Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Serah Terima Jabatan Bupati Sumba Barat Daya Disaksikan Gubernur dan Wagub NTT

Kupang, Kominfo – Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena dan Johni Asadoman menyaksikan langsung serah terima jabatan Bupati Sumba Barat Daya serta bupati/wali kota di 20 kabupaten/kota se-NTT, kecuali Kabupaten Belu, di aula El Tari Kupang, Sabtu (1/3). Acara ini menandai awal kepemimpinan baru di Sumba Barat Daya dan daerah-daerah lain di NTT.

Selain serah terima jabatan, acara tersebut juga diisi dengan pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, Markus Talu, SH, dan tim pembina posyandu 21 kabupaten/kota se-NTT oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih. Pelantikan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan naskah pelantikan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program PKK dan posyandu.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para penjabat bupati/wali kota se-NTT yang telah menjalankan tugas dan pengabdiannya selama masa transisi pemerintahan. Ia juga mengucapkan selamat kepada bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota yang baru dilantik, dan mengajak mereka untuk bersama-sama menghadapi tantangan pembangunan NTT dengan komitmen dan integritas.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Plt Sekda Marthen Rahakbauw, Plt Asisten 1 Pieter Sabaneno, Asisten 2 Mesak Elfeto, Staf Ahli Bupati Roberth Amaheka, Kabag Prokopim Beni Selan, dan Kabagpem Novlyanto Amtiran. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru di Sumba Barat Daya dan daerah-daerah lain di NTT, serta komitmen untuk bekerja sama dalam membangun daerah.

Presiden Prabowo Melantik Bupati Dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Periode 2025-2030

Jakarta, Kominfo – Pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak tahun 2024 dilakukan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia (RI) ke 8 H.Prabowo Subianto untuk masa jabatan 2025-2030, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025) Pukul 10.14 WIB. Dalam pelantikan serentak oleh Presiden RI ke 8 ini, turut dilantik Bupati Sumba Barat Daya terpilih Ratu N.B.Wulla,ST. dan Wakil Bupati Dominikus A.Rangga Kaka,S.P. Dimana pada pilkada kabupaten Sumba Barat Daya 2024 menjadi kandidat pilkada dan berhasil memenangkan perhelatan politik.

Sebelum pelantikan, Bupati dan Wabup telah menjalani pemeriksaan kesehatan dasar serta mengikuti gladi kotor bersama para kepala daerah lainnya. Sebelum memasuki Istana Kepresidenan Jakarta seluruh Kepala Daerah yang akan dilantik melakukan Barisan Kirab (kegiatan Berjalan Beriringan secara Teratur dan Berurutan) menuju Istana Kepresidenan. Yang mana menjadi tempat Prosesi Pelantikan. Prosesi ini akan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Wamendagri Bima Arya Sugiarto serta Ribka Haluk.

Pj Sekda Kabupaten SBD Sambut Kedatangan Danrem 161 Wira Sakti Kupang

Tambolaka, Kominfo SBD– Kedatangan Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, disambut dengan penuh kehormatan dan hangat oleh Pj Sekda Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Etmundus N. Nau, bersama Forkopimda di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/12/2024).

Dalam tradisi khas Sumba, sambutan diawali dengan penyelempangan kain tenun ikat, simbol penghormatan mendalam kepada tamu. Motif kain yang dipilih menggambarkan keindahan budaya lokal sekaligus semangat persaudaraan.

Setelah prosesi tersebut, rombongan menuju ruang VIP untuk berdiskusi hangat, mencerminkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan TNI.

Kunjungan Brigjen Barreto Nunes di Kabupaten SBD merupakan bagian dari agenda strategis untuk memantau situasi keamanan wilayah serta memperkokoh sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas keamanan dan mendukung akselerasi pembangunan.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kekompakan dan komitmen bersama untuk mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan sejahtera.

