Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Agustus 2026

Bupati SBD Ajak Pelajar Rajin dan Disiplin untuk Menabung dan Meraih Masa Depan

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, memberikan sambutan pada kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) yang berlangsung di Lopo Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bank NTT Cabang Waitabula dengan berkaloborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan menjadi momentum untuk menanamkan budaya menabung sekaligus membangun karakter rajin dan disiplin sejak usia sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan pesan kepada para pelajar agar membiasakan diri hidup **rajin dan disiplin**. Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak.

“Anak-anak harus rajin dan disiplin. Karena dengan rajin dan disiplin yang dipupuk sejak sekarang, akan membawa dampak yang baik bagi masa depan,” pesan Bupati kepada para pelajar.

Bupati juga memberikan contoh sederhana mengenai penerapan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak anak-anak membiasakan diri mempersiapkan segala kebutuhan sekolah sejak malam hari, seperti menyiapkan pakaian dan perlengkapan sekolah.

“Misalnya, malam sudah harus menyiapkan pakaian. Sehingga ketika bangun pagi, kita tidak terburu-buru lagi untuk menyiapkan perlengkapan,” jelasnya.

Menurut Bupati, kebiasaan sederhana tersebut apabila dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter disiplin yang sangat berguna dalam kehidupan, termasuk dalam proses belajar maupun ketika anak-anak memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Selain memberikan motivasi kepada para pelajar, kegiatan Hari Indonesia Menabung juga diisi dengan **pembagian Simpanan Pelajar (Simpel)** kepada para siswa. Pembagian Simpel dilakukan secara langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Program Simpanan Pelajar diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengenal dan membangun kebiasaan menabung sejak dini. Budaya menabung tidak hanya mengajarkan anak untuk mengelola uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan perencanaan untuk kebutuhan di masa depan.

Bupati mengajak para pelajar untuk tidak memandang kebiasaan menabung sebagai sesuatu yang sulit. Menurutnya, menabung dapat dimulai dari hal-hal kecil dan dilakukan secara rutin.

“Mulailah menabung dari sekarang, walaupun jumlahnya kecil. Yang penting adalah membangun kebiasaan,” pesan Bupati.

Kegiatan Hari Indonesia Menabung tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya Paulina K. Maghu, S.P beserta Jajaran, Kepala Bagian Umum Cristian Bili Dangga, Kepala Bank NTT Waitabula Yusthinus M. N. Dunga, para Guru, serta para Pelajar penerima Simpanan Pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap budaya menabung, serta karakter rajin dan disiplin, dapat semakin tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.

Wabup SBD serahkan Bantuan Pangan Beras Tahap II Tahun 2026

Tambolaka Kominfo SBD, – Pt.Perum Bulog Cabang Waikabubak menyalurkan Bantuan Pangan Beras tahap Ke II tahun 2026, penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Desa Watukawula Kecamatan Kota Tambolaka. Rabu (19/8/2026).

Asisten Manager Administrasi dan Keuangan Bulog Cabang Waikabuk, Dwi Agusteni Foes menyampaikan Program Penyaluran Bantuan Pangan Beras ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah sebagai jaring pengaman sosial bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, serta membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Secara nasional, bantuan pangan beras diberikan kepada lebih dari 33 juta penerima yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. Sesuai ketentuan, jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kilogram per penerima untuk 3 bulan alokasi, yaitu bulan Juli sampai dengan September 2026, kali ini tidak ada minyak goreng, tetap, untuk beras di naikan menjadi 30 kg kebutuhan pangan keluarga.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan R. Kaka, SP dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, PT.Perum Bulog Cabang Waikabubak serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan SBD yang terus berkomitmen memastikan bantuan pangan dapat di terima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Wabup mengatakan pada tahap II ini Kabupaten Sumba Barat Daya memperoleh alokasi 1.718 ton beras untuk 57.294 penerima untuk bulan Juli s/September 2026 dan setiap penerima memperoleh 30 kg beras.

Wakil juga berpesan kepada Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan SBD serta Pemerintah Desa Watukawula agar penyaluran dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, tertib dan sesuai dengan ketentuan.

Setelah memberi sambutan Wabup memberikan secara simbolik bantuan pangan beras kepada masyarakat penerima didampingi Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Sosial, perwakilan Perum Bulog Cabang Waikabubak dan Kepala Desa Watu Kawula.

