Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

News

Bupati SBD Resmikan Gedung Unit Transfusi Darah di RSUD Pratama Reda Mbolo

Tambolaka, Kominfo – Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, meresmikan gedung unit transfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Reda Mbolo, Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/8/2024).

Hadir dalam acara peresmian ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten SBD Christofel Horo, Kadis Kesehatan Kabupaten SBD drg. Yulianus Kaleka, Kadis Pertanian SBD Ir. Yohanes Frin Tuka, Direktur RSUD Pratama Reda Mbolo dr. Elfrida Marpaung bersama jajarannya, Wadayon Brimob Batalyon C Pelopor SBD, Sekdis Kesehatan bersama para Kabid, Kabag Protokol Kabupaten SBD, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam kata sambutannya, Kornelius mengatakan bahwa kesehatan adalah hak asasi setiap warga negara, sehingga pemerintah berkewajiban menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau sebagai pertanggungjawaban dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kornelius berharap RSUD Pratama Reda Mbolo mampu menjawab tuntutan kebutuhan pelayanan masyarakat SBD di bidang kesehatan dengan cara meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam pelaksanaan pelayanan rujukan pada RSUD Pratama Reda Mbolo, ada beberapa persoalan dalam menyelesaikan kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan transfusi darah, antara lain pada kasus kebidanan, kasus bedah, kasus penyakit dalam, dan kasus anak. Sesuai dengan kompetensi pelayanan kesehatan RSUD Pratama Reda Mbolo dan personal, diupayakan diatasi dengan menjalin kerja sama dengan unit transfusi darah RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, sejak awal tahun 2024.

“Sejak diresmikan tanggal 27 Februari 2019, RSUD Pratama Reda Mbolo telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten SBD. Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten SBD. Peningkatan fasilitas, penambahan tenaga medis, serta inovasi dalam pelayanan kesehatan merupakan bukti nyata dari upaya yang telah dilakukan,” katanya.

“Kornelius uga menyampaikan bahwa emerintah daerah terus berkomitmen secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan RSUD Pratama Reda Mbolo agar pelayanannya semakin meningkat. Peresmian unit transfusi darah menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan komitmen tersebut.

“Dengan keberadaan unit transfusi darah, diharapkan penanganan yang membutuhkan stok darah setelah operasi dan lain-lain tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain. Hal ini akan mempercepat proses penanganan dan meminimalisir resiko yang mungkin terjadi,” ujar Kornelius.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pelayanan transfusi darah dan pembangunan gedung unit transfusi darah ini, Kornelius menyampaikan terima kasih.

Mudah-mudahan kerja keras kita semua akan membuahkan hasil yang lebih baik bagi masyarakat. Perlu diingat, adanya penambahan inovasi layanan dan penggunaan alat yang canggih harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan bagi masyarakat;,” ungkapnya. (MC. Kabupaten SBD/Isto)

Stabilkan Harga Pangan, Pemkab Sumba Barat Daya Gelar Gerakan Pangan Murah

Tambolaka, Kominfo – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta menyongsong hari besar keagamaan nasional (HKBN) Idulfitri 1445 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (3/4/2024).

GPM tersebut dihadiri oleh Dandim 1629 SBD, Letkol Czi. Novi Kurniawan, ST; drh. Rihimeha Anggung Praing, MP; Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD, Ir. Yohanis Frin Tuka; Kelapa Dinas Sosial Kabupaten SBD; serta para produsen dan konsumen.

Dalam penyampaian kata sambutannya, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten SBD melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar GPM ketiga pada tahun 2024 ini untuk menstabilkan harga pangan agar terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang HKBN Idulfitri 1445 Hijriah, dan memberikan kesempatan bagi semua masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan, khususnya bahan pangan berupa sembako.

“Melalui GPM, para pelaku usaha, termasuk pelaku usaha agribisnis, diberi ruang untuk berpartisipasi dalam menjual hasil produk dan hasil pertanian holtikultura,” tutur Kornelius.

Kegiatan GPM akan dilanjutkan secara berkala di tahun 2024 ini walaupun di tengah keterbatasan.

Pada kegiatan GPM, Bupati SBD mengharapkan partisipasi para pelaku usaha di Kabupaten SBD sebagai upaya nyata untuk membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga yang murah yang tidak hanya berorientasi keuntungan ekonomi semata.