Turut hadir dalam penyambutan ini Dandim 1629 Kabupaten SBD dan jajarannya, Kapolres SBD, Wadanyon C Pelopor SBD, Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBD, serta perwakilan dari TNI Angkatan Udara. (MC. Bidang PIP Diskominfo Kabupaten SBD/Isto)

Pj Bupati SBD Buka Kegiatan Sosialisasi Kesehatan Masyarakat di Hotel Sumba Sejahtera

Tambolaka, Kominfo SBD – Pj Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Ir. Yohanes Oktavianus, membuka kegiatan Sosialisasi Kesehatan Masyarakat di Hotel Sumba Sejahtera Tambolaka, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/11/2024).

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kabupaten SBD Christopher Horo, Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka, Kadis Peternakan dan Kepala Bapeda Kabupaten SBD drh. Oktavianus Padeda, Sekdis PMD, para staf Dinas Kesehatan, para kepala puskesmas, peserta sosialisasi, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam kata sambutannya, Oktavianus mengatakan secara tegas bahwa untuk meminimalisir terjadinya angka kematian bayi dan ibu, harus ada terapi khusus bagi ibu hamil.

“Kita ketahui bersama bahwa angka kematian neonatal pada tahun 2024, mulai bulan Januari sampai Oktober angka kematian neonatal sudah mencapai 48 kasus. Angka ini bisa dibilang turun untuk sementara, karena pada tahun 2023 angka kematian neonatal sebanyak 55 kasus,” ungkapnya.

“Selisihnya hanya tujuh kasus, akan tetapi di tahun 2024 masih ada dua bulan yang masih berjalan, jangan sampai angka kematian neonatal di tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023,” katanya lagi.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak selama dua bulan, antara bulan November sampai Desember 2024 tidak ada penambahan kasus kematian neonatal. Jika ada penambahan kasus kematian neonatal berarti tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan hari ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Oktavianus menyampaikan bahwa ntuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, perlu dilakukan pendampingan yang lebih mendalam bagi calon pengantin, calon ibu hamil, dan calon ibu yang akan melahirkan.

“Jangan pada saat dia menjadi calon pengantin atau pada saat dia hamil dua sampai tiga bulan kita kunjungi, terus kemudian dibiarkan begitu saja sampai tiba waktunya dia melahirkan baru kita kunjungi kembali,” ujarnya.

“Hal semacam inilah yang akan merusak citra baik puskesmas dan Dinas Kesehatan dan juga akan merusak citra baik rumah sakit. Sebagai petugas kesehatan, harus pantau terus keadaan yang terjadi di masyarakat,” katanya lagi. (MC. Bidang PIP Diskominfo Kabupaten SBD/Isto)

Pilkada Serentak di Kabupaten SBD Berjalan dengan Tertib dan Kondusif

Tambolaka, Kominfo SBD – Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berjalan dengan tertib dan kondusif pada saat berjalannya proses pemilihan dan perhitungan suara oleh petugas pemungut suara masing-masing TPS, Rabu (27/11/2024).

Untuk diketahui, Kabupaten SBD memiliki tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati periode 2024-2029 yang mengikuti kontestasi politik, yakni paslon nomor urut 1 Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alpawan Rangga Kaka, dengan nama paket (Ratu-Angga) serta tagline “Menyala Angle” dengan program visi misi “Membangun Desa Menata Kota”.

Selanjutnya, paslon nomor urut 2 Fransiskus M. Adilalo dan Yeremia Tanggu dengan nama paket Rakyat dan paslon nomor urut 3 Agustinus Tamo Mbapa dan Soleman L. Dappa dengan nama paket Aman.

Dari pantauan media, untuk sementara ini, paslon yang unggul dalam hitungan cepat berdasarkan C hasil, C1 KWK, dan C salinan yang sudah terkumpul dan dikantongi dari setiap TPS, paslon nomor urut 1 berada pada urutan 1, paslon nomor urut 2 berada pada urutan 2, dan paslon nomor urut 3 berada pada urutan 3. (MC. Bidang PIP Diskominfo Kabupaten SBD/Isto)

Pj Bupati Sumba Barat Daya Tinjau Peternakan Kalito di Desa Umbu Wango

Wewewa Selatan, Kominfo – Pj Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Ir. Yohanes Oktavianus, meninjau Peternakan Kalito di Desa Umbu Wango, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11/2024).

