2026 – MNC Peduli bersama Miss Indonesia 2025 meresmikan Rumah Belajar serta menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi masyarakat Kampung Lete Palolo, Desa Onggol, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (4/7/2026). Program ini merupakan bagian dari kegiatan sosial Beauty with Purpose yang diinisiasi MNC Peduli sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses energi listrik.

Peresmian dilakukan oleh Ketua Pembina MNC Peduli, Liliana Hary Tanoesoedibjo, yang diwakili oleh Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan PLTS berkapasitas 2.400 watt untuk Rumah Belajar serta bantuan panel surya bagi 38 rumah warga di Kampung Lete Palolo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Ketua DPD Partai Perindo Sumba Barat Daya sekaligus Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya, Yusuf Bora, Ketua Fraksi Perindo DPRD Sumba Barat Daya, Stefanus Rangga Bola, anggota DPRD ⁠Matheus Maxi Kaka, Yuliana T. R. Kaka dari Partai Perindo, Camat Kodi Benyamin Kaka, tim Miss Indonesia, aparat Pemerintah Desa Onggol, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Audrey Bianca Callista, Albert Nathaniel, MNC Group, iNews, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya.

Bupati menegaskan bahwa Rumah Belajar yang diresmikan bukan sekadar sebuah bangunan, melainkan ruang yang dipersiapkan untuk mendukung anak-anak agar semakin gemar membaca, belajar, dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai fasilitas belajar yang tersedia. Selain itu, gedung tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai gedung serbaguna untuk kegiatan masyarakat, seperti pertemuan, pelatihan, pembinaan, maupun berbagai kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan bahwa bantuan panel surya yang disalurkan kepada 38 rumah warga diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik yang lebih andal sehingga dapat mendukung kebutuhan rumah tangga, membantu anak-anak belajar pada malam hari, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan merawat bantuan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Chief Residential Solutions ATW Group sekaligus Ketua Yayasan Cita Kasih Global, Albert Nathaniel, menjelaskan bahwa sistem PLTS yang dipasang dirancang mampu menyediakan pasokan listrik selama lebih dari 20 jam. Sistem tersebut terdiri atas panel surya berkapasitas sekitar 3.500 watt peak (Wp) yang dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 5.000 watt hour (Wh), sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara lebih andal dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut baik sinergi yang terjalin bersama MNC Peduli sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan penyediaan energi bersih.

Sementara itu, Miss Indonesia 2025, Audrey menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan semangat “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Ia berharap bukan hanya lampu yang terus menyala, tetapi juga semangat belajar dan semangat juang anak-anak Kampung Lete Palolo. Ia juga berharap Rumah Belajar yang telah dibangun dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pusat pembelajaran dan kegiatan bersama.

Pada kesempatan yang sama juga Ketua Perindo SBD Yusuf Bora, menyampaikan apresiasi kepada semua Unsur yang terlibat, Miss Indonesia 2025, MNC Peduli, seluruh sponsor, serta Pemerintah Kabupaten SBD yang telah bersama-sama mewujudkan program tersebut.

Bupati SBD Hadiri Pembukaan Sidang Sinode GKS Ke-44 di Sumba Timur

Sumba Timur, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menghadiri secara langsung Pembukaan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) yang diselenggarakan di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran Bupati dalam forum tertinggi GKS ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya dalam mempererat sinergi dan menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah.

Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung suksesnya pembangunan daerah yang berlandaskan pada nilai-nilai iman, persatuan, dan pelayanan tulus kepada masyarakat.

Acara akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur dan dihadiri oleh jajaran pejabat penting, antara lain Anggota DPR RI Komisi XIII, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), jajaran Forkopimda Kabupaten Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Tengah, serta Kepala Bapperida Kabupaten Sumba Barat yang hadir mewakili Bupati Sumba Barat.

Turut hadir Ketua Sinode GKS, para pendeta, utusan peserta sidang dari seluruh klasis se-daratan Sumba, serta tamu undangan dari berbagai unsur.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyambutan adat yang hangat, dilanjutkan dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat, serta penyampaian pandangan strategis dari para tokoh gereja dan pejabat pemerintah.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan gong secara bersama-sama oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Sumba Barat Daya, para kepala daerah se-daratan Sumba, serta pimpinan tertinggi GKS.

Keterlibatan aktif Bupati Sumba Barat Daya dalam prosesi ini merefleksikan dukungan penuh dari jajaran Pemkab SBD terhadap eksistensi dan peran GKS di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menyampaikan bahwa Sidang Sinode ke-44 ini memiliki peran yang sangat krusial, tidak hanya bagi internal gereja dalam mengevaluasi pelayanan dan menetapkan arah kebijakan organisasi, tetapi juga bagi pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen membangun kemitraan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga keagamaan.

