Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Juli 2026

Bupati Ratu Wula Menghadiri Peresmikan Rumah Belajar Serta Bantuan PLTS Dari MNC Peduli

Kodi, Kominfo SBD – 4 Juli 2026 – MNC Peduli bersama Miss Indonesia 2025 meresmikan Rumah Belajar serta menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi masyarakat Kampung Lete Palolo, Desa Onggol, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (4/7/2026). Program ini merupakan bagian dari kegiatan sosial Beauty with Purpose yang diinisiasi MNC Peduli sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses energi listrik.

Peresmian dilakukan oleh Ketua Pembina MNC Peduli, Liliana Hary Tanoesoedibjo, yang diwakili oleh Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan PLTS berkapasitas 2.400 watt untuk Rumah Belajar serta bantuan panel surya bagi 38 rumah warga di Kampung Lete Palolo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Ketua DPD Partai Perindo Sumba Barat Daya sekaligus Wakil Ketua II DPRD Sumba Barat Daya, Yusuf Bora, Ketua Fraksi Perindo DPRD Sumba Barat Daya, Stefanus Rangga Bola, anggota DPRD ⁠Matheus Maxi Kaka, Yuliana T. R. Kaka dari Partai Perindo, Camat Kodi Benyamin Kaka, tim Miss Indonesia, aparat Pemerintah Desa Onggol, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Audrey Bianca Callista, Albert Nathaniel, MNC Group, iNews, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya.

Bupati menegaskan bahwa Rumah Belajar yang diresmikan bukan sekadar sebuah bangunan, melainkan ruang yang dipersiapkan untuk mendukung anak-anak agar semakin gemar membaca, belajar, dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai fasilitas belajar yang tersedia. Selain itu, gedung tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai gedung serbaguna untuk kegiatan masyarakat, seperti pertemuan, pelatihan, pembinaan, maupun berbagai kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan bahwa bantuan panel surya yang disalurkan kepada 38 rumah warga diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik yang lebih andal sehingga dapat mendukung kebutuhan rumah tangga, membantu anak-anak belajar pada malam hari, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan merawat bantuan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Chief Residential Solutions ATW Group sekaligus Ketua Yayasan Cita Kasih Global, Albert Nathaniel, menjelaskan bahwa sistem PLTS yang dipasang dirancang mampu menyediakan pasokan listrik selama lebih dari 20 jam. Sistem tersebut terdiri atas panel surya berkapasitas sekitar 3.500 watt peak (Wp) yang dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 5.000 watt hour (Wh), sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga secara lebih andal dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut baik sinergi yang terjalin bersama MNC Peduli sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan penyediaan energi bersih.

Sementara itu, Miss Indonesia 2025, Audrey menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan semangat “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Ia berharap bukan hanya lampu yang terus menyala, tetapi juga semangat belajar dan semangat juang anak-anak Kampung Lete Palolo. Ia juga berharap Rumah Belajar yang telah dibangun dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pusat pembelajaran dan kegiatan bersama.

Pada kesempatan yang sama juga Ketua Perindo SBD Yusuf Bora, menyampaikan apresiasi kepada semua Unsur yang terlibat, Miss Indonesia 2025, MNC Peduli, seluruh sponsor, serta Pemerintah Kabupaten SBD yang telah bersama-sama mewujudkan program tersebut.

Bupati SBD Hadiri Pembukaan Sidang Sinode GKS Ke-44 di Sumba Timur

Sumba Timur, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menghadiri secara langsung Pembukaan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) yang diselenggarakan di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran Bupati dalam forum tertinggi GKS ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya dalam mempererat sinergi dan menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah.

Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung suksesnya pembangunan daerah yang berlandaskan pada nilai-nilai iman, persatuan, dan pelayanan tulus kepada masyarakat.

Acara akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur dan dihadiri oleh jajaran pejabat penting, antara lain Anggota DPR RI Komisi XIII, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), jajaran Forkopimda Kabupaten Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Tengah, serta Kepala Bapperida Kabupaten Sumba Barat yang hadir mewakili Bupati Sumba Barat.

Turut hadir Ketua Sinode GKS, para pendeta, utusan peserta sidang dari seluruh klasis se-daratan Sumba, serta tamu undangan dari berbagai unsur.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyambutan adat yang hangat, dilanjutkan dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat, serta penyampaian pandangan strategis dari para tokoh gereja dan pejabat pemerintah.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan gong secara bersama-sama oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Sumba Barat Daya, para kepala daerah se-daratan Sumba, serta pimpinan tertinggi GKS.

Keterlibatan aktif Bupati Sumba Barat Daya dalam prosesi ini merefleksikan dukungan penuh dari jajaran Pemkab SBD terhadap eksistensi dan peran GKS di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menyampaikan bahwa Sidang Sinode ke-44 ini memiliki peran yang sangat krusial, tidak hanya bagi internal gereja dalam mengevaluasi pelayanan dan menetapkan arah kebijakan organisasi, tetapi juga bagi pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berkomitmen membangun kemitraan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga keagamaan.

Melalui hasil-hasil strategis yang dirumuskan dalam sidang ini, kita berharap gereja dapat terus berjalan beriringan dengan pemerintah untuk menjawab tantangan pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif, serta mewujudkan pembangunan daerah yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Pemkab Sumba Barat Daya berharap pelaksanaan Sidang Sinode ke-44 GKS ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa berkat serta

Pimpin Upacara HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati SBD Sampaikan Amanat Presiden

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung khidmat di lapangan Uapacara Mapolres Sumba Barat Daya pada Rabu (1/7/2026).

Peringatan HUT POLRI tahun 2026 ini mengusung tema besar “80 Tahun Mengabdi, POLRI untuk Masyarakat”. Tema ini menegaskan kembali komitmen institusi kepolisian untuk menempatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai muara dari seluruh roda pengabdiannya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati, Dominikus Alphawan R. Kaka, SP., Kapolres SBD beserta seluruh jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para purnawirawan POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Saat membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Bupati Ratu Ngadu B. Wulla,ST menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 mengandung arti mendalam mengenai jati diri POLRI. Seluruh perjalanan pengabdian kepolisian harus bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Fokus utama pelayanan POLRI saat ini dan ke depan adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Bupati Ratu Wulla saat membacakan amanat Presiden.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan bahwa tantangan tugas POLRI ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensi, POLRI juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh sebagai wujud nyata pelayanan publik, terlebih dengan telah disahkannya Undang-Undang POLRI yang baru.

Menghadapi tantangan yang kian dinamis, Presiden melalui Bupati menekankan lima poin penting yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran POLRI dalam mempersiapkan diri ke depan:

1. Perkuat reformasi kelembagaan POLRI.

2. Tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.

3. Perkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kompleksitas ancaman.

4. Tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis dan dinamis.

5. Penguatan legitimasi institusi POLRI di mata publik.

Mengakhiri amanatnya, Bupati Ratu Wulla mengingatkan bahwa tugas pokok POLRI bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, melainkan juga menjaga kepercayaan publik.

POLRI diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif, dengan selalu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri yang utama