Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Bupati SBD Terima Hibah Tanah Transmigrasi 3 Desa Di Kec. Wewewa Selatan

Wewewa Selatan, Kominfo SBD — Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu B. Wula, S.T. memimpin acara penyerahan hibah tanah calon lokasi pemukiman transmigrasi yang merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap program pembangunan daerah. Acara ini berlangsung khidmat di Desa Umbu Wango.
​Masyarakat pemilik lahan dari tiga desa—Desa Umbu Wango, Desa Mila Ate, dan Desa Maghu Ate, secara sukarela menyerahkan aset tanah mereka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk dijadikan lokasi pengembangan transmigrasi.
​Kehadiran berbagai unsur Pimpinan Daerah dan instansi terkait menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh terhadap program ini. Turut hadir dalam acara penting tersebut, antara lain:
​Anggota DPRD Dapil 3 SBD
​Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) SBD
​Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBD
​Kapolsek Wewewa Selatan
​Danramil 1629-01 Wewewa Selatan
​Para Pimpinan OPD Kabupaten SBD
​Kepala ULP Sumba Jaya
​Kepala Desa Buru Kaghu
​Masyarakat Penghibah Tanah dan Para Tokoh Masyarakat
​Bupati Ratu Ngadu B. Wula, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin.
​”Hari ini adalah hari bersejarah. Kehadiran kita semua, dari unsur Legislatif, TNI/Polri, BPN, KPH, hingga seluruh Kepala OPD, membuktikan bahwa program Transmigrasi ini adalah tanggung jawab dan prioritas kita bersama. Terima kasih tak terhingga kepada Masyarakat Penghibah Tanah; keikhlasan Bapak/Ibu sekalian adalah kunci pembuka bagi peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di SBD,” ungkap Bupati.
​Kepala ATR/BPN SBD memastikan bahwa proses legalitas lahan akan segera diselesaikan untuk mendukung percepatan program transmigrasi. Sementara itu, kehadiran KPH menunjukkan adanya koordinasi dalam pemanfaatan lahan agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
​Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan berita acara dan dokumen legalitas oleh perwakilan masyarakat dan Pemerintah Daerah, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Lahan yang dihibahkan ini diharapkan menjadi lokasi yang strategis untuk menampung transmigran, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di wilayah Sumba Barat Daya.

Wakil Bupati SBD Buka Climate ed-Havkathon Inklusif

​Tambolaka, Kominfo SBD – Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, secara resmi membuka kompetisi pembelajaran inovatif Climate ED-Hackathon pada hari Jumat pagi, 12 Desember 2025.
​Acara kolaboratif ini bertajuk “Penciptaan Bersama materi pembelajaran Climate ed-hackathon sekolah pesisir yang berpusat pada anak-anak responsif gender dan inklusif disabilitas,” dan diselenggarakan di lantai 8 Hotel Sima, Tambolaka.
Adapun yang hadir pada Kegiatan ini, Tim genre–cis dan save the children indonesia,Para juri, (ibu dr. Getrudis kerans,m.sc, ibu pupu purwaningsih,ma, pater mikael keraf,cssr, dan bapak dr. Mikael sene,mp), Perwakilan uptd pendidikan dan kebudayaan provinsi nusa tenggara timur (ibu maria theodora mare bau,spd), Para perwakilan dari bapperida, dp3ap2kb, bpbd, dinas pendidikan dan kebudayaan, dan dinas lingkungan hidup kabupaten sumba barat daya, Para perwakilan dari universitas, yayasan pendidikan, lembaga mitra, media, dan komunitas kabupaten sumba barat daya, Para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah, dan para siswa-siswi.
​Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka menyoroti urgensi edukasi perubahan iklim yang disesuaikan dengan konteks wilayah.
​”Sumba Barat Daya adalah wilayah kepulauan dengan risiko iklim yang tinggi. Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi upaya serius kita untuk menghasilkan kurikulum yang berpihak pada anak-anak dan dapat langsung digunakan oleh sekolah-sekolah di pesisir,” tegas Dominikus A.R. Kaka.
​Beliau juga menekankan bahwa materi yang dihasilkan harus mampu memberdayakan anak-anak sebagai agen perubahan, sambil memastikan bahwa pendidikan lingkungan ini responsif gender—memberi ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki—serta inklusif disabilitas, di mana materi ajar harus dapat diakses oleh semua siswa.
​Kegiatan Hackathon ini diikuti oleh total 30 tim peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk:
​Guru-guru dari sekolah pesisir di Sumba Barat Daya.
​Mahasiswa program studi kependidikan dan lingkungan.
​Aktivis komunitas dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD).
​Praktisi teknologi pendidikan.
​Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya menjelaskan bahwa kolaborasi multidisiplin ini penting untuk menghasilkan prototipe materi yang tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga mudah dicerna, menarik, dan relevan secara budaya.
​Acara yang berlangsung sehari penuh ini menargetkan penciptaan materi yang fokus pada dua aspek utama:
​Adaptasi Lokal: Menciptakan materi yang spesifik mengenai cara adaptasi masyarakat pesisir Sumba terhadap kenaikan permukaan laut, pengamanan sumber air, dan perlindungan ekosistem bakau.
​Aksesibilitas Penuh: Memastikan materi tersedia dalam berbagai format, seperti panduan visu
al, audio deskriptif, dan format cetak besar, untuk mendukung pembelajaran bagi siswa dengan disabilitas.
​Wakil Bupati berharap, hasil dari Hackathon ini akan menjadi prototipe kurikulum resmi yang diadopsi pemerintah daerah untuk memperkuat resiliensi pendidikan dan masyarakat Sumba Barat Daya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Bupati Ratu Wulla Hadiri Syukuran Pemekaran GKS dan Penthabisan Pendeta di Wewewa Selatan

