Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Penghargaan Ajang Pos Kupang Award 2025 Di Berikan Kepada Pemkab SBD, Bupati SDB: Saya Persembahkan Buat Masyarakat SBD

Kupang, Kominfo SBD – Kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka di Sumba Barat Daya (SBD) kembali mendapat pengakuan bergengsi. Pemerintah Kabupaten SBD berhasil meraih penghargaan utama dalam ajang Pos Kupang Award 2025 yang diselenggarakan di Aston Hotel Kupang pada Selasa malam, 16 Desember 2025.
Pemkab SBD dinobatkan sebagai pemenang dalam Kategori Pembangunan Infrastruktur Esensial berkat keberhasilan mereka dalam dua sektor vital: Kelistrikan dan Kesehatan.
Di sektor infrastruktur, Pemkab SBD dinilai sukses mendekatkan akses layanan jaringan listrik kepada masyarakat. Pos Kupang mengapresiasi program unggulan SBD yang menyediakan meteran listrik gratis bagi warga yang sebelumnya tidak terjangkau.
Program ini dianggap sebagai solusi nyata untuk mengatasi persoalan ketimpangan energi dan mengurangi beban ekonomi masyarakat, sehingga mempercepat laju elektrifikasi di wilayah SBD. Keberanian dan fokus pada kebutuhan dasar rakyat menjadi poin utama penilaian juri.
Selain keberhasilan di sektor listrik, Pos Kupang juga memandang Pemkab SBD cakap dan sukses dalam membangun serta menjalankan sejumlah program di sektor kesehatan. Salah satu program yang menonjol dan mendapat perhatian adalah program CKG (nama program spesifik di sektor kesehatan).
Keberhasilan program CKG dan inisiatif kesehatan lainnya menunjukkan bahwa komitmen pembangunan SBD bersifat holistik, tidak hanya terpaku pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar.
Penghargaan diserahkan langsung kepada Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla pada malam puncak acara. Dalam sambutannya yang menginspirasi, Bupati Ratu menegaskan bahwa apa yang ia lakukan saat ini sebagai kepala daerah bukanlah hal baru.
“Apa yang kami lakukan mewakili Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya hari ini, bukanlah pertama kali. Komitmen untuk melayani dan membangun sudah menjadi panggilan saya sejak lama,” ungkap Bupati Ratu.
Beliau menjelaskan bahwa semangat dan fokus pembangunan yang berorientasi pada masyarakat sudah ia lakoni jauh sebelum menjabat Bupati.
“Kami hanya melanjutkan dan memperluas skala pelayanan yang sudah kami rintis saat saya masih menjadi Ketua PKK dan bahkan saat menjadi Anggota DPR RI. Visi kami adalah melayani tanpa batas, dan hari ini, pengakuan dari Pos Kupang ini menjadi energi baru bagi kami,” tegasnya.
Pos Kupang Award 2025 ini secara resmi menempatkan Sumba Barat Daya sebagai contoh daerah yang berhasil memadukan pembangunan fisik yang esensial dengan program pemberdayaan sumber daya manusia melalui sektor kesehatan.

Gedung NTT Mart Resmi Dibuka di Sumba Barat Daya, Jadi Rumah Baru bagi 1.441 Produk UMKM Lokal

Tambolaka, Kominfo SBD – Gebrakan baru dalam memperkuat ekonomi kerakyatan resmi diluncurkan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hari ini, Rabu (17/12/2025), NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya resmi dibuka di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Kehadiran gerai ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menaikkan kelas produk lokal Sumba ke pasar yang lebih luas.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Plh. Sekda Provinsi NTT, Ibu Rita Wuisan, yang hadir mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur. Secara simbolis, meresmian gedung NTT Mart ditandai dengan prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka.
Kehadiran NTT Mart merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi NTT dan Dekranasda Sumba Barat Daya sebagai pengelola. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan terintegrasi bagi pelaku usaha kecil menengah di wilayah Sumba.
Kekuatan 30 UKM dan Ribuan Produk Pangan
Pada pembukaan perdana ini, NTT Mart langsung memanjakan pengunjung dengan berbagai pilihan produk unggulan. Tidak tanggung-tanggung, tercatat ada:
30 UKM lokal yang terlibat aktif.
78 jenis keragaman produk khas daerah.
1.441 produk siap jual, yang didominasi oleh bahan pangan olahan dalam kemasan yang higienis dan menarik.
Dukungan Penuh dari Jajaran Pejabat Terkait
Acara ini juga menjadi momentum berkumpulnya para pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan UMKM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Soni Libing (Kadis Perindag Prov. NTT)
Yohanis Oktavianus (Kadis Peternakan Prov. NTT)
Markus Dairo Talu (Ketua Dekranasda Sumba Barat Daya)
Drs. Etmundus N. Nau (Sekda Sumba Barat Daya)
Serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumba Barat Daya.
Dengan adanya NTT Mart, Gedung PLUT kini bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru. Masyarakat dan wisatawan kini memiliki akses mudah untuk mendapatkan produk pangan berkualitas asli Sumba Barat Daya dalam satu lokasi yang representatif.