“Saya berharap Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan terus melakukan kerja sama dengan Perum Bulog agar GPM terus dilakukan sebagai langkah konkret stabilisasi pasokan dan harga pangan,” ujarnya.

Melalui kesempatan tersebut, Bupati SBD juga mengharapkan kesediaan Perum Bulog untuk melayani GPM di semua kecamatan se-Kabupaten SBD bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten SBD, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog yang sudah bersinergi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam pelaksanaan GPM di tahun 2024,” tutur Kornelius.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan pelaku usaha termasuk gapoktan/poptan sebagai pelaku agribisnis yang hari ini terlibat secara aktif dalam kegiatan GPM,” katanya lagi. (MC. Kabupaten SBD/Isto)

Pemkab SBD Terus Bergegas Menuju Tanah Terjanji Lode Wee

Tambolaka, Kominfo – Bupati dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan bahwa Kabupaten SBD terus bergegas untuk menuju tanah terjanji yaitu Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.

“Kita butuh komponen agar Sumba ini menjadi pusat wisata dan cendramata itu penting. Yang biasa melanjutkan ini hanyalah para pengusaha”, katanya membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Resiko di Desa Kalena Wanno Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/12/2023).

Dirinya menegaskan, dengan adanya pendampingan tersebut, ketika ada yang mengajukan izin 1, 2 sampai 3 hari harus selesai.

“Jangan berlama-lama, ruang usaha bagi para pelaku pengusaha yang ada di Kabupaten SBD masih banyak sekali dan tidak perlu harus ke luar”, ujarnya.

Bupati SBD juga menuturkan terkait curah hujan yang saat ini sangat mengkhawatirkan, khususnya Kecamatan Loura dan Kodi sangat berdampak bagi para petani. Kebutuhan pangan saat ini juga sangat memprihatinkan dengan melonjaknya harga beras di pasaran.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten SBD melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Perum Bulog SBD memberikan beras bagi keluarga yang benar-benar tidak mampu.

“Tubuh memang butuh makan akan tetapi kita harus ubah perilaku kita, tidak harus berasm, makan ubi dan sayur pun tetap kita sehat”, tuturnya. *** (MC. Kabupaten SBD/Octa)

Bupati SBD Lantik 8 Pejabat Eselon II-B

Kadula, Kominfo – Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete melantik dan mengambil sumpah jabatan delapan pimpinan tinggi Pratama/Eselon II-B di aula kantor Bupati SBD Desa Kadipada Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/10/2023).

Hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi Pratama Eselon II-B yakni Wakil Bupati SBD, Marten Crhistian Taka, Sekda SBD, Fransiskus M Adilalo, Wakil Ketua I DPRD SBD, Syamsi P Golo, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Christopher Horo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dominggus Bulla, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt. Kepala BKPSDM Lukas Ngongo Gadis.

Juga turut hadir Ketu TP-PKK SBD, Ny. Suryaningsih T Mete, para pimpinan OPD lingkup pemerintah Kabupaten SBD, rohaniawan pendamping dari Agama Katolik dan Kristen Protestan, para saksi, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati SBD, dr. Kornelius menyampaikan terima kasih dan apresiasi ketua dan anggota tim panitia seleksi pejabat pimpinan tinggi Pratama yang telah bekerja dengan baik dalam mempersiapkan dan melaksanakan pengisian jabatan tinggi Pratama untuk 8 opd.

“Semua proses tahap demi tahap telah dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan kepegawaian yang berlaku sehingga pada hari ini kita semua dapat menyaksikan pelantikan pejabat tinggi Pratama.”Katanya.

Oleh karena itu, hendaknya pejabat terlantik harus mampu melakukan pembenahan dan membawa perubahan terhadap organisasi perangkat daerah yang dipimpin dalam upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan terutama dalam percepatan capaian program-program prioritas pembangunan daerah.

Dirinya juga mengingatkan kepada pejabat terlantik bahwa jabatan adalah sebuah kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saudara-saudara, hendaknya dijaga dengan kejujuran, loyalitas, dedikasi, serta prestasi dalam bekerja.

Untuk itu dibutuhkan suatu keseriusan, tanggung jawab moral, dan komitmen dalam bekerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten SBD.