Wewewa Selatan, Kominfo SBD – Suasana Penuh sukacita dan berkat menyelimuti wilayah Wewewa selatan, Sumba Barat Daya (SBD), hari ini 11 Desember 2025. Bupati SBD, Ratu Ngadu B. Wulla, ST memimpin jajaran eksekutif dan di dampingi mitra pembangunan dalam ibadah Syukur Pemekaran dua Jemaat Besar Gereja Kristen Sumba (GKS), yakni GKS iya Ate dan GKS Puu Kadokke, yang di rangkaikan dengan moment khidmat Penthabisan Pendeta.
Kehadiran Bupati, bersama para pemangku kepentingan, menjadi simbol nyata dukungan sinergis antara pemerintah Daerah, legeslatif, dan Sektor perbankan terhadap kemajuan spiritual serta pembangunan sosial di SBD.
Pemekaran GKS Iya Ate dan GKS Puu Kadoke merupakan keputusan strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan dan mengefektifkan penggembalaan jemaat di tengah pesatnya pertumbuhan populasi umat.
Dalam sambutannya yang hangat, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menegaskan peran penting gereja sebagai benteng moral.
“Pemekaran ini bukan hanya menambah jumlah gereja, tetapi juga menambah pusat-pusat pembinaan karakter dan moral yang akan menjadi mitra utama Pemerintah dalam menanggulangi berbagai persoalan sosial, seperti stunting, kemiskinan, dan pendidikan etika anak bangsa,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Momen sakral Pentahbisan Pendeta menandai lahirnya pelayan-pelayan Tuhan yang baru, siap mengemban tugas di ladang pelayanan. Kepada para pendeta yang baru ditahbiskan, Bupati berpesan agar melayani dengan integritas dan semangat kerendahan hati.
“Kami berharap para Pendeta yang baru dapat menjadi teladan yang hidup, menjadi agen pemersatu, dan hadir di tengah-tengah jemaat, membawa terang dan harapan. Jadikan mimbar bukan hanya tempat berkhotbah, tetapi juga tempat menginspirasi pembangunan SBD yang berlandaskan iman,” tambahnya.
Acara Ibadah Syukur dan Pentahbisan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mewujudkan Sumba Barat Daya yang lebih religius, maju, dan sejahtera di masa mendatang

Sekda Etmundus N. Nau Buka Sosialisasi Permendagri No. 44 Tahun 2022, Tekankan Pentingnya Kepastian Batas Daerah SBD-Sumba Barat.

