Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Penyegaran Birokrasi SBD, Bupati SBD Lantik 12 Pejabat Eselon II

Tambolaka, Kominfo SBD,– Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi melakukan penyegaran birokrasi pada awal tahun 2026. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.b) di Aula Kantor Bupati SBD, Senin (19/01/2026).
Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Wakil Bupati SBD Dominikus A.R. Kaka, Wakil Kepala Kepolisian Resor SBD, Komandan Kodim 1629/SBD, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula Wakil Ketua DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo dan Yusuf Bora, guna menyaksikan pengambilan sumpah jabatan tersebut.
Dalam Sambutanya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial rutin. Ia menyebut momentum ini sebagai bagian integral dari sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan kompetitif. Kami sangat memperhatikan objektivitas kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, hingga integritas para kandidat sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Lebih lanjut, Beliau menjelaskan bahwa seleksi ini dibuka hingga tingkat nasional dan antar kabupaten/kota dalam provinsi sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten SBD dalam menerapkan Sistem Merit secara konsisten.
Proses seleksi dilakukan melalui empat tahapan pengukuran yang ketat:
Penilaian Rekam Jejak: Untuk membedah integritas dan kinerja masa lalu.
Penilaian Asesmen: Mencakup kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
Penilaian Makalah: Menguji ide dan gagasan inovatif yang relevan dengan jabatan.
Wawancara Akhir: Penilaian menyeluruh oleh panitia seleksi.
Seluruh tahapan tersebut telah melalui verifikasi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah mengantongi persetujuan teknis dari BKN, Pejabat Pembina Kepegawaian kemudian menetapkan satu nama terbaik dari tiga besar calon yang direkomendasikan panitia seleksi.
Bupati juga memberikan peringatan keras bahwa jabatan ini tidak bersifat permanen tanpa hasil. Para pejabat yang dilantik akan dievaluasi secara berkala berdasarkan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas yang telah ditandatangani.
“Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pembinaan, rotasi, hingga pemberhentian jika kinerja tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Adapun 12 pejabat yang resmi dilantik hari ini adalah:
1. Frimery A.P.B Keremata, M.Si – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.
2. Ariyanto M. Dangga Loma, S.STP – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
3. Bangun Munthe, S.IP – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
4. Yohanis Umbu Deta, ST, M.Si – Kepala Dinas Perumahan Rakyat.
5. Paulina K. Maghu, S.Pt – Kepala Dinas Pendidikan.
6. Oktavianus Taruna Muda, S.St – Kepala Dinas Pendapatan.
7. Yohanis Ganti Akal, S.KM – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan.
8. Benyamin Kaba, SE – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
9. Ignasius Leha, ST – Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah.
10.drh. Heryanto B. Bora – Kepala Dinas Perikanan.
11. Stefanus Malo, S.IP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana.
12. Heribertus D. Hakalolu, S.Sos – Kepala Dinas Pariwisata.
Dengan dilantiknya wajah-wajah baru ini, masyarakat menaruh harapan besar pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Sumba Barat Daya sepanjang tahun 2026.

Sekda SBD Pimpin Rapat Evaluasi PAD Semester 2 Tahun 2025

Tambolaka, Kominfo SBD – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat Daya, Drs. Etmundus N. Nau memimpin langsung Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester II Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rapat Kantor Bupati SBD pada Senin (12/01/2026).
Dalam memimpin rapat tersebut, Sekda didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Oktavianus Dapa Deda, serta Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah, Wilhelmus Mali. Rapat ini dihadiri oleh para pimpinan Perangkat Daerah pengelola PAD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Rapat evaluasi ini bertujuan untuk meninjau capaian realisasi penerimaan daerah selama semester kedua tahun 2025, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Sumba Barat Daya. Beliau meminta seluruh instansi terkait untuk lebih inovatif dan tegas dalam menggali potensi PAD agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal di masa mendatang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Oktavianus Dapa Deda, menambahkan bahwa koordinasi antar-sektor harus diperkuat guna meminimalisir kebocoran pendapatan. Sementara itu, Plt. Kaban Pendapatan, Wilhelmus Mali, memaparkan data capaian masing-masing sektor sebagai bahan evaluasi bersama dalam pertemuan tersebut.
Rapat yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat menghasilkan strategi baru yang lebih efektif dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah Kabupaten Sumba Barat Daya memasuki tahun anggaran 2026.