“Saudara juga dituntut harus mampu bekerja keras, bekerja cerdas, berinovasi, dan bersinergi dengan masyarakat untuk melakukan percepatan pembangunan melalui program 7 jembatan emas demi terwujudnya masyarakat SBD yang maju, berkualitas, berdaya saing, demokratis dan sejahter”, ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati SBD menyampaikan sejalan dengan visi misi Nasional Indonesia emas 2045 mewujudkan birokrasi berkelas dunia, transformasi dalam sistem birokrasi harus dilaksanakan. Tiga agenda transformasi birokrasi yakni

“Transformasi organisasi mengubah organisasi menjadi lebih memiliki spesialisasi dan karakteristik; Transformasi sistem kerja menjadi lebih fleksibel dan kolaboratif; dan Transformasi manajemen sumber daya manusia menuju human capital tangguh”.katanya.

Untuk menghadapi transformasi-transformasi tersebut Bupati SBD meminta pejabat terlantik untuk memiliki sikap yaitu

“Adaptif, segera berubah, beradaptasi, dan menyiapkan diri dengan pola-pola yang ada; Meningkatkan kompetensi atau kemampuan; Fokus, institusi harus dikelola secara fokus”, ujarnya.

Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten SBD dirinya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi Pratama yang baru saja dilantik, semoga saudara-saudara sekalian mampu mengemban amanah.

“Saya mengajak kepada seluruh jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten SBD, mari secara bersama-sama kita tingkatkan prestasi dan kinerja kita agar sasaran pembangunan daerah dapat tercapai dengan baik”, urnya. *** (MC. Kabupaten SBD/Isto)

Gubernur dan Wagup NTT tiba di Tambolaka

Tambolaka, Kominfo – Gubernur dan Wagup NTT tiba di bandar udara Lede Kalumbang di Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Senin (19/12/22) siang.

Gubernur dan Wakil Gubernur dijemput langsung oleh Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete, Wakil Bupati Marthen Christuan Taka, Dandim 1629/SBD, Letkol Czi. Novi Kurniawan, Wakapolres SBD, Kompol I Ketut Mastina, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Komisaria Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana, dan beberapa pejabat tinggi lainnya.

Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josep A. Naesoi beserta rombongan sempat beristirahat di ruang VIP Bandara Lede Kalumbang, lalu dilanjutkan dengan makan siang di hotel Mario.

Kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dalam rangka perayaan HUT NTT ke-64 di desa Hameli Ate Kecamatan Kodi Utara Kabupaten SBD keesokan harinya 20 Desember 2022.
Perayaan HUT NTT ini dihadiri oleh seluruh Buoatj dan Walikota se-NTT, dengan sponsor utama Bank NTT.
Hingga berita ini diturunkan rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur, akan melanjutkan kegiatan penenda tanganan MoU antara PT. Talasi dengan Bank NTT. *** (Octa/002-22).

Kementrian Desa PDTT Serahkan Bantuan Pemerintah Peralatan Antropometri Kit di Dinas Kesehatan SBD

Tambolaka, Kominfo – Sehubungan dengan dilaksanakan pengadaan bantuan pemerintah antropometri kit oleh Kementerian Desa PDTT kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.AP. selaku Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan secara langsung menyerahkan antropometri kit kepada Pemerintah Daerah Kabupaten SBD di Tambolaka, Senin (12/12/2022).

Sebelum menyerahkan bantuan Direktur PPSBK berpesan kiranya bantuan dapat bermanfaat dalam mengurangi angka stunting serta barang bisa dipelihara dan dipergunakan sebaik-baiknya.

Selain hal tersebut Direktur juga menyampaikan ke depan akan tetap memperhatikan intervensi program/kegiatan di DT khususnya di Sumba Barat Daya di sektor-sektor lain melalui koordinasi yang dilaksanakan Ditjen PPDT.

“Mudah-mudahan dalam jangka waktu dekat RAN PPDT Tahun 2023 akan segera terbit yang ditandatangani oleh Presiden sebagai salah satu bukti keseriusan Kementerian Desa PPDT dan Transmigrasi dalam melaksanakan pembangunan dan kesejahteraan di Desa dan di Daerah Tertinggal” ungkap Dimposma Sihombing.

Bantuan ini diterima secara langsung dan simbolis oleh Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP., selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumba Barat Daya dan turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan beserta seluruh Kepala Puskesmas Penerima Bantuan.

Wakil Bupati SBD menyampaikan terima kasih atas adanya dukungan dari Kementrian tersebut, dan berharap dapat membantu SBD dalam mempercepat penuruan stunting di SBD.