Bupati SBD Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Upacara peringatan detik-detik Kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya, berlangsung di Lapangan Galatama Kecamatan Kota Tambolaka, Senin (17/8/2026).

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla, ST bertindak sebagai inspektur upacara dengan komando upacara Kapten Infantri Tito Baptista Lato.

Upacara dihadiri oleh Wakil Bupati, Dominikus Alphawan R.Kaka,SP, Sekretaris Daerah, Drs.Etmundus N.Nau, Ketua DPRD SBD dan Anggota, Ketua PKK. Forkopimda, para siswa, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tamu undangan.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla ST dalam sambutannya mengatakan, hari ini bukan sekadar peringatan sejarah tetapi momentum untuk memperbaharui tekat kita dalam mengisi Kemerdekaan dengan karya pengabdian dan pelayanan terbaik bagi masyarkat.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan kemerdekanan yang diwariskanan para pendiri bangsa harus terus kita juga melalui kerja nyata persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah yang semakin maju, adil dan sejahtera.

Sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan RI ” Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” kita di ajak untuk memperkuat kemandirian serta menghadirkan pembangunan yang benar-benar di rasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat, semangat tersebut menjadi sejalan dengan Visi Pembangunan Sumba Barat Daya ‘Terwujudnya Sumba Barat Daya hebat, yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045″

Bupati juga menyampaikan capaian dan langkah-langkah keberhasilan yang diraih sampai hari ini bukan karena kerja satu pihak tetapi buah hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pemerintah pusat, dunia usaha, stock holder dan semua elemen masyarakat yang terus memberi dukungan bagi pembangunan daerah.

Bupati Ratu Wulla juga menyampaikan, mari kita jadikan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai energi baru untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi bagi kemajuan daerah. kerja keras, disiplin, integritas, dan kebersamaan, saya yakin Sumba Barat Daya akan tumbuh dengan menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia berdaulat, Adil dan makmur menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati SBD Serahkan Izin Usaha Pengelolaan Perhutanan Sosial

Wewewa Tengah, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla,ST memberi sambutan dan menyerahan SK Izin Usaha Pengelolaan Perhutanan Sosial (IUP-PS) kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Kalingara dan KTH Lelaker di Desa Kalingara, Wewewa Tengah, Jumat, 14 Agustus 2

Pada kesempatan ini turut hadir pimpinan OPD, Kepala UPDT KPH Sumba Barat Daya, Marthen Bulu, S.Hut, Camat Wewewa Tengah dan jajaran, Kepala Desa Lombu, Kepala Desa Mata Lombu, Kepala desa Kalingara, pengurus KPH penerima IUP-PS dan tamu undangan

Dalam sambutannya Bupati SBD, Ratu Ngadu B.Wulla mengatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jajaran Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Timur melalui UPTD KPH kehutanan Sumba Barat Daya, serta seluruh pihak yang telah mengawal proses ini hingga masyarakat Desa Kalingara secara resmi mendapatkan hak legal untuk mengelola kawasan hutan ini.

Selain itu Bupati mengatakan penyerahan dokumen ini bukan hanya administratif semata tetapi sebuah kepercayaan, tanggung jawab, sekaligus kesempatan besar bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara dan produktif, berkelanjutan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. kesempatan ini harus memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat sekitar

Menurut Bupati, hutan dapat menjadi sumber pangan, sumber pakan ternak, serta ruang bagi pengembangan berbagai usaha masyarakat peningkatan ekonomi untuk sesuai dengan ketentuan dan prinsip kelestarian lingkungan.

Bupati berharap Kelompok Tani Hutan (KTH) Kalingara dan KTH Lelaker dapat menjadi contoh keberhasilan perhutanan sosial di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pada kesempatan ini Bupati mengingatkan bahwa hak pengelolaan harus berjalan beriringan dengan kewajiban menjaga kelestarian hutan dengan tidak mengubah kawasan hutan menjadi kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan. sehingga hutan yang kita kelola dapat memberikan manfaata bagi anak cucu di masa depan. Mari kita jadikan penyerahan izin usaha pengelolaan hutan ini ini sebagai awal dari sebuah gerakan untuk menjaga hutan, membangun ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Sumba Barat Daya.