Melalui hasil-hasil strategis yang dirumuskan dalam sidang ini, kita berharap gereja dapat terus berjalan beriringan dengan pemerintah untuk menjawab tantangan pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif, serta mewujudkan pembangunan daerah yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Pemkab Sumba Barat Daya berharap pelaksanaan Sidang Sinode ke-44 GKS ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa berkat serta

Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati SBD Sampaikan Amanat Presiden

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat di lapangan Uapacara Mapolres Sumba Barat Daya pada Rabu (1/7/2026).

Peringatan HUT POLRI tahun 2026 ini mengusung tema besar “80 Tahun Mengabdi, POLRI untuk Masyarakat”. Tema ini menegaskan kembali komitmen institusi kepolisian untuk menempatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai muara dari seluruh roda pengabdiannya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati, Dominikus Alphawan R. Kaka, SP., Kapolres SBD beserta seluruh jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para purnawirawan POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Bupati Ratu Ngadu B. Wulla,ST menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 mengandung arti mendalam mengenai jati diri POLRI. Seluruh perjalanan pengabdian kepolisian harus bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Fokus utama pelayanan POLRI saat ini dan ke depan adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Bupati Ratu Wulla saat membacakan amanat Presiden.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan bahwa tantangan tugas POLRI ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensi, POLRI juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh sebagai wujud nyata pelayanan publik, terlebih dengan telah disahkannya Undang-Undang POLRI yang baru.

Menghadapi tantangan yang kian dinamis, Presiden melalui Bupati menekankan lima poin penting yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran POLRI dalam mempersiapkan diri ke depan:

1. Perkuat reformasi kelembagaan POLRI.

2. Tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

3. Perkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kompleksitas ancaman.

4. Tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis dan dinamis.

5. Penguatan legitimasi institusi POLRI di mata publik.

Mengakhiri amanatnya, Bupati Ratu Wulla mengingatkan bahwa tugas pokok POLRI bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, melainkan juga menjaga kepercayaan publik.

POLRI diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif, dengan selalu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri yang utama

Wabub SBD, Launcing Sensus Ekonomi di Kab. SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla ST memberi sambutan dan membuka Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kelas Melalui Budaya Literasi dan Numerasi yang menyenangkan jenjang pendidikan SD dan SMP bertempat di Aula Hotel Sumba Sejahtera Kecamatan Mota Tambolaka, Senin (15/6/2026).


Pada kesempaten tersebut turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, penanggung jawab kegiatan, Muhammad Zainul Hilal, para narasumber, tim Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, peserta, dan insan pers dan tamu undangan.


Dalam sambutannya Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu,ST mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Kemajuan Kabupaten SBD pada masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang kita siapkan hari ini, oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus menjadi perharian bersama dan dilaksanakan secara berkelanjutan.


Lebih lanjut Bupati Ratu Wulla mengatakan, saya menyambut baik pelatihan literasi dan numerasi karena merupakan kopetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik, pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif dan berpusat ke peserta didik akan membantu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun karakter anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Bupati Ratu Wulla berharap pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama, tempat berbagi pengalaman dan praktik baik serta mampu menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dan dapat diteruskan kepada rekan-rekan guru lainnya sehingga manfaatnya semakin meluas.


Diakhir sambutan Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, karena keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, dan kualitas sumber daya manusia di tentukan oleh kualitas pendidikan.

Buka Pelatihan Literasi dan Numerasi, Bupati SBD menekankan kemajuan Daerah ditentukan kualitas pendidikan.

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla ST memberi sambutan dan membuka Pelatihan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kelas Melalui Budaya Literasi dan Numerasi yang menyenangkan jenjang pendidikan SD dan SMP bertempat di Aula Hotel Sumba Sejahtera Kecamatan Mota Tambolaka, Senin (15/6/2026).


Pada kesempaten tersebut turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, penanggung jawab kegiatan, Muhammad Zainul Hilal, para narasumber, tim Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, peserta, dan insan pers dan tamu undangan.


Dalam sambutannya Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu,ST mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Kemajuan Kabupaten SBD pada masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang kita siapkan hari ini, oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus menjadi perharian bersama dan dilaksanakan secara berkelanjutan.


Lebih lanjut Bupati Ratu Wulla mengatakan, saya menyambut baik pelatihan literasi dan numerasi karena merupakan kopetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik, pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif dan berpusat ke peserta didik akan membantu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun karakter anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Bupati Ratu Wulla berharap pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama, tempat berbagi pengalaman dan praktik baik serta mampu menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dan dapat diteruskan kepada rekan-rekan guru lainnya sehingga manfaatnya semakin meluas.


Diakhir sambutan Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, karena keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, dan kualitas sumber daya manusia di tentukan oleh kualitas pendidikan.