Pererat Toleransi, Bupati Ratu Wula Talu Hadiri Sekaligus Jadi Juri Lomba Hias Pohon Natal di BPMJ GKS Jemaat Waikelo

Tambolaka, Kominfo SBD – Suasana kemeriahan dan kekeluargaan menyelimuti BPMJ Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Waikelo pada Minggu, 14 Desember 2025. Dalam rangkaian menyambut Hari Raya Natal 25 Desember, jemaat setempat menggelar lomba menghias pohon Natal, yang secara istimewa dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T.
Kehadiran Bupati Ratu Wula Talu tidak hanya sekadar kunjungan seremonial, melainkan juga untuk berpartisipasi aktif sebagai salah satu juri kehormatan dalam perlombaan tersebut. Beliau didampingi oleh Kepala Bagian Umum Setda SBD, Chirstian Bili Dangga dan Pdt. Arianto Bili
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wula Talu mengapresiasi kreativitas jemaat GKS Waikelo yang mampu menciptakan pohon Natal unik dari bahan-bahan lokal, seperti yang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan pohon kelapa. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di SBD, menjadikan perayaan Natal sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya memupuk kreativitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat kita yang beragam,” ujar Bupati Ratu Wula Talu di hadapan jemaat. “Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Natal di SBD sebagai bagian dari wisata rohani yang menarik, yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan.”
Antusiasme peserta lomba terlihat jelas. Masing-masing kelompok jemaat berlomba-lomba menampilkan dekorasi terbaik mereka di hadapan dewan juri, termasuk Bupati Ratu Wula Talu yang tampak seksama menilai setiap detail hiasan pohon Natal.
Acara ini berjalan dengan lancar dan meriah, diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta sesi foto bersama antara Bupati, jajaran BPMJ GKS Jemaat Waikelo, dan seluruh jemaat yang hadir.

Bupati SBD Terima Hibah Tanah Transmigrasi 3 Desa Di Kec. Wewewa Selatan

Wewewa Selatan, Kominfo SBD — Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu B. Wula, S.T. memimpin acara penyerahan hibah tanah calon lokasi pemukiman transmigrasi yang merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap program pembangunan daerah. Acara ini berlangsung khidmat di Desa Umbu Wango.
​Masyarakat pemilik lahan dari tiga desa—Desa Umbu Wango, Desa Mila Ate, dan Desa Maghu Ate, secara sukarela menyerahkan aset tanah mereka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk dijadikan lokasi pengembangan transmigrasi.
​Kehadiran berbagai unsur Pimpinan Daerah dan instansi terkait menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh terhadap program ini. Turut hadir dalam acara penting tersebut, antara lain:
​Anggota DPRD Dapil 3 SBD
​Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) SBD
​Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBD
​Kapolsek Wewewa Selatan
​Danramil 1629-01 Wewewa Selatan
​Para Pimpinan OPD Kabupaten SBD
​Kepala ULP Sumba Jaya
​Kepala Desa Buru Kaghu
​Masyarakat Penghibah Tanah dan Para Tokoh Masyarakat
​Bupati Ratu Ngadu B. Wula, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin.
​”Hari ini adalah hari bersejarah. Kehadiran kita semua, dari unsur Legislatif, TNI/Polri, BPN, KPH, hingga seluruh Kepala OPD, membuktikan bahwa program Transmigrasi ini adalah tanggung jawab dan prioritas kita bersama. Terima kasih tak terhingga kepada Masyarakat Penghibah Tanah; keikhlasan Bapak/Ibu sekalian adalah kunci pembuka bagi peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di SBD,” ungkap Bupati.
​Kepala ATR/BPN SBD memastikan bahwa proses legalitas lahan akan segera diselesaikan untuk mendukung percepatan program transmigrasi. Sementara itu, kehadiran KPH menunjukkan adanya koordinasi dalam pemanfaatan lahan agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
​Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan berita acara dan dokumen legalitas oleh perwakilan masyarakat dan Pemerintah Daerah, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Lahan yang dihibahkan ini diharapkan menjadi lokasi yang strategis untuk menampung transmigran, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di wilayah Sumba Barat Daya.