Bupati SBD Resmikan Penerbangan Perdana Batik Air di Bandara Lede Kalumbang

Tambolaka, Kominfo SBD – Konektivitas udara di Pulau Sumba memasuki babak baru. Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi meresmikan penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai Batik Air di Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, pada [Jumat,9/01/2026]. Kehadiran anak perusahaan Lion Group ini menandai pembukaan rute strategis yang menghubungkan Tambolaka dengan Denpasar, Bali (PP).
Dalam operasionalnya di rute ini, Batik Air menyiagakan armada jet modern Airbus A320 yang menawarkan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan standar layanan transportasi udara bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sumba.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi. Turut hadir menyaksikan momentum bersejarah tersebut di antaranya Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga, Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, Kepala Bandara Lede Kalumbang Agus Priyatmono, Wakapolres SBD Kompol Jeffris Fanggidae, serta jajaran pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bangga atas ekspansi layanan Batik Air di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan tonggak sejarah sekaligus langkah strategis dalam memperkuat integrasi wilayah di Pulau Sumba, khususnya bagi Kabupaten SBD, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
“Kehadiran Batik Air bukan sekadar memperpendek waktu dan jarak tempuh, melainkan motor penggerak percepatan pembangunan daerah. Kami meyakini rute Tambolaka–Bali ini akan memberikan dampak konkret bagi penguatan ekonomi kerakyatan dan akselerasi sektor pariwisata di Pulau Sumba,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah daerah dan otoritas bandara. Ia menjelaskan bahwa rute ini dirancang untuk mengintegrasikan Sumba dengan jaringan penerbangan nasional maupun internasional melalui hub di Bali.
“Pembukaan rute Batik Air ini bertujuan untuk menyambungkan Sumba tidak hanya dengan berbagai kota besar di Indonesia, tetapi juga membuka akses ke penerbangan internasional. Kami berkomitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan potensi daerah melalui layanan penerbangan yang prima,” pungkas Capt. Daniel.
Dengan beroperasinya Batik Air, Bandara Lede Kalumbang kini semakin kompetitif dalam melayani arus penumpang dan barang, yang diharapkan dapat menstimulus investasi serta kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi eksotis di Pulau Sumba.