Christian Taka menjelaskan, SBD seharusnya tidak masuk dalam kategori daerah miskin dan daerah stunting, jika saja masyarakatnya jujur dan iklas menerima titipan dari pendahulu (orang tua dan sesepuh) dan petugas kesehatan dan mau melakukan arahan-arahannya.

Ia menjelaskan, dengan adanya bantuan ini angka stunting di SBD kita harapkan terus mengalami penurunan, berkat kerja keras tenaga kesehatan dan semua pihak di SBD pada bulan Februari yang lalu jumlah angka stunting 13.150 (44,32%), sedangkan hasil timbang pada Agustus menurun menjadi menjadi 8.2170 (24,3%)

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa mampu menangani masalah stunting dan Kesehatan di SBD. Para petugas Kesehatan dapat terbantukan dalam memberikan pelayanan Kesehatan di masyarakat. Upaya-upaya yang dilakukan selama ini kurang lebih 11.000-an anak yang sudah diselamatkan sehingga tinggal 8.000-an yang menjadi fokus penangangan” tutur Chris Taka.

Total bantuan yang diberikan sejumlah 24 unit yang dibagikan kepada 13 Puskesmas Penerima Bantuan. Bantuan dibagikan sebagai dukungan tambahan yang diberikan oleh Direktorat PPSBK kepada lokus prioritas stunting pasca dilaksanakannya Workshop Pencegahan Stunting pada April 2022 lalu.

Setelah acara Penyerahan Bantuan, dilanjutkan dengan Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) serta Uji Fungsi Bantuan Peralatan Antropometri Kit. Selanjutnya peralatan ini digunakan untuk pengukuran status gizi yang akurat (gold standard) bagi bayi dan balita sehingga Puskesmas dapat memonitoring angka stunting di wilayahnya.
Diakhir acara dalam sesi penutup, diserahkan cinderamata berupa Kain Tenun Khas Sumba Barat Daya oleh Wakil Bupati kepada Tim Direktorat PPSBK sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. *** (Red/001-22).

RSUD Pratama Reda Bolo Mulai Membuka Pelayanan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Pasien Rujukan

Tambolaka, Kominfo – RSUD Pratama Reda Bolo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mulai hari ini Kamis, 1 Desember 2022, membuka pelayanan rawat jalan, rawat inap dan menerima pasien rujukan. RSUD Reda Bolo berkomitmen 1×24 jam siap menerima dan melayani setiap pasien yang datang berobat.

Pasalnya, pada Kamis (1/12/22), Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete meresmikan RSUD Pratama Redabolo, SBD menjadi RSUD tipe D di aula RSUD Desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka, SBD.

Dalam pesannya, Bupati Kornelius Kodi Mete meminta para medis di RSUD Sumba Barat Daya harus memberikam model pelayanan VIP kepada setiap pasien yang datang. Dengan demikian, seorang pasien merasa senang dan nyaman datang berobat di RSUD Reda Bolo SBD karena memperoleh pelayanan luar biasa. Aura positip tersebut akan terus terbawah pasien bersangkutan kepada keluarganya dan menyebar ke masyarakat mewartawakan kebaikan pelayanan para medis RSUD SBD.
Seiring peningkatan status RSUD pratama menjadi RSUD tipe D, maka semangat kerja para medis di RSUD ini harus lebih lagi. Hal itu sejalan dengan keputusan managemen RSUD SBD mulai menerima pelayanan pasien rawat jalan, rawat inap dan pasien rujukan terhitung 1 Desember 2022.

Sebagai Bupati, ia mengaku senang dengan perubahan status RSUD pratama menjadi RSUD tipe D. Hal itu karena perjuangan perubahan status RSUD SBD baru terwujud sekarang. Dengan perubahan status tersebut RSUD Redambolo resmi melayani pasien rawat jalan, rawat inap dan pasien rujukan terhitung sejak 1 Desember 2022. Dengan demikian, Kabupaten SBD saat ini memiliki dua rumah sakit yang melayani pasien yakni RSUD Redabolo dan rumah sakit Karitas Waitabula, SBD.