Wakil Bupati SBD Buka Climate ed-Havkathon Inklusif

​Tambolaka, Kominfo SBD – Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, secara resmi membuka kompetisi pembelajaran inovatif Climate ED-Hackathon pada hari Jumat pagi, 12 Desember 2025.
​Acara kolaboratif ini bertajuk “Penciptaan Bersama materi pembelajaran Climate ed-hackathon sekolah pesisir yang berpusat pada anak-anak responsif gender dan inklusif disabilitas,” dan diselenggarakan di lantai 8 Hotel Sima, Tambolaka.
Adapun yang hadir pada Kegiatan ini, Tim genre–cis dan save the children indonesia,Para juri, (ibu dr. Getrudis kerans,m.sc, ibu pupu purwaningsih,ma, pater mikael keraf,cssr, dan bapak dr. Mikael sene,mp), Perwakilan uptd pendidikan dan kebudayaan provinsi nusa tenggara timur (ibu maria theodora mare bau,spd), Para perwakilan dari bapperida, dp3ap2kb, bpbd, dinas pendidikan dan kebudayaan, dan dinas lingkungan hidup kabupaten sumba barat daya, Para perwakilan dari universitas, yayasan pendidikan, lembaga mitra, media, dan komunitas kabupaten sumba barat daya, Para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah, dan para siswa-siswi.
​Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka menyoroti urgensi edukasi perubahan iklim yang disesuaikan dengan konteks wilayah.
​”Sumba Barat Daya adalah wilayah kepulauan dengan risiko iklim yang tinggi. Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi upaya serius kita untuk menghasilkan kurikulum yang berpihak pada anak-anak dan dapat langsung digunakan oleh sekolah-sekolah di pesisir,” tegas Dominikus A.R. Kaka.
​Beliau juga menekankan bahwa materi yang dihasilkan harus mampu memberdayakan anak-anak sebagai agen perubahan, sambil memastikan bahwa pendidikan lingkungan ini responsif gender—memberi ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki—serta inklusif disabilitas, di mana materi ajar harus dapat diakses oleh semua siswa.
​Kegiatan Hackathon ini diikuti oleh total 30 tim peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk:
​Guru-guru dari sekolah pesisir di Sumba Barat Daya.
​Mahasiswa program studi kependidikan dan lingkungan.
​Aktivis komunitas dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD).
​Praktisi teknologi pendidikan.
​Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya menjelaskan bahwa kolaborasi multidisiplin ini penting untuk menghasilkan prototipe materi yang tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga mudah dicerna, menarik, dan relevan secara budaya.
​Acara yang berlangsung sehari penuh ini menargetkan penciptaan materi yang fokus pada dua aspek utama:
​Adaptasi Lokal: Menciptakan materi yang spesifik mengenai cara adaptasi masyarakat pesisir Sumba terhadap kenaikan permukaan laut, pengamanan sumber air, dan perlindungan ekosistem bakau.
​Aksesibilitas Penuh: Memastikan materi tersedia dalam berbagai format, seperti panduan visu
al, audio deskriptif, dan format cetak besar, untuk mendukung pembelajaran bagi siswa dengan disabilitas.
​Wakil Bupati berharap, hasil dari Hackathon ini akan menjadi prototipe kurikulum resmi yang diadopsi pemerintah daerah untuk memperkuat resiliensi pendidikan dan masyarakat Sumba Barat Daya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Bupati Ratu Wulla Hadiri Syukuran Pemekaran GKS dan Penthabisan Pendeta di Wewewa Selatan