Bupati SBD Resmikan Gedung Bank NTT Capem Kodi Utara

Kori, Kominfo SBD – Bupati Ratu Wula Talu, ST Resmikan Gedung Bank NTT Kantor Cabang Pembantu Kodi Utara
Kodi Utara (SBD) – Sebuah tonggak sejarah baru bagi perekonomian masyarakat Kodi Utara resmi dipancangkan. Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu B. Wula, ST, didampingi Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka, SP, meresmikan gedung baru Bank NTT Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kodi Utara pada Kamis, 08 Januari 2026.
Peresmian ini terasa istimewa karena menandai transformasi besar layanan perbankan di wilayah tersebut, yang semula berstatus Kantor Fungsional kini resmi naik kelas menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP). Peningkatan status ini menjanjikan akses layanan keuangan yang jauh lebih lengkap dan mandiri bagi masyarakat setempat.
Rangkaian acara khidmat ini diawali dengan Misa Syukur dan pemberkatan ruangan yang dipimpin langsung oleh Romo Christo Ngasi, Pr. Doa bersama ini menjadi landasan moral agar kehadiran gedung baru ini mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat SBD, khususnya di wilayah Kodi.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wula memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen Bank NTT atas komitmen dan kepercayaan untuk mengembangkan sayap pelayanannya.
“Peresmian ini bukan sekadar soal pembangunan fisik. Ini adalah simbol kehadiran negara dan daerah dalam memberikan akses keuangan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau. Baik itu bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha besar di Kodi Utara,” ujar Bupati Ratu Wula.
Beliau juga menegaskan komitmen Pemkab SBD untuk terus mendukung iklim investasi yang sehat dan transparan. “Ini adalah bagian dari upaya kita mewujudkan SBD yang Hebat, Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya, guna menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran penting yang memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap kemajuan Kodi Utara, antara lain:
Eksekutif SBD: Sekda Kabupaten SBD, Asisten 1, 2, dan 3, Kabag Protokol & Komunikasi Pimpinan, serta Kabag Umum Setda SBD.
Legislatif & Keamanan: Ketua DPRD SBD beserta anggota, serta pimpin
an Forkopimda.
Pimpinan Perbankan: Direktur Umum dan SDM Bank NTT Pusat, Bapak Rahmat Saleh, beserta Pimpinan Bank NTT Cabang Waingapu, Waibakul, dan Waikabubak.
Tokoh Wilayah: Para Camat se-wilayah Kodi, para Kepala Desa se-Kodi Utara, pimpinan BUMN, pimpinan Puskesmas, Tokoh Agama, serta insan pers.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara bersama-sama oleh Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dan Direktur Umum & SDM Bank NTT Pusat. Setelah sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan strategis, acara ditutup dengan aksi sosial yang menyentuh.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap pembangunan sumber daya manusia, di penghujung acara dilakukan penyerahan bantuan dana untuk pembangunan rumah ibadah di beberapa wilayah Kodi.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada generasi muda melalui penyerahan bantuan dana pendidikan bagi siswa-siswi berprestasi. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar), yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak agar gemar menabung sejak dini demi masa depan yang lebih cerah.
Dengan peningkatan status menjadi Kantor Cabang Pembantu ini, diharapkan roda ekonomi di Kodi Utara akan bergerak lebih kencang, memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Bupati Ratu Wulla Serahkan 25 Unit Handtraktor untuk Kelompok Tani SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam memodernisasi sektor pertanian kembali ditegaskan. Bertempat di Lopo Rumah Jabatan Bupati, pada Rabu (8/1/2026), Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, secara simbolis menyerahkan bantuan 25 unit handtraktor kepada 25 kelompok tani yang tersebar di wilayah SBD.
Acara penyerahan ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Ketua DPRD SBD Yusuf Bora bersama sejumlah anggota DPRD SBD, serta Kepala Dinas Pertanian SBD. Kehadiran para wakil rakyat ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal program pro-rakyat.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyatakan secara lugas bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini bukan sekadar pemberian rutin, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membangun daerah dari sektor akar rumput.
“Bantuan handtraktor ini adalah bentuk komitmen pemerintah dan DPRD dalam membangun daerah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Bupati wanita pertama di SBD ini berharap bantuan tersebut menjadi solusi efektif bagi para petani dalam mengolah lahan. Dengan beralih dari metode tradisional ke mekanisasi, proses pengolahan lahan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Handtraktor ini harus menjadi sarana penunjang yang efektif. Jika pengelolaan lahan maksimal, hasil panen akan meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan para petani kita juga akan ikut terangkat,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Ratu Wulla memberikan pesan menyentuh kepada seluruh ketua dan anggota kelompok tani penerima manfaat. Beliau menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap bantuan yang diberikan.
Pemanfaatan Optimal: Digunakan sungguh-sungguh untuk kepentingan kelompok.
Sesuai Peruntukan: Tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi di luar pertanian.
Tanggung Jawab Perawatan: Alat harus dirawat dan dijaga agar memiliki masa pakai yang lama.
“Bantuan ini merupakan investasi pemerintah daerah. Saya titipkan alat ini untuk dijaga dengan penuh tanggung jawab agar dapat memberi manfaat nyata bagi peningkatan produksi pertanian di Sumba Barat Daya,” pungkasnya.
Dengan dukungan 25 unit handtraktor baru ini, para petani di Sumba Barat Daya kini memiliki modal kuat untuk menyongsong musim tanam dengan lebih optimis, demi mewujudkan SBD sebagai daerah yang berketahanan pangan.

