Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Bulan: Juni 2026

Pemkab SBD MOU dengan Poltekkes Kemenkes Kupang

Tambolaka, Kominfo SBD – Penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (Ratu Ngadu B.Wulla,ST) dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang (Maria Hilaria) tentang pelaksanaan Tri Dharma perguruan bertempat di RSUD Reda Bolo, Jumat (5/6/2026).

Kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah SBD, Drs. Etmundus N.Nau, para asisten pada setda Kabupaten Sumba Barat Daya, Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Maria Hilaria, S.Si, S.Farm beserta seluruh jajaran, Kepala Dinas Kesehatan SBD beserta jajaran, Direktur RSUD Redabolo beserta jajaran dan tamu undangan.

Dalam sambutannya Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B.Wulla,ST mengatakan atas nama Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kerja sama ini.

Menurut Bupati Ratu Wulla penandatanganan MOU ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Kami meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan memberikan manfaat yang besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati Ratu Wulla berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya.

Diakhir sambutan Bupati Ratu Wulla mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan MOU ini, semoga kemitraan yang terjalin dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab SBD Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Tambolaka, Kominfo SBD — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kembali menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah.

Penyerahan LHP tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang, Selasa (26/05/2026).

LHP BPK RI diterima langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Rudolf Radu Holo.

Predikat Wajar Tanpa Pengecualian yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, memperkuat pengawasan internal, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, serta semua pihak yang telah mendukung terciptanya pengelolaan keuangan daerah yang tertib dan bertanggung jawab.

Bupati SBD Resmikan Pengoperasian Perdana KMP Cakalang Lintasan Waikelo–Sape

Tambolaka, Kominfo SBD – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) secara resmi membuka kembali urat nadi transportasi laut yang menghubungkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., didampingi Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P., meresmikan secara langsung Pengoperasian Perdana KMP Cakalang pada Lintasan Waikelo–Sape di Pelabuhan Laut Kelas III Waikelo, Minggu (24/05/2026).
Langkah taktis ini diambil pemerintah daerah sebagai wujud nyata percepatan pemulihan ekonomi, perluasan akses pasar, dan penguatan pelayanan publik bagi masyarakat Sumba Barat Daya.
Hadirnya kembali KMP Cakalang di perairan SBD merupakan buah dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan otoritas pelabuhan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh:
• Pimpinan DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya
• Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya
• General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sape, Suryanto Purnomo, bersama jajaran manajemen dan kru armada
• Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat Daya
• Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Laut Kelas III Waikelo
• Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan Waikelo
• Camat Kota Tambolaka, serta Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.
Dalam sambutan resminya, Bupati Ratu Ngadu Wulla menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sape di bawah kepemimpinan Suryanto Purnomo, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mengaktifkan kembali rute strategis ini.
Bupati menegaskan, pengoperasian lintasan Waikelo–Sape ini memegang peranan krusial yang berkelindan dengan visi jangka panjang daerah.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Lintasan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan langkah strategis dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya menuju daerah yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Bupati.
Sebagai jalur penyeberangan utama, lintasan Waikelo–Sape dinilai sebagai sektor hulu yang vital bagi distribusi komoditas unggulan daerah. Bupati menjelaskan bahwa dengan pulihnya konektivitas laut ini, rantai pasok logistik di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perdagangan antarpulau dapat dipangkas menjadi lebih efisien.
“Melalui konektivitas laut yang kembali pulih ini, akses pasar bagi hasil produksi masyarakat semakin terbuka luas. Hal ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara merata,” tambahnya.
Selain dampak ekonomi, keberadaan KMP Cakalang ini juga diproyeksikan akan memperlancar mobilitas pelayanan publik, mulai dari rujukan kesehatan, akses pendidikan, hingga akselerasi promosi sektor pariwisata dan kebudayaan daerah ke kancah nasional.
Menutup arahannya, Bupati SBD menyampaikan dua pesan penting:
1. Kepada PT ASDP Indonesia Ferry & Kru Kapal: Diimbau untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran (safety first) serta memberikan pelayanan yang prima, humanis, dan konsisten bagi seluruh pengguna jasa.
2. Kepada Masyarakat: Diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan kawasan Pelabuhan Waikelo sebagai gerbang utama roda perekonomian daerah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pernyataan resmi beroperasinya kembali lintasan penyeberangan oleh Bupati SBD, yang ditandai dengan pelepasan keberangkatan perdana para penumpang KMP Cakalang yang bertolak menuju Pelabuhan Sape, NTB.