Diakhir sambutan Bupati mengucapkan selamat kepada KPH Weekambala dan KPH Lelaker semoga amanah dan dijalankan dengan gotong royong, transparansi dan bertanggung jawab untuk pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

JNBA 2026 di Sumba Barat Daya, KPK Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini

Tambolaka, Kominfo SBD — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia resmi membuka Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan antikorupsi sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KPK RI yang telah memilih Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai salah satu lokus pelaksanaan Program JNBA Tahun 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi RI yang telah memilih Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai salah satu lokus Program JNBA Tahun 2026,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, kehadiran JNBA di Sumba Barat Daya bukan hanya menjadi sebuah kehormatan, tetapi juga momentum penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui JNBA, KPK menghadirkan edukasi, interaksi dan kolaborasi nyata dengan masyarakat untuk menanamkan budaya hidup berintegritas, menolak berbagai bentuk *petty corruption* atau korupsi kecil yang kerap dianggap biasa, serta memperkuat pelayanan publik yang bersih, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial, melemahkan kepercayaan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, kita harus bersama-sama meneguhkan komitmen untuk membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” tegas Bupati.

Bupati menilai pesan tersebut sangat relevan dengan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Sumba yang menjunjung tinggi kejujuran, kebersamaan dan tanggung jawab.

Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, ASN, perangkat desa, pelaku seni, UMKM, komunitas hingga tokoh adat untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan JNBA.

“Mari kita jadikan acara ini sebagai ruang belajar, ruang ekspresi dan ruang konsolidasi gerakan antikorupsi di daerah kita,” ajak Bupati.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPK RI, Guntur Kusmeiyano, menjelaskan bahwa Program JNBA merupakan bagian dari upaya KPK untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini kepada masyarakat.

Menurut Guntur, pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi perlu ditanamkan melalui kebiasaan sehari-hari sehingga nilai integritas menjadi bagian dari karakter masyarakat.

Ia mencontohkan berbagai gerakan sederhana yang digunakan untuk memperkenalkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda, salah satunya melalui kegiatan “Menyikat Jumat Bersepeda KK”.

Dalam kegiatan tersebut, nilai-nilai antikorupsi dikemas secara sederhana dan mudah dipahami. “Jumat” dimaknai sebagai Jujur, Mandiri dan Tanggung Jawab, sedangkan “Bersepeda KK” mengandung pesan **Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Kerja Keras dan nilai-nilai karakter lainnya.

“Ini merupakan kegiatan bagaimana nilai-nilai ditanamkan sejak dini,” jelas Guntur.

Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, pendidikan karakter dan pembiasaan perilaku berintegritas perlu dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintahan.

Pelaksanaan JNBA di Kabupaten Sumba Barat Daya diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara KPK, pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat budaya antikorupsi sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab bersama.

Kegaiatan ini juga ditandai dengan Penandatangan Bersama Deklarasi Antikorupsi yang ditandatangani oleh Bupati Sumba Barat Daya, Pimpinan DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Sekretarsi Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Pimpinan OPD.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Satuan Tugas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Medio Venda Sukarta, Wakil Ketua DPRD Thomas Tanggu Dendo dan Yusuf Bora, Anggota DPRD Kabupaten SUmba Barat Daya, Perwakilan Polres Sumba Barat Daya, Perwakilan Dandim 1629/Sumba Barat Daya, , Komisioner KPU Sumba Barat Daya, Perwakilan Bawaslu Sumba Barat Daya, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten dan pimpinan OPD, pimpinan lembaga vertikal serta insan pers.

Mengakhiri sambutan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla secara resmi membuka Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) KPK RI Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Bupati berharap pelaksanaan JNBA di Sumba Barat Daya dapat menjadi tonggak penting dalam membangun masyarakat yang berintegritas sekaligus mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi.

“Semoga JNBA 2026 di Sumba Barat Daya menjadi tonggak penting dalam membangun masyarakat yang berintegritas dan pemerintahan yang bebas dari korupsi.”

Bupati SBD Melepaskan Peserta Karvanal Budaya Tahun 2026

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla, ST melepaskan peserta Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Lapangan SDM Weekamburu Desa Wee Renna Kecamatan Kota Tambolaka, Senin (10/8/2026).

Sebelumnya pelepas Bupati Ratu Wulla mengatakan karnaval budaya bukan sekedar untuk memperingati kemerdekaan tetapi menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya, memperkuat persatu serta menumbuh kembangkan rasa bangga terhadap identitas dan warisan budaya daerah.

Selain itu Bupati Ratu Wulla mengajak seluruh peserta karnaval untuk mengikuti karnaval dengan penuh semangat, tertib dan menjunjung tinggi kebersamaan dan menjadikan momentum ini sebagai perwujudan semangat kemerdekaan yang terus di tengah masyarakat.