Penghargaan Ajang Pos Kupang Award 2025 Di Berikan Kepada Pemkab SBD, Bupati SDB: Saya Persembahkan Buat Masyarakat SBD

Kupang, Kominfo SBD – Kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka di Sumba Barat Daya (SBD) kembali mendapat pengakuan bergengsi. Pemerintah Kabupaten SBD berhasil meraih penghargaan utama dalam ajang Pos Kupang Award 2025 yang diselenggarakan di Aston Hotel Kupang pada Selasa malam, 16 Desember 2025.
Pemkab SBD dinobatkan sebagai pemenang dalam Kategori Pembangunan Infrastruktur Esensial berkat keberhasilan mereka dalam dua sektor vital: Kelistrikan dan Kesehatan.
Di sektor infrastruktur, Pemkab SBD dinilai sukses mendekatkan akses layanan jaringan listrik kepada masyarakat. Pos Kupang mengapresiasi program unggulan SBD yang menyediakan meteran listrik gratis bagi warga yang sebelumnya tidak terjangkau.
Program ini dianggap sebagai solusi nyata untuk mengatasi persoalan ketimpangan energi dan mengurangi beban ekonomi masyarakat, sehingga mempercepat laju elektrifikasi di wilayah SBD. Keberanian dan fokus pada kebutuhan dasar rakyat menjadi poin utama penilaian juri.
Selain keberhasilan di sektor listrik, Pos Kupang juga memandang Pemkab SBD cakap dan sukses dalam membangun serta menjalankan sejumlah program di sektor kesehatan. Salah satu program yang menonjol dan mendapat perhatian adalah program CKG (nama program spesifik di sektor kesehatan).
Keberhasilan program CKG dan inisiatif kesehatan lainnya menunjukkan bahwa komitmen pembangunan SBD bersifat holistik, tidak hanya terpaku pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar.
Penghargaan diserahkan langsung kepada Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla pada malam puncak acara. Dalam sambutannya yang menginspirasi, Bupati Ratu menegaskan bahwa apa yang ia lakukan saat ini sebagai kepala daerah bukanlah hal baru.
“Apa yang kami lakukan mewakili Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya hari ini, bukanlah pertama kali. Komitmen untuk melayani dan membangun sudah menjadi panggilan saya sejak lama,” ungkap Bupati Ratu.
Beliau menjelaskan bahwa semangat dan fokus pembangunan yang berorientasi pada masyarakat sudah ia lakoni jauh sebelum menjabat Bupati.
“Kami hanya melanjutkan dan memperluas skala pelayanan yang sudah kami rintis saat saya masih menjadi Ketua PKK dan bahkan saat menjadi Anggota DPR RI. Visi kami adalah melayani tanpa batas, dan hari ini, pengakuan dari Pos Kupang ini menjadi energi baru bagi kami,” tegasnya.
Pos Kupang Award 2025 ini secara resmi menempatkan Sumba Barat Daya sebagai contoh daerah yang berhasil memadukan pembangunan fisik yang esensial dengan program pemberdayaan sumber daya manusia melalui sektor kesehatan.

Gedung NTT Mart Resmi Dibuka di Sumba Barat Daya, Jadi Rumah Baru bagi 1.441 Produk UMKM Lokal

Tambolaka, Kominfo SBD – Gebrakan baru dalam memperkuat ekonomi kerakyatan resmi diluncurkan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hari ini, Rabu (17/12/2025), NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya resmi dibuka di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Kehadiran gerai ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menaikkan kelas produk lokal Sumba ke pasar yang lebih luas.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Plh. Sekda Provinsi NTT, Ibu Rita Wuisan, yang hadir mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur. Secara simbolis, meresmian gedung NTT Mart ditandai dengan prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka.
Kehadiran NTT Mart merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi NTT dan Dekranasda Sumba Barat Daya sebagai pengelola. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan terintegrasi bagi pelaku usaha kecil menengah di wilayah Sumba.
Kekuatan 30 UKM dan Ribuan Produk Pangan
Pada pembukaan perdana ini, NTT Mart langsung memanjakan pengunjung dengan berbagai pilihan produk unggulan. Tidak tanggung-tanggung, tercatat ada:
30 UKM lokal yang terlibat aktif.
78 jenis keragaman produk khas daerah.
1.441 produk siap jual, yang didominasi oleh bahan pangan olahan dalam kemasan yang higienis dan menarik.
Dukungan Penuh dari Jajaran Pejabat Terkait
Acara ini juga menjadi momentum berkumpulnya para pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan UMKM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Soni Libing (Kadis Perindag Prov. NTT)
Yohanis Oktavianus (Kadis Peternakan Prov. NTT)
Markus Dairo Talu (Ketua Dekranasda Sumba Barat Daya)
Drs. Etmundus N. Nau (Sekda Sumba Barat Daya)
Serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumba Barat Daya.
Dengan adanya NTT Mart, Gedung PLUT kini bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru. Masyarakat dan wisatawan kini memiliki akses mudah untuk mendapatkan produk pangan berkualitas asli Sumba Barat Daya dalam satu lokasi yang representatif.

