Wakil Mendes PDT Buka Dengan Resmi Ekshibisi PANA-LPDP Perkuat Ekosistem Desa Wisata di SBD
Tambolaka, Kominfo SBD – Kabupaten Sumba Barat Daya sukses menyelenggarakan Ekshibisi Loda Weemaringi pada Wee Malala, sebuah momentum krusial yang menandai keberhasilan kolaborasi Program Pengabdian Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (PANA-LPDP). Kegiatan ini menjadi representasi nyata sinergi lintas sektor dalam mengakselerasi pembangunan desa tertinggal melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kerakyatan.
Ekshibisi ini merupakan kulminasi dari pilot project pendampingan intensif di empat desa wisata strategis, yakni Desa Maliti Bondo Ate, Desa Pero Konda, Desa Karuni, dan Desa Watukawula. Program ini dirancang secara komprehensif dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama: peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan tata kelola kelembagaan desa, serta optimalisasi potensi ekonomi yang berakar pada kearifan lokal.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Ir. H. Ahmad Riza Patria, didampingi oleh Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Samsul Widodo, M.A., serta Direktur Utama LPDP, Sudarto. Kehadiran para pimpinan tinggi ini disambut langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, bersama Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P.
Dalam arahannya, Wamen Desa PDT menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat di empat desa lokus yang telah menunjukkan keterbukaan luar biasa terhadap inovasi.
“Kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada partisipasi aktif warganya. Kami berharap program PANA-LPDP ini tidak berhenti sebagai sebuah seremoni pengabdian, melainkan menjadi fondasi berkelanjutan bagi masyarakat untuk membangun desa yang mandiri dan berdaya saing global,” ujar Ahmad Riza Patria.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Pusat di “Bumi Loda Weemaringi” adalah suntikan semangat bagi percepatan pembangunan daerah.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para alumni LPDP atas dedikasi intelektual dan kontribusi nyata selama masa pendampingan. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memastikan fasilitas dan sistem yang telah diserahterimakan dapat terjaga dan dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh ekosistem kemitraan yang kuat, melibatkan jajaran perangkat daerah, perbankan melalui Bank NTT, sektor korporasi seperti PT Pegadaian, serta para pemangku kepentingan desa. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan model pembangunan desa wisata yang dapat direplikasi di wilayah lain, guna memutus mata rantai ketertinggalan melalui pemberdayaan berbasis budaya.