Wewewa Selatan, Kominfo SBD – Suasana Penuh sukacita dan berkat menyelimuti wilayah Wewewa selatan, Sumba Barat Daya (SBD), hari ini 11 Desember 2025. Bupati SBD, Ratu Ngadu B. Wulla, ST memimpin jajaran eksekutif dan di dampingi mitra pembangunan dalam ibadah Syukur Pemekaran dua Jemaat Besar Gereja Kristen Sumba (GKS), yakni GKS iya Ate dan GKS Puu Kadokke, yang di rangkaikan dengan moment khidmat Penthabisan Pendeta.
Kehadiran Bupati, bersama para pemangku kepentingan, menjadi simbol nyata dukungan sinergis antara pemerintah Daerah, legeslatif, dan Sektor perbankan terhadap kemajuan spiritual serta pembangunan sosial di SBD.
Pemekaran GKS Iya Ate dan GKS Puu Kadoke merupakan keputusan strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan dan mengefektifkan penggembalaan jemaat di tengah pesatnya pertumbuhan populasi umat.
Dalam sambutannya yang hangat, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menegaskan peran penting gereja sebagai benteng moral.
“Pemekaran ini bukan hanya menambah jumlah gereja, tetapi juga menambah pusat-pusat pembinaan karakter dan moral yang akan menjadi mitra utama Pemerintah dalam menanggulangi berbagai persoalan sosial, seperti stunting, kemiskinan, dan pendidikan etika anak bangsa,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Momen sakral Pentahbisan Pendeta menandai lahirnya pelayan-pelayan Tuhan yang baru, siap mengemban tugas di ladang pelayanan. Kepada para pendeta yang baru ditahbiskan, Bupati berpesan agar melayani dengan integritas dan semangat kerendahan hati.
“Kami berharap para Pendeta yang baru dapat menjadi teladan yang hidup, menjadi agen pemersatu, dan hadir di tengah-tengah jemaat, membawa terang dan harapan. Jadikan mimbar bukan hanya tempat berkhotbah, tetapi juga tempat menginspirasi pembangunan SBD yang berlandaskan iman,” tambahnya.
Acara Ibadah Syukur dan Pentahbisan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mewujudkan Sumba Barat Daya yang lebih religius, maju, dan sejahtera di masa mendatang

Sekda Etmundus N. Nau Buka Sosialisasi Permendagri No. 44 Tahun 2022, Tekankan Pentingnya Kepastian Batas Daerah SBD-Sumba Barat.

Tambolaka, Kominfo SBD – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Etmundus N. Nau, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 44 Tahun 2022 tentang Batas Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat Kabupaten SBD.
Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum terkait batas wilayah kedua kabupaten bertetangga tersebut, sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Permendagri No. 44 Tahun 2022 sendiri telah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 2022 dan diundangkan pada 10 Maret 2022.
Dalam sambutannya, Sekda Etmundus N. Nau menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai titik-titik koordinat dan pilar batas utama (PBU) yang telah ditetapkan dalam Permendagri tersebut.
“Sosialisasi ini krusial untuk memastikan tertib administrasi pemerintahan dan menghindari potensi konflik di lapangan akibat ketidakjelasan batas wilayah,” ujar Etmundus. Ia menambahkan bahwa posisi batas daerah bersifat tetap dan tidak berubah meskipun terjadi perubahan nama desa atau kecamatan di kemudian hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat dari wilayah yang berbatasan langsung antara SBD dan Sumba Barat, khususnya di area perbatasan Kecamatan Kodi Bangedo (SBD) dengan Kecamatan Laboya Barat (Sumba Barat).
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di SBD dapat memahami secara detail lampiran peta dan deskripsi batas wilayah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Permendagri No. 44 Tahun 2022, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lancar dan harmonis.

Bupati Ratu Ngadu B. Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus A.R Kaka Serahkan Bantuan Hibah Ternak di Depan Rujab, Wujudkan Kemandirian Pangan SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam memperkuat sektor peternakan dan kemandirian pangan terus diimplementasikan. Dalam sebuah acara simbolis, Bupati SBD Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., didampingi Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka, S.P., menyerahkan bantuan hibah ternak kepada sejumlah kelompok penerima manfaat.
Kegiatan penyerahan ini, yang berlangsung di depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya pada Senin (8/12/2025), merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal dan memperbaiki gizi keluarga di SBD.
Bupati Ratu Wulla, dalam arahannya, menekankan agar bantuan ternak tersebut dikelola secara produktif. “Program ini bukan sekadar bantuan sekali beri, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap ternak-ternak ini dipelihara dan dikembangbiakkan dengan baik,” pesannya.
Sebelumnya kegiatan penyerahan bantuan serupa dilakukan kepada delapan kelompok di Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur, pada Selasa (29/7/2025). Selain itu, bantuan ternak jenis lain, seperti 700 ekor ayam petelur kepada tujuh kelompok tani, juga telah diserahkan pada September 2025, serta bantuan bebek untuk perbaikan gizi anak stunting di Desa Mareda Wuni pada November 2025
Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan ini secara maksimal oleh masyarakat. “Bantuan ini merupakan wujud nyata program pemerintah daerah dalam membangun Sumba Barat Daya yang tangguh, berkarakter, sehat, cerdas, dan berketahanan pangan,” ujarnya.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan ekonomi lokal melalui sektor pertanian dan peternakan, yang diharapkan dapat membawa Sumba Barat Daya menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati dan Wakil Bupati SBD Hadiri Launching KMA 1541/2025 dan Peresmian SMAK Santo Dominikus Negeri