Pererat Toleransi, Bupati Ratu Wula Talu Hadiri Sekaligus Jadi Juri Lomba Hias Pohon Natal di BPMJ GKS Jemaat Waikelo

Tambolaka, Kominfo SBD – Suasana kemeriahan dan kekeluargaan menyelimuti BPMJ Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Waikelo pada Minggu, 14 Desember 2025. Dalam rangkaian menyambut Hari Raya Natal 25 Desember, jemaat setempat menggelar lomba menghias pohon Natal, yang secara istimewa dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T.
Kehadiran Bupati Ratu Wula Talu tidak hanya sekadar kunjungan seremonial, melainkan juga untuk berpartisipasi aktif sebagai salah satu juri kehormatan dalam perlombaan tersebut. Beliau didampingi oleh Kepala Bagian Umum Setda SBD, Chirstian Bili Dangga dan Pdt. Arianto Bili
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wula Talu mengapresiasi kreativitas jemaat GKS Waikelo yang mampu menciptakan pohon Natal unik dari bahan-bahan lokal, seperti yang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan pohon kelapa. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di SBD, menjadikan perayaan Natal sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya memupuk kreativitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat kita yang beragam,” ujar Bupati Ratu Wula Talu di hadapan jemaat. “Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Natal di SBD sebagai bagian dari wisata rohani yang menarik, yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan.”
Antusiasme peserta lomba terlihat jelas. Masing-masing kelompok jemaat berlomba-lomba menampilkan dekorasi terbaik mereka di hadapan dewan juri, termasuk Bupati Ratu Wula Talu yang tampak seksama menilai setiap detail hiasan pohon Natal.
Acara ini berjalan dengan lancar dan meriah, diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta sesi foto bersama antara Bupati, jajaran BPMJ GKS Jemaat Waikelo, dan seluruh jemaat yang hadir.

Bupati SBD Terima Hibah Tanah Transmigrasi 3 Desa Di Kec. Wewewa Selatan

Wewewa Selatan, Kominfo SBD — Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu B. Wula, S.T. memimpin acara penyerahan hibah tanah calon lokasi pemukiman transmigrasi yang merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap program pembangunan daerah. Acara ini berlangsung khidmat di Desa Umbu Wango.
​Masyarakat pemilik lahan dari tiga desa—Desa Umbu Wango, Desa Mila Ate, dan Desa Maghu Ate, secara sukarela menyerahkan aset tanah mereka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk dijadikan lokasi pengembangan transmigrasi.
​Kehadiran berbagai unsur Pimpinan Daerah dan instansi terkait menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh terhadap program ini. Turut hadir dalam acara penting tersebut, antara lain:
​Anggota DPRD Dapil 3 SBD
​Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) SBD
​Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBD
​Kapolsek Wewewa Selatan
​Danramil 1629-01 Wewewa Selatan
​Para Pimpinan OPD Kabupaten SBD
​Kepala ULP Sumba Jaya
​Kepala Desa Buru Kaghu
​Masyarakat Penghibah Tanah dan Para Tokoh Masyarakat
​Bupati Ratu Ngadu B. Wula, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin.
​”Hari ini adalah hari bersejarah. Kehadiran kita semua, dari unsur Legislatif, TNI/Polri, BPN, KPH, hingga seluruh Kepala OPD, membuktikan bahwa program Transmigrasi ini adalah tanggung jawab dan prioritas kita bersama. Terima kasih tak terhingga kepada Masyarakat Penghibah Tanah; keikhlasan Bapak/Ibu sekalian adalah kunci pembuka bagi peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di SBD,” ungkap Bupati.
​Kepala ATR/BPN SBD memastikan bahwa proses legalitas lahan akan segera diselesaikan untuk mendukung percepatan program transmigrasi. Sementara itu, kehadiran KPH menunjukkan adanya koordinasi dalam pemanfaatan lahan agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
​Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan berita acara dan dokumen legalitas oleh perwakilan masyarakat dan Pemerintah Daerah, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Lahan yang dihibahkan ini diharapkan menjadi lokasi yang strategis untuk menampung transmigran, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di wilayah Sumba Barat Daya.