Bupati SBD Sukseskan Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat

Tambolaka, Kominfo SBD – Gerakan Tanam Serempak nasional di lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Tematana Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Gerakan ini bertujuan untuk mempercepat masa tanam guna meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.


Pada kesempatan ini turut hadir anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin,Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti, Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian RI: Bapak Zuroqi Mubarok, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Joaz Bily Umbu Wanda, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara TimurPenanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Atekan, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang,Roby Darmawan, kepala SMK Pertanian Pembangunan Kupang Dr. Bogath K.Watuwoya Kupang, Forkopimda, tamu undangan.


Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu B.Wulla dalam sambutannya mengatakan gerak dilaksanakan sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.Pertanian sebagai sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.


Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi pertanian yang besar, mencakup 7.541 hektar lahan sawah dan 61.988 hektar lahan kering. Upaya ini didukung oleh 2.808 kelompok tani, 147 gapoktan, 120 penyuluh pertanian, dan 9 brigade pangan. Luas tanam padi mencapai lebih dari 33 ribu hektare, dengan luas panen lebih dari 30 ribu hektare. Luas tanam jagung di wilayah tersebut melebihi 51 ribu hektare.Dukungan: Sebanyak 147 Kelompok Tani (Gapoktan) dan 9 Brigade Pangan telah dibentuk untuk mendukung program swasembada pangan ini.


Bupati Ratu Wulla mengajak seluruh pemangku kepentingan—termasuk pemerintah, penyuluh, lembaga keuangan, TNI-POLRI, dan petani untuk bekerja sama meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurut Bupati Ratu Wulla, penggunaan teknologi pertanian yang tepat guna dan penguatan pendampingan bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi.


Diakhir sambutan Bupati Ratu Wulla menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya meyakini bahwa sektor pertanian adalah unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dialog antara Komunitas Pengusaha Peternak Babi SBD dengan Bupati SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Komunitas Pengusaha Peternak Babi SBD berdialog langsung dengan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla, ST, bertempat di Lopo Rumah Jabatan Bupati SBD, Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut menyoroti kesulitan peternak akibat kebijakan penutupan akses pengiriman babi dari luar wilayah untuk mencegah penyakit African Swine Fever (ASF).


Koordinator pengusaha ternak babi SBD, Alexsander Ngongo Wunda mengatakan permintaan babi meningkat, namun ketersediaan babi lokal di Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya (SBD), semakin menipis menyebabkan harga babi lokal di SBD menjadi sangat mahal dan sulit dijangkau oleh warga.


Alexander Ngongo Wunda meminta dari Pemkab SBD untuk memberikan izin mendatangkan babi dari luar daerah, mengingat adanya kelonggaran pengiriman di kabupaten lain.
Para pengusaha mengeluhkan kerugian ekonomi dan kesulitan membayar pinjaman bank akibat penutupan akses pengiriman tersebut.


Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST memberikan tanggapan terkait kebutuhan ternak. Beliau menyatakan dukungan terhadap para pengusaha yang berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Bupati Ratu Wulla berencana mengeluarkan surat izin untuk mendatangkan ternak babi dari luar Sumba pada minggu depan.
Bupati memberikan syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh para pengusaha. la meminta agar seluruh proses distribusi dilakukan secara tertib, teratur, dan melalui verifikasi kesehatan yang sangat ketat.


Sebagai langkah antisipasi Pemerintah Kabupaten SBD memberlakukan masa percobaan selama satu bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut ditemukan adanya indikasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika yang meresahkan masyarakat, maka izin tersebut akan langsung dicabut.


Diakhir dialog Bupati Ratu Wulla memberi saran kepada para pengusaha ternak babi agar mengembangkan usaha di sektor lain seperti pertanian dan harus bisa mengatur keuangan dengan baik.

Bupati SBD Salurkan CSR Aksi Peduli Kasih Bank NTT

Tambolaka, Kominfo SBD – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) Cabang Waitabula melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Peduli Kasih Bank NTT” dengan menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Bunda Nirmala di Waipadi, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, jajaran Bank NTT Direktur Kredit Aloysius Rahmat Aliman Geong, kepala Bank NTT Cabang Waitabula Yustinus M.N. Dunga dan jajaran, tokoh masyarakat, serta para suster pengelola panti asuhan.

Sebelum penyerahan bantuan, Bupati bersama jajaran Bank NTT turut melakukan peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi transaksi keuangan dan peningkatan tata kelola keuangan yang lebih efektif dan transparan di lingkungan pemerintah daerah.

Usai peluncuran KKI, rombongan Bupati dan jajaran Bank NTT mengunjungi Panti Asuhan Bunda Nirmala untuk menyalurkan bantuan melalui program Aksi Peduli Kasih Bank NTT. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial Bank NTT terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di panti asuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT yang tidak hanya berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui berbagai program kemasyarakatan.

“Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Bank NTT dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di panti asuhan serta memberikan semangat bagi mereka untuk terus meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Pengurus Panti Asuhan Bunda Nirmala.

Bupati SBD Hadiri Peluncuran Kartu Kredit Indonesia Bank NTT

Tambolaka, Kominfo SBD – Bank NTT resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Kabupaten Sumba Barat Daya bertempat di Aula Hotel Ela Kecamatan Kota Tambolaka, Kamis 11 Juni 2026.

Peluncuran KKI dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Sekretaris Daerah, Drs. Etmundus N.Nau, para asisten, Kepala OPD, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Rahmat Aliman Geong, Kepala Duvisi supporting Kredir Bank NTT Jefry Corputty, pimpinan cabang Bank NTT se Sumba, pimpinan Provisional Redemptoris, Camat Kota Tambolaka, bendahara OPD dan tamu undangan.

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Rahmat Alamin Geong mengatakan kehadiran Kartu Kredit Indonesia di SBD tidak lepas dari dukungan Pemkab SBD sendiri yang menjadikan SBD sebagai Kabupaten Kota yang ketiga belas di NTT yang memiliki program tersebut.

Aloysius R.A.Grong menambahkan kehadiran KKI ini sendiri adalah jawaban atas tantangan digitalisasi dalam dunia perbankan yang mulai berkembang belakangan ini. Program KKI ini sendiri bukan hadir tanpa tujuan. Menurutnya, kehadiran KKI ini sedianya untuk mempercepat proses transaksi yang aman, cepat, nyaman.

Sementara Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla,ST mengatakan transpormasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan merupakan sebuah kebutuhsn yang harus kita dorong oleh karena itu implememtasi KKI menjadi langkah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan. Akintabel,efisien dan modern melalui sistem transaksi non tunai.

Menurut Bupati Ratu Wulla, Kartu Kredit Indonesia digunakan untuk memudahkan transaksi belanja pemerintah daerah tetapijuga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Ratu Wulla berharap seluruh OPD memanfaatkan KKI secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja pemerintah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Diakhir sambutan Bupati Ratu Wulla mengatakan semoga sinergi yang baik semakin kuat dalam mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat terutama dalam upaya mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi di SBD dan mengoptimalkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan berharapkan KUR yang di kucurkan Bank NTT dapat mengoptimalkan sektor parawisata, peningkatan UMKM, sektor pertanian, peternakan dan perikanan dan penempatan pekerja mingran.

Bupati SBD menyerahan Buku DHKP, SPPT dan PBB SBD T.A 2026

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati SBD menyerahan Buku DHKP (Daftar Himpunan Ketetapan dan Pembayaran Pajak) dan SPPT (Surat Pemberitahuan Paujak Terhutang) PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun Anggaran 2026. Sumba Barat Daya-Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla, ST memberi sambutan dan memberi secara simbolik DHKP dan SPPT PBB tahun 2026 bertempat di Aula Bupati SBD, Rabu (10/6/2026). Kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah, Drs. Etmundud N. Nau, para asisten, Kepala OPD, para camat, para kepala desa/lurah dan tamu undangan.


Dalam sambutannya Bupati Ratu Wulla mengatakan penyerahan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) dan DHKP (Daftar Himpunan Ketetapan Pajak) bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani sebagaimana tercantum dalam visi pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya untuk menciptakan daerah yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.


Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp59.747.483.671.Total PAD tersebut mencakup pokok ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp5.601.113.844.Tujuan anggaran ini adalah untuk menyentuh kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan dasar lainnya.
Tahun 2025 dan tahun berjalan terdapat kenaikan ketetapan sebesar Rp146.394.617 dari nilai tahun 2025 sebesar Rp5.454.719.22 untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Bupati mengajak para camat dan kepala desa/lurah segera didistribusikan kepada wajib pajak secara tepat waktu dan transparan, Edukasi masyarakat melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pajak untuk pembangunan daerah, data subjek dan objek pajak wajib diperbaiki dalam jangka waktu 15 hari untuk menjamin keadilan dan mencerminkan kondisi riil serta wajib pajak yang berada di luar Kabupaten Sumba Barat Daya atau luar Pulau Sumba agar berkoordinasi dengan Bapenda sehingga seluruh wajib pajak dapat melaksanakan kewajibannya, kepala Desa dan Lurah untuk segera melakukan penagihan setelah menerima SPPT tersebut untuk mencapai target pendapatan daerah.


Perintah berharap segera membentuk tim penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) guna mencapai realisasi 100% pada tahun 2026 tanggal jatuh tempo pembayaran PBB pokok tahun 2026 ditetapkan pada 30 September 2026 dan sekaligus menagih tunggakan PBB dari tahun-tahun sebelumnya agar masyarakat terhindar dari denda keterlambatan pembayaran.