“Kehadiran rumah sakit ini tidak berarti saling bersaing tetapi justru saling melengkapi dan harus saling bekerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat daerah ini” ungkap Bupati SBD.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kornelius Kodi Mete juga menyaksikan acara perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan RSUD redabolo sebagai rumah sakit rujukan tipe D yang dihadiri juga oleh Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten SBD, Mariani V Sebatu.
Sementara itu Direktur RSUD Reda Bolo, dr.Theresia Citra Mila Mesa kepada wartawan mengatakan, pada prinsipnya RSUD SBD siap melaksanakan pelayanan perawatan kepada pasien baik pasien rawat jalan, rawat inap dan pasien rujukan terhitung mulai hari ini, Kamis 1 Desember 2022.

Saat ini, RSUD memiliki 86 tempat tidur dan akan terus diupayakan bertambah ke depannya. Sedangkan dari sisi tenaga medis, RSUD SBD mempunyai tenaga yang cukup memadai baik perawat, bidan, dokter umum maupun dokter ahli seperti dokter ahli penyakit Dalam, ahli Anak, bedah dan lainnya. Dan juga fasilitas pendukung seperti laboratorium dan lain-lain.
Dengan kesiapan tersebut, tegas dokter Citra, RSUD SBD siap melayani perawatan pasien baik pasien rawat jalan, rawat inap dan pasien rujukan.(Octa/002-22).

Bupati SBD Tutup Open Turnamen Pacuan Kuda Bupati Cup Tahun 2022

Loura, Kominfo – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, menutup Iven Open Turnamen Pacuan Kuda Bupati Cup tahun 2022 di stadion lapangan Oba Calo Desa Karuni Kecamatan Loura Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/11/2022).

Acara penutupan iven turnamen pacuan kuda Bupati Cup tahun 2022 juga dihadiri oleh Kejari Waikabubak, Pasi Pers Kodim 1629 SBD, Anggota DPRD Kabupaten SBD, Kepala Inspektorat SBD, Kadis Pora, Kadis Peternakan, Camat Loura, Ketua Kapesi Kabupaten SBD, Insan Pers, para pecinta kuda dan seluruh penonton.

Dalam sambutan Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia penyelenggara baik dari aparat Kepolisian Resort SBD, Satbrimob Batalion C Pelopor SBD, TNI, Dinas Peternakan dan Dispora Kabupaten SBD dan juga seluruh pecinta kuda yang turut menyukseskan iven turnamen pacuan kuda Bupati Cup tahun 2022.

“Kalaupun ada hal-hal kecil yang terjadi di lapangan itu sudah hal biasa, mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi. Karena itu yang paling kita jaga untuk mewujudkan salah satu program 7 jembatan emas salah satunya itu Desa aman dan tentram”, ujarnya.

Bupati SBD juga menyampaikan bahwa ke depannya turnamen pacuan kuda bisa diselenggarakan sebanyak dua kali, apabila iven ini benar-benar didukung oleh stakeholder dan seluruh pecinta kuda.

“Untuk itu, selamat buat para pemenang dan pecinta kuda yang turut mengambil bagian untuk menyukseskan pacuan kuda Bupati Cup tahun 2022. Dan untuk pemilik kuda yang tidak lolos semifinal dan juga final agar tetap merawat kudanya untuk berlaga lagi nanti pada iven berikutnya”, tuturnya. (MC. Kabupaten SBD/Isto)

BLKK Cahaya Kasih GKS MATA Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Tambolaka, Kominfo – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Cahaya Kasih GKS Mata menggelar pelatihan berbasis kompetensi furniture dan kriya kayu selama 1 bulan di BLKK Cahaya Kasih Jl. Rangga Roko Indah Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur.

Pembukaan pelatihan berbasasi kompetensi ini di hadiri oleh Pembina Yayasan Cahaya Kasih Sumba (YCKS) GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S,Th., Ketua YCKS, Imanuel Horo, SH., beserta pengurus, Analisis Kebijakan Ahli Madya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu,Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Stefanus Malo, S.IP., Pendeta dan Majelis GKS Mata, Kepala Sekolah dan guru-guru SMP Kristen Cahaya Kasih, Koordnator PPA GKS Mata, Ketua-ketua komisi/Panitia-panitia GKS Mata dan Tokoh Jemaat serta tamu undangan lainnya, Sabtu (12/11/22).