Pelepasan peserta karnaval umumnya ditandai dengan pengibaran atau pengangkatan bendera start (bendera start) oleh Bupati Ratu Wulla.

Para peserta menampilkan atraksi drumband, busana adat kreasi seperti bros bentuk mamoli, serta tarian tradisional dari berbagai sekolah, instansi, panguyuban serta elemen masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Setelah Pelepasan Bupati beserta rombongan mengeser ke Tambolaka Culiner Center (TCC) sebagai garis finish karnaval untuk menyambut peserta karnaval.

Bupati SBD Buka Festival Tenun Ikat Kodi dan Pentas Seni Budaya Tradisional

Kodi, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., secara resmi membuka kegiatan Festival Tenun Ikat Kodi dan Pentas Seni Budaya Tradisional Sumba Barat Daya yang berlangsung di Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus promosi potensi ekonomi kreatif masyarakat Sumba Barat Daya melalui tenun ikat, seni tari, dan produk UMKM lokal.

Festival yang mengusung tema “Merajut Warisan Leluhur, Bangkitkan Ekonomi, Majukan Sumba Barat Daya” tersebut diselenggarakan oleh Sanggar Tari Wanno Tura bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Kodi dan Pemerintah Desa Mali Iha.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Sekretaris TP PKK sekaligus Dekranasda Kabupaten Sumba Barat Daya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Daya, Supervisi Pelayanan Bank NTT, General Manager Hotel Cap Karoso, Camat Kodi, Ketua PPK Kecamatan Kodi, Kapolsek Kodi, Danramil Kodi, Kepala Desa Mali Iha, para tokoh adat, tokoh masyarakat, para penenun, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutan, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sehingga Festival Tenun Ikat Kodi dan Pentas Seni Budaya Tradisional Sumba Barat Daya dapat terlaksana dengan baik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Sanggar Tari Wanno Tura, Pemerintah Kecamatan Kodi, Pemerintah Desa Mali Iha, seluruh panitia, para penenun, seniman, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan festival sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“Tema yang kita usung hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga kekuatan yang mampu menggerakkan pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Tenun Ikat Kodi kepada masyarakat luas, mengangkat karya para penenun, memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat posisi budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Launching Tari Wolek Kodi, yang menjadi momentum penting dalam memperkenalkan salah satu kekayaan seni budaya Sumba Barat Daya kepada masyarakat yang lebih luas. Bupati menyampaikan harapannya agar Tari Wolek Kodi semakin dikenal, dipelajari, dan dilestarikan oleh generasi muda serta mampu menjadi daya tarik budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional.

“Tari Wolek Kodi dan Tenun Ikat Kodi merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, filosofi kehidupan, semangat kebersamaan, serta identitas masyarakat. Warisan ini adalah kekayaan yang tidak ternilai sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskannya kepada generasi penerus,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mendukung pelestarian budaya melalui penguatan komunitas seni, pemberdayaan para penenun dan pelaku UMKM, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Komitmen tersebut, lanjut Bupati, sejalan dengan visi Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya HEBAT yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya Menuju Indonesia Emas 2045.”

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bangga terhadap budaya sendiri, mencintai tenun daerah, mempelajari seni tradisional, serta terus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Festival Tenun Ikat Kodi dan Pentas Seni Budaya Tradisional Sumba Barat Daya berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya, pameran tenun ikat khas Kodi, promosi produk UMKM lokal, serta penampilan Tari Wolek Kodi yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan pariwisata daerah menuju Sumba Barat Daya yang maju, berdaya saing, dan berbudaya.

https://affittocase.unitus.it/https://detailverliebt-rostock.de/impressum/https://silvae.agroparistech.fr/https://nikamooz.com/https://technika-zahrada.cz/https://sienabioactive.unisi.it/http://www.fotokisza.com/https://nikamooz.com/SLOT GACOR TERBAIKhttps://bripaubrands.co.ke/https://open-dialogue.net/https://jiped.ub.ro/https://shivanigupta.com/https://edc.dpotools.cz/https://cambioclimatico.org.bo/https://ojs.uniska-bjm.ac.id/https://bienestar.unitec.edu.co/https://landing.unitec.edu.co/https://blink-eye.com/https://toncoachsportif.com/https://elaltay.ru/https://ced.cat/https://www.domainedesbellesames.fr/https://digital-signage.jp/TOTO SLOT GACOR