Wakil Bupati SBD Buka Climate ed-Havkathon Inklusif

​Tambolaka, Kominfo SBD – Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, secara resmi membuka kompetisi pembelajaran inovatif Climate ED-Hackathon pada hari Jumat pagi, 12 Desember 2025.
​Acara kolaboratif ini bertajuk “Penciptaan Bersama materi pembelajaran Climate ed-hackathon sekolah pesisir yang berpusat pada anak-anak responsif gender dan inklusif disabilitas,” dan diselenggarakan di lantai 8 Hotel Sima, Tambolaka.
Adapun yang hadir pada Kegiatan ini, Tim genre–cis dan save the children indonesia,Para juri, (ibu dr. Getrudis kerans,m.sc, ibu pupu purwaningsih,ma, pater mikael keraf,cssr, dan bapak dr. Mikael sene,mp), Perwakilan uptd pendidikan dan kebudayaan provinsi nusa tenggara timur (ibu maria theodora mare bau,spd), Para perwakilan dari bapperida, dp3ap2kb, bpbd, dinas pendidikan dan kebudayaan, dan dinas lingkungan hidup kabupaten sumba barat daya, Para perwakilan dari universitas, yayasan pendidikan, lembaga mitra, media, dan komunitas kabupaten sumba barat daya, Para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah, dan para siswa-siswi.
​Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka menyoroti urgensi edukasi perubahan iklim yang disesuaikan dengan konteks wilayah.
​”Sumba Barat Daya adalah wilayah kepulauan dengan risiko iklim yang tinggi. Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi upaya serius kita untuk menghasilkan kurikulum yang berpihak pada anak-anak dan dapat langsung digunakan oleh sekolah-sekolah di pesisir,” tegas Dominikus A.R. Kaka.
​Beliau juga menekankan bahwa materi yang dihasilkan harus mampu memberdayakan anak-anak sebagai agen perubahan, sambil memastikan bahwa pendidikan lingkungan ini responsif gender—memberi ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki—serta inklusif disabilitas, di mana materi ajar harus dapat diakses oleh semua siswa.
​Kegiatan Hackathon ini diikuti oleh total 30 tim peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk:
​Guru-guru dari sekolah pesisir di Sumba Barat Daya.
​Mahasiswa program studi kependidikan dan lingkungan.
​Aktivis komunitas dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD).
​Praktisi teknologi pendidikan.
​Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya menjelaskan bahwa kolaborasi multidisiplin ini penting untuk menghasilkan prototipe materi yang tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga mudah dicerna, menarik, dan relevan secara budaya.
​Acara yang berlangsung sehari penuh ini menargetkan penciptaan materi yang fokus pada dua aspek utama:
​Adaptasi Lokal: Menciptakan materi yang spesifik mengenai cara adaptasi masyarakat pesisir Sumba terhadap kenaikan permukaan laut, pengamanan sumber air, dan perlindungan ekosistem bakau.
​Aksesibilitas Penuh: Memastikan materi tersedia dalam berbagai format, seperti panduan visu
al, audio deskriptif, dan format cetak besar, untuk mendukung pembelajaran bagi siswa dengan disabilitas.
​Wakil Bupati berharap, hasil dari Hackathon ini akan menjadi prototipe kurikulum resmi yang diadopsi pemerintah daerah untuk memperkuat resiliensi pendidikan dan masyarakat Sumba Barat Daya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.