Ketua Penyelenggara Pelatihan BLKK Cahaya Kasih, Paulus H.A Oemboe Rey, SE., (kiri) saat menyampaikan laporannya.
Dalam laporannya Ketua Panitia penyelenggara pelatihan, Paulus H.A Oemboe Rey, SE., menyampaikan Pelatihan berbasis kompetensi program tekniks konstruksi furniture dan kriya kayu diselengarakan selam 1 bulan sejak 12 Nopember sampai 12 Desember 2022 (240 jam pelatihan).

Adapun tujuan peltihan ini, untuk merpersiapkan tenaga kerja berkompeten agar mampu beradaptasi, bertahan di tengah perubahan dunia kerja dan mampu menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Selain itu untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang unggul dan maju yang toleran,beraklak mulia dan setia pada ideologi Pancasila sebagai salah satu program pembangunan sumber daya manusia.

“Pelatihan ini juga bertujuan menciptakan generasi pekerja keras, terampil, menguasai ilmu pengeetahuan dan teknologi serta berdedikasi. Mempersiapkan kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai standar kualifikasi yang ditetapkan agar mampu bersaing di pasar nasional,regional.maupun internasional” kata Paulus Oe Rey lebih lanjut.

Ketua Dewan Pembina YCKS GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th., Lebih lanjut ketua penyelenggara ini mengatakan, BLKK diharapkan bisa menjadi tulang punggung dalam mencetak pekerja yang didekatkan dengan Lembaga Pendidikan Keagamaan atau Lembaga Keagamaan Pemerintah.

Ketua Dewan Pembina YCKS GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th., dalam sambutannya mengajak untuk bersyukur pada Tuhan, atas perkenananNya GKS Mata melalui YCKS GKS Mata dapat menyelenggarakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi furniture dan kriya kayu.

Ketua YCKS GKS Mata, Imanuel Horo, SH., saat menyampaikan sambutannya “Patut kita bersyukur pada Tuhan, karena kasihNya, GKS Mata melalui YCKS kita mendapat 1 gedung BLKK saat ini, melalui BLKK inilah kita dapat menyelenggarakan pelatihan ini. Melalui pelatihan ini peserta dapat memperoleh kemmapuan atau kompetensi dalam bidang funituer dan kriya kayu” ungkapnya.

Pdt. Irene berharap dengan kemampuan yang dimiliki dapat menghasilkan kerajinan kayu yang mempunyai nilai jual yang bagus. Kehadiran BLKK ini diharapkan sangat membantu dalam peningkatan sumber daya manusia bagi peserta yang mengikuti pelatihan ini.

Analisis Kebijakan Ahli Madya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu,Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Stefanus Malo, S.IP., saat membuka kegiatan pelatihan BLKK Cahaya Kasih
“Sangat diharapkan agar melalui pengelolaan yang optimal dan juga melalui dukungan kuat Pemda SBD dan masyarakat SBD, BLKK ini dapat membantu meminimalisir angka pengangguran di SBD dan membantu meningkatkan perekonomian dari saudara-saudara yang mengikuti pelatihan ini” harapnya.

Sementara itu Ketua YCKS GKS Mata, Imanuel Horo, SH., dalam sambutannya mengatakan melalui suatu proses dan kerja keras, YCKS GKS mata berdiri sebagai wadah pelayanan kasih dari GKS Mata. Atas berkat dan kasih Tuhan dalam waktu yang singkat YCKS berdiri pada 17 Februari 2021. Setelah berdiri YCKS melahirkan anaknya pada bulan Juni 2021 SMP Kristen Cahaya Kasih.

“Dari bulan Juni ke September 2021, Tuhan buka jalan lagi bagi YCKS, melalui anggota DPR RI, Ratu Wulla, BLKK ini berdiri yang merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja” tutur Imanuel Horo.

Dirinya menjelaskan dalam waktu 2 tahun, GKS Mata mempunyai asset sebesar 2M melalui BLKK Cahaya Kasih ini. Ini merupakan berkat Tuhan bagi GKS Mata dalam menjalankan misi pelayanannya bagi jemaat.

“Ini merupakan proses yang singkat dan berkat yang berlimpah dari Tuhan untuk keluarga besar GKS Mata, kita berharap kehadiran BLKK ini dapat berguna bagi kita semua” kata mantan Asisten I Pemda SBD ini.

Mewakili Pemda SBD, Analisis Kebijakan Ahli Madya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu,Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Stefanus Malo, S.IP., dalam sambutannya memberi apresiasi pada BLKK Cahaya Kasih GKS Mata yang hadir untuk meningkatkan kapasitas orang muda dalam bidang furniture dan kriya kayu.