Tambolaka, Kominfo SBD – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Drs. Etmundus N. Nau, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 44 Tahun 2022 tentang Batas Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat Kabupaten SBD.
Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum terkait batas wilayah kedua kabupaten bertetangga tersebut, sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Permendagri No. 44 Tahun 2022 sendiri telah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Februari 2022 dan diundangkan pada 10 Maret 2022.
Dalam sambutannya, Sekda Etmundus N. Nau menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai titik-titik koordinat dan pilar batas utama (PBU) yang telah ditetapkan dalam Permendagri tersebut.
“Sosialisasi ini krusial untuk memastikan tertib administrasi pemerintahan dan menghindari potensi konflik di lapangan akibat ketidakjelasan batas wilayah,” ujar Etmundus. Ia menambahkan bahwa posisi batas daerah bersifat tetap dan tidak berubah meskipun terjadi perubahan nama desa atau kecamatan di kemudian hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat dari wilayah yang berbatasan langsung antara SBD dan Sumba Barat, khususnya di area perbatasan Kecamatan Kodi Bangedo (SBD) dengan Kecamatan Laboya Barat (Sumba Barat).
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di SBD dapat memahami secara detail lampiran peta dan deskripsi batas wilayah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Permendagri No. 44 Tahun 2022, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lancar dan harmonis.

Bupati Ratu Ngadu B. Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus A.R Kaka Serahkan Bantuan Hibah Ternak di Depan Rujab, Wujudkan Kemandirian Pangan SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam memperkuat sektor peternakan dan kemandirian pangan terus diimplementasikan. Dalam sebuah acara simbolis, Bupati SBD Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., didampingi Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka, S.P., menyerahkan bantuan hibah ternak kepada sejumlah kelompok penerima manfaat.
Kegiatan penyerahan ini, yang berlangsung di depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya pada Senin (8/12/2025), merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal dan memperbaiki gizi keluarga di SBD.
Bupati Ratu Wulla, dalam arahannya, menekankan agar bantuan ternak tersebut dikelola secara produktif. “Program ini bukan sekadar bantuan sekali beri, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap ternak-ternak ini dipelihara dan dikembangbiakkan dengan baik,” pesannya.
Sebelumnya kegiatan penyerahan bantuan serupa dilakukan kepada delapan kelompok di Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur, pada Selasa (29/7/2025). Selain itu, bantuan ternak jenis lain, seperti 700 ekor ayam petelur kepada tujuh kelompok tani, juga telah diserahkan pada September 2025, serta bantuan bebek untuk perbaikan gizi anak stunting di Desa Mareda Wuni pada November 2025
Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan ini secara maksimal oleh masyarakat. “Bantuan ini merupakan wujud nyata program pemerintah daerah dalam membangun Sumba Barat Daya yang tangguh, berkarakter, sehat, cerdas, dan berketahanan pangan,” ujarnya.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan ekonomi lokal melalui sektor pertanian dan peternakan, yang diharapkan dapat membawa Sumba Barat Daya menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati dan Wakil Bupati SBD Hadiri Launching KMA 1541/2025 dan Peresmian SMAK Santo Dominikus Negeri

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. bersama Wakil Bupati Dominikus A.R Kaka, menghadiri kegiatan peluncuran Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 1541 Tahun 2025 dan peresmian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri Santo Dominikus Sumba Barat Daya.
Hadir dalam acara ini Menteri agama republik indonesia yang diwakili oleh dirjen bimas katolik kementerian agama republik indonesia; bapak suparman, Direktur pendidikan agama katolik kementerian agama republik; bapak albertus triatmodjo beserta seluruh rombongan, Pimpinan dan anggota dprd kab.sumba barat daya, Anggota forkopimda sumba barar darat daya
Yang mulia bapa uskup keuskupan weetabula atau yang diwakili oleh sekretaris keuskupan weetabula; romo marselinus dapa wole, pr
Kepala kantor wilayah kementerian agama propinsi ntt; bapak fransiskus kariyanto, s.ag.,M,si Para kepala kantor kementerian agama se-ntt;Kepala kantor kementerian agama kabupaten sumba barat daya; bapak siprianus muda hondo,s.fil. Msi dan Camat loura.
Acara tersebut mengusung tema sentral: “Pendidikan Berkualitas Jembatan Menuju Generasi Emas 2045”, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dan pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan sebagai investasi masa depan.
Berdasarkan informasi yang tersedia, KMA RI Nomor 1541 Tahun 2025 sendiri berkaitan dengan penetapan 512 pesantren di Indonesia sebagai percontohan atau pilot program Pesantren Ramah Anak, sebuah inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Sementara itu, peresmian SMAK Santo Dominikus sebagai sekolah negeri menandai tonggak sejarah penting bagi pendidikan Katolik di Sumba Barat Daya. Sekolah ini sebelumnya merupakan salah satu dari empat SMAK swasta yang mengajukan permohonan alih status menjadi negeri, dan kini telah resmi menyandang status tersebut. Peresmian ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan agama Katolik di wilayah tersebut.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terhadap program-program Kementerian Agama yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik di semua jenjang dan jenis satuan pendidikan.