Selain mengunjungi peternakan Oktavianus juga melakukan inspeksi mendadak di beberapa lembaga, yakni di Kantor Kecamatan Wewewa Selatan, Kantor Desa Buru Deilo, SMP Negeri 3 Wewewa Selatan, dan SD Negeri Lete Engge.

Di Kecamatan Wewewa Selatan, Oktavianus berpesan kepada Camat Wewewa Selatan, Stefanus Malo, bahwa kehadiran pegawai harus ditingkatkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan teguran dan peringatan kepada pegawai dan melaporkan kepada tim penegak disiplin.

“Bila ada pegawai yang dengan sengaja meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN maupun sebagai tenaga kontrak harus segera dilaporkan kepada tim penegak disiplin untuk diberikan teguran secara lisan,” ujar Oktavianus.

Sedangkan di Peternakan Kalito, berharap kepada Dinas Peternakan, Pertanian dan Perikanan untuk bersinergi dalam pemanfaatan lahan guna meningkatkan ekonomi masyarakat dan penyediaan makanan bergizi.

“Seperti karbohidrat dan protein untuk anak balita dan harus mendukung program nasional, yaitu pemberian makanan tambahan bagi balita stunting, gizi buruk, dan gizi kurang”, tuturnya. (MC. Bidang PIP Diskominfo Kabupaten SBD/Isto)

Dispetkeswan SBD Gelar Sosialisasi Karantina Hewan dan Tanaman Holtikultura

Tambolaka, Kominfo – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dispetkeswan) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perkarantinaan Hewan dan Tanaman Holtikultura di aula Hotel Ella Tambolaka, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (15/11/2024).

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka dengan resmi oleh Pj Bupati Kabupaten SBD, Ir. Yohanes Oktavianus, yang dihadiri oleh narasumber dari Balai Karantina Hewan dan Tanaman Holtikultura Provinsi NTT, Kepala Balai Karantina Waikelo, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten SBD, para peserta sosialisasi, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kata sambutannya, Oktavianus menekankan tentang pentingnya penanganan serius terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) dan penyakit lainnya. Beberapa waktu lalu, penyakit ASF merajalela di beberapa negara, termasuk Indonesia secara umum dan secara khusus di Kabupaten SBD. Penularan penyakit ASF ini pada ternak babi sangat cepat dan berproses cepat sehingga menyebabkan perdarahan pada organ internal bagi ternak babi dan memiliki angka kematian yang sangat tinggi.

“Kondisi ini menjadi kekhawatiran serius bagi para peternak babi yang ada di Kabupaten SBD, kalau masalah ini dibiarkan berarti para peternak pasti mengalami kerugian yang sangat besar dan ini pasti berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten SBD,” ujarnya.

Oktavianus juga menyampaikan bahwa langkah-langkah pencegahan dan pengendalian telah diperkuat, termasuk isolasi babi yang terinfeksi, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pengawasan intensif di daerah-daerah berisiko tinggi.

Penularan penyakit ASF dapat terjadi melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, peralatan, pakan, minuman, atau gigitan caplak yang tercemar virus.

Selain itu, penting juga peran serta masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penularan virus ASF dengan cara memperketat penjagaan dan pengawasan keluar masuk hewan ternak dengan benar-benar memanfaatkan Balai Karantina yang ada.