“BLKK Cahaya Kasih sudah hadir untuk menciptakan sebuah embrio untuk meningkatkan kualitas SDM. Terima kasih BLKK Cahaya Kasih sudah hadir dan menjadi asset GKS Mata dan Pemda SBD. Kita tahu bersama bahwa gereja adalah mitra pemerintah, hendaknya kemitraan ini manjadi iconnya Pemda SBD” ungkapnya.

Lebih lanjut Stef mengatakan kemitraan ini akan dapat mendukung pembangunan kualitas SDM di SBD, sehingga dirinya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius.

“Saya terharu dengan proses berdirinya BLKK Cahaya Kasih ini, dan rencana pengembangan kedepannya, saya berharap BLKK Cahaya Kasih menjadi motivasi bagi BLK lainnya untuk pengembangan ekonomi masyarakat secara umumnya” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Stef menegaskan pentingnya perijinan bagi kehadiran BLK-BLK di SBD. BLKK Cahaya Kasih merupakan salah satu BLK yang sangat serius mengurus perijinan di SBD sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apalah artinya kalau BLK banya tetapi tidak mempunyai artinya bagi SBD. BLKK Cahaya Kasih sudah membagi kasihnya bagi masyarakat. Kita berharap BLKK Cahaya Kasih tidak hanya membagi berkatnya bagi jemaat GKS Mata, tetapi bagi seluruh masyarakat di SBD” harapnya.

Untuk diketahui peserta perdana yang mengikuti pelatihan di BLKK Cahaya Kasih GKS Mata ini berjumlah 16 orang. BLKK sudah membangun kemitraan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang siap mendukung peserta pelatihan dalam mengembangkan usaha furniture dan kriya kayunya.

Sebelum diresmikan pembukaan pelatihan BLKK Cahaya Kasih GKS Mata, Pdt. Prident K. Langi, M.Th., memimpin ibadah pembukaan, setelah sambutan-sambutan dilanjutkan dengan pengukuhan peserta pelatihan oleh Analisis Kebijakan Ahli Madya, Stefanus Malo, S.IP., disaksikan semua tamu undangan dan peserta pelatihan. *** (Octa/002-22).

Sambut HKN ke-58, Dinkes SBD Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kadula, Kominfo – Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis, bertempat di Dinkes Kabupaten SBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/11/2022).

Selain menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis, Dinkes Kabupaten SBD juga melakukan beberapa rangkaian kegiatan yakni pertandingan bola voli, jalan sehat, senam bugar, tarik tambang, isi paku dalam botol, dan pesan berantai.

Kasie Kesga dan Gizi Masyarakat, Magdalena Koni, A.Md. Keb., yang ditemui media mengatakan bahwa dalam menyambut dan memeriahkan HKN ke-58 tahun 2022 Dinkes Kabupaten SBD melakukan bakti sosial yakni pelayanan vaksinasi, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis, PMT balita, pelayanan KB, pemeriksaan kesehatan malaria dan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular.

“Untuk memeriahkan HKN ke-58, ada pertandingan bola voli, tarik tambang, dan permainan games yakni, isi paku dalam botol, dan pesan berantai. Dan perlombaan ini diikuti oleh 19 tim yang terdiri dari 16 puskesmas, 2 rumah sakit dan Dinkes sendiri. Besok tanggal 12 November itu puncak perayaan HKN akan dilanjutkan dengan upacara di depan kantor Bupati,” katanya.

Magdalena juga menjelaskan terkait kondisi kesehatan masyarakat SBD pada umumnya untuk mencegah penyakit DBD, sejauh ini sudah foging untuk membasmi sarang-sarang sebagai tempat bertelurnya nyamuk penyebab penyakit DBD. Sehingga dari tim Dinkes melakukan foging pada beberapa titik.

Untuk menjaga diri tetap sehat, Magdalena sangat mengharapkan kesadaran dan partisipasi penuh dari masyarakat karena kesehatan itu sangat mahal. Ketika kita mengalami sakit, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sehingga besar harapan kami, mari kita sama-sama menjaga kesehatan di lingkungan rumah, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Kalau kita mau menjaga kesehatan harus dimulai dilingkungan keluarga, maka yang pastinya kesehatan secara umum akan terjamin,” tuturnya. *** (MC. Kabupaten SBD/Isto)