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. bersama Wakil Bupati Dominikus A.R Kaka, menghadiri kegiatan peluncuran Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 1541 Tahun 2025 dan peresmian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri Santo Dominikus Sumba Barat Daya.
Hadir dalam acara ini Menteri agama republik indonesia yang diwakili oleh dirjen bimas katolik kementerian agama republik indonesia; bapak suparman, Direktur pendidikan agama katolik kementerian agama republik; bapak albertus triatmodjo beserta seluruh rombongan, Pimpinan dan anggota dprd kab.sumba barat daya, Anggota forkopimda sumba barar darat daya
Yang mulia bapa uskup keuskupan weetabula atau yang diwakili oleh sekretaris keuskupan weetabula; romo marselinus dapa wole, pr
Kepala kantor wilayah kementerian agama propinsi ntt; bapak fransiskus kariyanto, s.ag.,M,si Para kepala kantor kementerian agama se-ntt;Kepala kantor kementerian agama kabupaten sumba barat daya; bapak siprianus muda hondo,s.fil. Msi dan Camat loura.
Acara tersebut mengusung tema sentral: “Pendidikan Berkualitas Jembatan Menuju Generasi Emas 2045”, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dan pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan sebagai investasi masa depan.
Berdasarkan informasi yang tersedia, KMA RI Nomor 1541 Tahun 2025 sendiri berkaitan dengan penetapan 512 pesantren di Indonesia sebagai percontohan atau pilot program Pesantren Ramah Anak, sebuah inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Sementara itu, peresmian SMAK Santo Dominikus sebagai sekolah negeri menandai tonggak sejarah penting bagi pendidikan Katolik di Sumba Barat Daya. Sekolah ini sebelumnya merupakan salah satu dari empat SMAK swasta yang mengajukan permohonan alih status menjadi negeri, dan kini telah resmi menyandang status tersebut. Peresmian ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan agama Katolik di wilayah tersebut.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terhadap program-program Kementerian Agama yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik di semua jenjang dan jenis satuan pendidikan.

Bupati Ratu Wulla Pimpin Rakor dan Evaluasi Dapur 3T di SBD: Pastikan Kualitas Menu dan Target Pembangunan

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi terkait pelaksanaan program Dapur 3T di Kabupaten Sumba Barat Daya. Program “Dapur 3T” atau yang juga dikenal sebagai Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di wilayah Terpencil, Terluar, dan Terdalam, merupakan inisiatif pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting di daerah.
Rapat koordinasi intensif ini dilaksanakan untuk memastikan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program di lapangan. Berdasarkan sumber dari Prokompi Sumba Barat Daya, fokus utama rakor tersebut mencakup evaluasi standar menu makanan yang diberikan serta pencapaian target pembangunan infrastruktur dapur baru di wilayah 3T.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat dan efisiensi distribusi agar program pemerintah ini benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Bupati SBD juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi dapur MBG untuk memantau langsung kondisi riil di lapangan. Hasil evaluasi dan sidak ini menjadi bahan masukan utama dalam rapat koordinasi kali ini.
Program Dapur 3T/MBG ini membutuhkan puluhan titik dapur tambahan untuk menjangkau seluruh wilayah SBD secara maksimal, di mana saat ini baru beberapa dapur yang beroperasi penuh, salah satunya Dapur Omba Lunda. Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten SBD berkomitmen untuk mempercepat realisasi target pembangunan dapur baru guna menuntaskan program makan bergizi gratis di seluruh pelosok daerah.