“Kesadaran para peternak untuk melaporkan kasus-kasus mencurigakan dan mematuhi aturan karantina adalah kunci keberhasilan dalam mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit virus ASF di daratan Sumba,” tutur Oktavianus. (MC. Bidang PIP Diskominfo Kabupaten SBD/Isto)

Publikasi Buku Untaian Tradisi : Warna Warni Tenun Sumba Barat Daya

Judul                   : Untaian Tradisi : Warna Warni Tenun Sumba Barat Daya

Penerbit             : Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya

Penulis                : Maria Dian Andriana

Tebal Buku         : 109 halaman

Ukuran                : 21 x 29,7 cm

Kertas Isi            : Art Paper 150 gram Full Color

Sampul               :  Art Carton 260 gram – Hard Cover

ISBN                    : (dalam proses pengajuan)

Kategori              : Pariwisata dan Budaya

Tahun terbit       : 2024

Sinopsis :

Buku ini mengupas keindahan dan kekayaan kain tenun dari Sumba Barat Daya, tidak hanya sebagai busana tradisional tetapi juga sebagai cerminan budaya yang sarat makna. Melalui setiap helai benang, tersimpan tradisi menenun yang diwariskan turun-temurun, lengkap dengan cerita dan filosofi mendalam yang tergambar pada motif-motifnya.

Lebih dari sekadar kerajinan, tradisi menenun menjadi bagian penting dari seni budaya yang turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Buku ini juga mengupas bagaimana kain tenun berperan sebagai aset industri pariwisata, yang tidak hanya memperkuat identitas budaya tetapi juga menjadi salah satu jalan pelestarian warisan leluhur.

Penandatanganan Kerja Sama Pemkab Sumba Barat Daya dan RRI

Tambolaka, Kominfo – Kabupaten Sumba Barat Daya dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Tambolaka, 30 September 2024. MoU ini menjadi landasan penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran nasional untuk meningkatkan akses informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat Sumba Barat Daya.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Sumba Barat Daya, Ir. Yohanis Oktovianus, MM., menekankan bahwa RRI sebagai lembaga penyiaran publik harus tetap menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang disampaikan. Selain itu, ia juga mendorong RRI untuk terus berinovasi agar mampu bersaing dengan perkembangan teknologi penyiaran yang kian pesat, sehingga tidak kalah dengan lembaga penyiaran komersial.

Oktovianus juga memberikan apresiasi kepada RRI yang telah berperan aktif menjaga pilar kebangsaan melalui berbagai program siaran yang informatif dan terpercaya. Ia menyatakan, informasi yang kompeten dan transparan dari RRI sangat membantu dalam membangun kebersamaan serta memberikan edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kedatangan tim RRI di Kabupaten Sumba Barat Daya dipimpin oleh Dewan Pengawas LPP RRI, Rini Purwandari, yang didampingi oleh Kasubag TU LPP RRI bersama Kepala Stasiun RRI Kupang dan staf RRI Sumba. Kehadiran mereka disambut baik oleh pemerintah daerah, yang berharap MoU ini dapat mempererat kerja sama di bidang penyiaran untuk kemajuan daerah.

Pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap agar RRI dapat memberikan kontribusi lebih dalam pembangunan daerah, terutama melalui siaran-siaran yang mempromosikan potensi lokal serta menyajikan informasi yang bermanfaat bagi warga Sumba Barat Daya. Hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

MoU ini juga mencakup berbagai program kerja sama strategis, mulai dari penyiaran informasi pembangunan daerah, promosi pariwisata, hingga penyebaran informasi terkait kebijakan pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran RRI sebagai media informasi yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, RRI berkomitmen untuk memperkuat kehadirannya di Sumba Barat Daya dan berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang mendidik, mencerahkan, serta mampu menciptakan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak dalam mendukung perkembangan daerah.

RRI juga menegaskan bahwa sebagai lembaga penyiaran publik, pihaknya akan terus menjaga independensi, serta berusaha menyajikan informasi yang tidak hanya aktual, namun juga objektif dan mendalam. Hal ini selaras dengan visi RRI untuk menjadi media penyiaran yang dipercaya masyarakat dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(jl)