Bupati Ratu Wulla Pimpin Rakor dan Evaluasi Dapur 3T di SBD: Pastikan Kualitas Menu dan Target Pembangunan

Tambolaka, Kominfo SBD – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi terkait pelaksanaan program Dapur 3T di Kabupaten Sumba Barat Daya. Program “Dapur 3T” atau yang juga dikenal sebagai Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di wilayah Terpencil, Terluar, dan Terdalam, merupakan inisiatif pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting di daerah.
Rapat koordinasi intensif ini dilaksanakan untuk memastikan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program di lapangan. Berdasarkan sumber dari Prokompi Sumba Barat Daya, fokus utama rakor tersebut mencakup evaluasi standar menu makanan yang diberikan serta pencapaian target pembangunan infrastruktur dapur baru di wilayah 3T.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat dan efisiensi distribusi agar program pemerintah ini benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Bupati SBD juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi dapur MBG untuk memantau langsung kondisi riil di lapangan. Hasil evaluasi dan sidak ini menjadi bahan masukan utama dalam rapat koordinasi kali ini.
Program Dapur 3T/MBG ini membutuhkan puluhan titik dapur tambahan untuk menjangkau seluruh wilayah SBD secara maksimal, di mana saat ini baru beberapa dapur yang beroperasi penuh, salah satunya Dapur Omba Lunda. Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten SBD berkomitmen untuk mempercepat realisasi target pembangunan dapur baru guna menuntaskan program makan bergizi gratis di seluruh pelosok daerah.

Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka Serahkan Kunci Rumah Bantuan Tepat Di Hari Bhakti PU Ke-80

Tambolaka, Kominfo SBD – Dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80, Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alpawan Rangga Kaka, melaksanakan kegiatan peninjauan sekaligus penyerahan kunci satu unit rumah bantuan dari Dinas PUPR SBD, Rabu (3/12/2025)
.
Kegiatan ini merupakan bagian dari wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten SBD terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian layak. Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat di Desa Watukawula Kecamatan Kota Kabupaten SBD, disaksikan oleh jajaran pejabat Dinas PUPR dan tokoh masyarakat setempat.
Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga Kaka menyampaikan bahwa bantuan bedah rumah atau pembangunan baru ini merupakan program rutin yang dilaksanakan melalui alokasi dana PUPR, yang puncaknya diserahkan bertepatan dengan Hari Bhakti PU
.
“Ini adalah kado istimewa Hari Bhakti PU ke-80 untuk masyarakat SBD. Kami berharap bantuan satu unit rumah ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang menempati,” ujar Dominikus Alpawan Rangga Kaka di lokasi penyerahan.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga serta memelihara infrastruktur yang telah dibangun.
Program bantuan rumah ini sejalan dengan tema Hari Bhakti PU tahun ini, yakni “Menguatkan Pengabdian Meneguhkan Masa Depan”, yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik skala besar, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.
“Pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan pembangunan infrastruktur di SBD berjalan secara merata dan berkeadilan,” tambahnya, sembari mengapresiasi kinerja Dinas PUPR SBD yang telah merampungkan pembangunan unit rumah bantuan tersebut tepat waktu.

Wakil Bupati Sbd Pimpin Upacara Peringatan Hari Bhakti PU Ke-80, Tegaskan Pentingnya Integritas Insan PUPR

Tambolaka, Kominfo SBD – Dalam upaya serius Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (Pemkab SBD) untuk menerapkan manajemen talenta instansi pemerintah yang objektif dan terstruktur, kegiatan Uji Kompetensi dan Potensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dimulai. Acara pembukaan ini berlangsung di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumba Barat Daya.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., hadir secara langsung mendampingi tim Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar, yang bertindak sebagai fasilitator dan penilai dalam proses penting ini. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten SBD (Sumba Barat Daya), serta jajaran pejabat tinggi pratama lainnya.
Kegiatan uji kompetensi ini dirancang khusus dalam rangka profiling ASN, sebuah langkah awal yang krusial untuk memetakan kemampuan, potensi, dan kualifikasi yang dimiliki oleh aparatur sipil di lingkungan Pemkab SBD.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyambut baik kedatangan tim BKN Denpasar dan menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia. “Penerapan sistem manajemen talenta ini bertujuan untuk menempatkan ASN terbaik pada posisi yang strategis, memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, dan pada akhirnya, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelas Bupati.
Sementara itu, perwakilan dari Tim Kantor Regional X BKN Denpasar mengapresiasi langkah proaktif Pemkab SBD. Mereka menjelaskan bahwa hasil dari uji kompetensi ini akan menjadi basis data yang valid untuk pengembangan karier ASN di masa mendatang, sesuai dengan prinsip-prinsip sistem merit yang dicanangkan pemerintah pusat.
Uji kompetensi ini melibatkan metode penilaian komprehensif untuk mengukur kompetensi manajerial, sosiokultural, dan teknis para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, Pemkab SBD dapat mengidentifikasi future leaders dan membangun talent pool yang kuat untuk menjamin keberlanjutan pembangunan di Sumba Barat Daya.
Kegiatan akan berlangsung selama beberapa hari di Aula Kantor BKPSDM, dengan pengawasan ketat untuk memastikan objektivitas dan transparansi hasil penilaian

Tingkatkan Kualitas Birokrasi, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla yang Resmi Membuka Uji Kompetensi ASN SBD

Tambolaka, Kominfo SBD – Dalam upaya serius Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (Pemkab SBD) untuk menerapkan manajemen talenta instansi pemerintah yang objektif dan terstruktur, kegiatan Uji Kompetensi dan Potensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dimulai. Acara pembukaan ini berlangsung di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumba Barat Daya.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., hadir secara langsung mendampingi tim Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar, yang bertindak sebagai fasilitator dan penilai dalam proses penting ini. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten SBD (Sumba Barat Daya), serta jajaran pejabat tinggi pratama lainnya.
Kegiatan uji kompetensi ini dirancang khusus dalam rangka profiling ASN, sebuah langkah awal yang krusial untuk memetakan kemampuan, potensi, dan kualifikasi yang dimiliki oleh aparatur sipil di lingkungan Pemkab SBD.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyambut baik kedatangan tim BKN Denpasar dan menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia. “Penerapan sistem manajemen talenta ini bertujuan untuk menempatkan ASN terbaik pada posisi yang strategis, memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, dan pada akhirnya, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelas Bupati.
Sementara itu, perwakilan dari Tim Kantor Regional X BKN Denpasar mengapresiasi langkah proaktif Pemkab SBD. Mereka menjelaskan bahwa hasil dari uji kompetensi ini akan menjadi basis data yang valid untuk pengembangan karier ASN di masa mendatang, sesuai dengan prinsip-prinsip sistem merit yang dicanangkan pemerintah pusat.
Uji kompetensi ini melibatkan metode penilaian komprehensif untuk mengukur kompetensi manajerial, sosiokultural, dan teknis para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, Pemkab SBD dapat mengidentifikasi future leaders dan membangun talent pool yang kuat untuk menjamin keberlanjutan pembangunan di Sumba Barat Daya.
Kegiatan akan berlangsung selama beberapa hari di Aula Kantor BKPSDM, dengan pengawasan ketat untuk memastikan objektivitas dan transparansi hasil penilaian